KESAKSIAN TENTANG YESUS (1 Mei 2025)

Bacaan: Kis. 5 :27-33; Yoh. 3:31-36
“Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas” (Yoh. 3:34)

Kalau orang  ingin mendapatkan keterangan mengenai suatu kota yang belum dikenalnya, ia harus bertanya kepada orang yang pernah hidup di kota itu. Keterangan yang diberikan orang itu layak dipercaya karena pengalaman hidupnya dan ia lebih mengenal kota itu dengan baik.  Demikian pula kalau kita ingin mengenal seseorang dengan lebih jauh, tentulah kita akan bertanya kepada orang yang betul-betul mengenalnya. Kalau yang kita tanya bukan orang yang tepat, pengenalan kita pun akan mudah meleset.

Dalam bacaan Injil Yoh. 3:31-36, Yohanes pembaptis memberikan kesaksian tentang Yesus bahwa Yesus itu berasal dari atas atau dari surga, sehingga kalau orang mau mengenal Allah, yang harus diterima dan  dipercaya adalah kesaksian Yesus. Sebab, Dia-lah yang diutus oleh Allah dan yang menyampaikan Firman-Nya (ay. 34)  dan “Bapa telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya (ay. 35).

Alasan lainnya: Yesus adalah utusan Allah yang harus dipercaya karena Allah memberikan Roh-Nya. Karunia Roh yang tanpa batas hanya dianugerahkan Allah kepada Yesus (ay. 34).   Adapun Roh mempunyai dua peran: pertama, Roh menyatakan kebenaran Allah kepada manusia; yang  kedua, Roh juga membantu manusia agar mampu menerima dan memahami kebenaran yang dinyatakan Allah kepadanya.  Jadi, kalau kepada Yesus dikaruniakan Roh dengan tidak terbatas, berarti Yesus menerima dan memahami kebenaran Allah.

Allah adalah kasih (1Yoh. 4:16) karena itulah Yesus mengasihi orang-orang milik-Nya di dunia ini (Yoh. 13:1). Dengan kasih Dia hendak  menyatakan siapakah Allah itu sesungguhnya. Siapa yang menerima kesaksian-Nya, akan memperoleh kehidupan kekal. Memang tidak mudah untuk memahami kehidupan kekal yang sama sekali berbeda dengan kehidupan dunia sekarang ini.

Akhirnya kita diajak untuk mengambil sikap iman terhadap pewahyuan ini. Kita dihadapkan pada sebuah pilihan, siapa yang  percaya akan beroleh hidup kekal. Sebaliknya, siapa yang tidak taat, tidak akan melihat hidup dan murka Allah akan turun atas dia. Tentu kita perlu merenungkan hal ini untuk sampai pada pemahaman yang benar mengenai apa hidup kekal itu. Hanya dengan iman kehidupan kekal itu bisa dipahami.  Tetapi. Roh yang dianugerahkan oleh Allah melalui Yesus menjadikan harapan orang beriman beroleh kehidupan kekal di rumah Bapa dapat terwujud.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *