Renungan dari Bacaan Kis 4:23-31 dan Yoh. 3:1-8 Jawab Yesus, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Jika seseorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah” (Yoh. 3:5) |
Tadi pagi saya berbincang-bincang dengan putri kedua yang baru saja melakukan medical check-up. Belum dua tahun yang lalu dia kena stroke ringan. Diduga ada penyempitan pembuluh darah yang bawaan lahir. Atas dasar permintaan dokternya, ia menanyakan riwayat kesehatan keluarga. Hipertensi dan stroke memang sering dialami keluarga saya dari garis ayah. Saya sendiri mengalami pendarahan otak dan beberapa kali stroke ringan dan paling parah sekitar 15 tahun lalu. Sejak itu saya harus melatih otak untuk berpikir, mengingat-ingat, berlatih berbicara, dan menulis. Ketika berpikir dan membaca, saya merasakan panas di otak seperti ‘terbakar’ …. Meski masih sering kesulitan menemukan kata-kata yang tepat, ‘ng-blank’ sesekali, sekarang ini kondisi saya sudah lebih baik. MRI otak dua tahun lalu, menunjukan bekas terjadinya hipertensi kronis, pendarahan di batang otak dan sumbatan pembuluh darah utama yang menuju otak bagian depan, yang mempengaruhi kemampuan kognitif. Dokter tidak mengerti mengapa sel-sel otak bagian depan terlihat aktif, sepertinya mendapat aliran darah dengan cara lain. Bagi saya, itu tanda mujizat kesembuhan dari Tuhan.
Memang perlu usaha dan berjuang untuk sembuh. Namun, ada satu mukjizat kesembuhan seketika yang saya alami, yaitu dalam retret yang diselenggarakan almarhum romo Yusuf Halim, SVD. Waktu itu, ada beberapa benjolan di payudara kanan saya (dari hasil mamografi, saya dianjurkan biopsy). Sudah sekitar dua tahunan saya merasa seperti sengatan listrik di situ, sakit rasanya. Makin lama makin sering dialami dalam sehari. Seorang teman yang baru operasi kanker payudara, mengatakan gejala yang dialaminya hampir sama. Maka dalam retret, saya memohon mukjizat kesembuhan dalam nama Yesus (bdk. Kis. 4:30). Saya benar-benar disembuhkan seketika itu juga, dalam adorasi sakramen mahakudus. Empat tahun kemudian saya kembali ke retret yang sama, dan bersaksi tentang kesembuhan yang saya alami. Hasil mamografi sekitar dua tahun lalu, saya dinyatakan bersih dari benjolan. “Oh, mama, jadi saya harus mencari pastor sekarang? Cerita mama itu sama sekali enggak scientific”, komentar putri saya. “Ya, memang bukan penjelasan scientific, tetapi itu benar terjadi”, jawab saya pelan.
Kemudian saya merenungkannya. Ternyata sebuah kesaksian kadang terjadi begitu saja, bahkan tidak saya rencanakan. Setelah membaca Kisah Para Rasul (Kis. 4:23), sekarang saya memberanikan diri untuk menuliskannya. Karena Roh-lah yang membuat seseorang berpikir dan memandang persoalan dengan cara baru. Roh Kudus menumbuhkan kesadaran akan kehadiran dan intervensi kuasa Tuhan dalam setiap peristiwa kehidupan. Kesembuhan dapat dilihat sebagai upaya manusia secara jasmani, tetapi ada juga hal-hal yang hanya dapat dijelaskan secara rohani. Hal yang demikan menghantarkan kita pada kesadaran akan hadirnya Kerajaan Allah semasa kita masih hidup di dalam dunia ini.
Penulis


2 Responses
Luar biasa. Kalau Allah berkehendak tak ada yg mustahil bagiNya.
Terimakasih sharingnya bu Marcel, sungguh semakin menguatkan kesadaran bahwa Tuhan itu hidup dan nyata , mengalami terus menerus kuasa Ilahi dalam setiap helaan nafas kita. Amin.