Renungan dari Bacaan Kisah Para Rasul 3 : 11 – 26 dan Luk 24 : 35 – 48 |
Bacaan Lukas 24:35-48 dan Kisah Para Rasul 3:11-26 berkaitan erat satu sama lain, memberitakan inti iman Kristen: realitas Kristus yang bangkit dan kuasa transformatif-Nya. Dalam Lukas, kita menyaksikan dampak langsung dari kebangkitan, para murid bergumul dengan kehadiran Yesus yang nyata dan hampir tidak dapat dipercaya. Dalam Kisah Para Rasul, kita melihat para murid, yang diubahkan oleh perjumpaan ini, dengan berani memberitakan Kristus yang bangkit dan kuasa-Nya untuk menyembuhkan dan menyelamatkan.
Dalam Lukas, para murid pada awalnya diliputi oleh rasa takut dan keraguan. Mereka mengira Yesus adalah hantu, sebuah bukti betapa mustahilnya apa yang mereka saksikan. Namun, Yesus bersikeras pada realitas kebangkitan fisik-Nya. Dia mengundang mereka untuk menyentuh-Nya, untuk melihat luka-luka di tangan dan kaki-Nya, dan bahkan makan di depan mereka. Penekanan pada dimensi fisik kebangkitan ini sangat penting. Ini menggarisbawahi bahwa ini bukan sekadar penampakan spiritual atau peristiwa simbolis, tetapi transformasi tubuh yang nyata. Perjumpaan fisik ini membantah anggapan bahwa kebangkitan adalah tipuan, halusinasi, atau sekadar metafora. Itu adalah peristiwa yang terjadi dalam ruang dan waktu, dengan implikasi yang mendalam bagi hakikat realitas itu sendiri.
Dalam perjumpaan dengan murid-murid-Nya setelah kebangkitan, Yesus mengingatkan para murid bahwa penderitaan, kematian, dan kebangkitan-Nya adalah penggenapan rencana Allah. Dia membuka pikiran mereka untuk memahami Kitab Suci, menunjukkan kepada mereka bagaimana Taurat Musa, para Nabi, dan Mazmur menunjuk pada peristiwa ini. Penekanan pada penggenapan nubuat ini memberi landasan bagi para murid untuk memahami peristiwa-peristiwa yang mereka saksikan namum sulit dimengerti dan diterima. Yesus mempunyai kuasa untuk membangkitkan diri-Nya sendiri yang wafat. Janji-janji Allah digenapi dalam diri Yesus Kristus.
Dampak dari perjumpaan ini terlihat dalam kitab Kisah Para Rasul. Para murid, yang dulunya bersembunyi dalam ketakutan, sekarang dengan berani memberitakan kebangkitan. Kisah Para Rasul 3:11-26 memperlihatkan transformasi ini. Petrus, yang diberdayakan oleh Roh Kudus, menyembuhkan seorang pria lumpuh dalam nama Yesus. Keheranan orang banyak atas mukjizat ini memberi Petrus kesempatan untuk berkhotbah.
Khotbah Petrus dalam Kisah Para Rasul menggemakan beberapa tema dari penampakan Yesus setelah kebangkitan dalam Lukas. Seperti Yesus, Petrus mengarahkan perhatian kepada sumber kuasa – bukan dirinya sendiri, tetapi Yesus yang bangkit. Dia mengingatkan orang banyak akan peran mereka dalam menolak Yesus, “Yang Kudus dan Benar,” dan menekankan bahwa Allah membangkitkan-Nya dari antara orang mati. Petrus menghubungkan penyembuhan orang lumpuh dengan iman dalam nama Yesus, menunjukkan kuasa nyata dari Kristus yang bangkit.
Kedua bacaan ini menekankan pentingnya menjadi saksi. Dalam Lukas, Yesus menugaskan para murid untuk menjadi saksi dari hal-hal ini. Dalam Kisah Para Rasul, Petrus bertindak sebagai saksi, memberitakan kebangkitan dan menyerukan orang-orang untuk bertobat. Transformasi para murid dari orang-orang yang ragu dan takut menjadi pemberita yang berani menekankan kuasa kebangkitan untuk memberdayakan dan mengubah. Mereka menjadi kesaksian hidup akan realitas Tuhan yang bangkit.
Dalam merenungkan bagian-bagian ini, kita diingatkan bahwa kebangkitan Yesus bukan hanya peristiwa sejarah masa lalu, tetapi realitas masa kini. Ini adalah realitas yang memiliki kuasa untuk mengubah hidup kita, untuk menggerakkan kita dari ketakutan kepada iman, dari keraguan kepada kepastian, dan dari diam menjadi pemberitaan. Seperti para murid, kita dipanggil untuk menjadi saksi bagi realitas ini, untuk membagikan kabar baik tentang Yesus Kristus dengan keberanian dan keyakinan, menunjuk kepada Yesus sebagai sumber penyembuhan, pengampunan, dan hidup baru. Kebangkitan bukan hanya kita yakini tetapi juga kita alami, dan kita dipanggil untuk membagikan kepada orang-orang di dekat kita dan kepada seluruh bangsa di dunia.
Penulis


satu Respon
Sangat bagus