Orientasi Zaman Now (3 Mei 2025)

Bacaan: 1Kor. 15:1-8; Yoh. 14:6-14
“Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tidak seorang pun datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh. 14:6).

Apakah ada kesamaan situasi yang dihadapi Paulus, Yesus, dan kita di zaman ini? Apakah pesan Paulus dan Yesus untuk kita zaman ini?  Adakah langkah kecil mewujudkan pesan Paulus dan Yesus? Ini adalah tiga pertanyaan yang muncul setelah membaca kedua perikop ini, yakni 1Kor. 15:1-8 dan Yoh. 14:6-14.

Apa pentingnya memiliki orientasi? Siapakah yang Perlu memilikinya?

Orientasi atau tujuan hidup biasanya dimiliki terutama orang-orang dewasa. Saya teringat perjumpaan saya dengan keponakan saya yang masih kecil ketika liburan. Pada waktu itu saya menanyakan kepadanya apakah cita-cita mereka? Ada yang dengan mudah menjawab dengan mengatakan mau jadi A, B, C, atau D. Ada yang sampai dewasa pun tidak mampu menjawab pertanyaan ini.

Saya tadinya berpikir pertanyaan tentang tujuan hidup ini hanya perlu dijawab oleh orang dewasa muda. Ternyata… dalam bacaan-bacaan, saya menemukan ternyata pertanyaan itu perlu atau harus juga dijawab oleh orang-orang lanjut usia, agar bisa menentukan arah hidupnya. Tidak perlu hanya mengurus kucing, ikan, satwa (liar) peliharaan lainnya atau tanaman di rumah. Sampai di sini, saya jadi ingat kisah Abram (Abraham), Simeon, dan Hana. Merekalah contoh orang lanjut usia yang punya orientasi hidup yang jelas sekali. Ini salah satu topik obrolan makan siangku dengan teman lintas iman.

Situasi umat yang disurati oleh Rasul Paulus ini saya yakin sudah diketahui oleh pembaca. Saya iseng menanyai AI (artificial intelligence). Ini jawabannya: perpecahan, amoralitas seksual, perselisihan mengenai karunia Rohani, dan kesesatan. Kondisi umat di zaman Yohanes (ini tidak muncul di AI), ada dalam penjajahan (militerisme), ‘kesesatan’, amoral (?). Situasi ini bukanlah hal baru bagi kita semua, dengan kata lain, ada kesamaannya, masih plus kemiskinan, korupsi, premanisme, dan militerisme. Artinya, tidak banyak bedanya selain kemajuan teknologi informasi dan gaya hidup.

Kalau membaca perikop 1Kor. 15:1-8, Paulus mengingatkan ulang umat di Korintus tentang siapakah Yesus yang diimani oleh Paulus dan umat di Korintus. Yesus yang adalah Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, telah dikuburkan, telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci, telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya dan kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus. Paulus juga menuliskan bahwa Yesus menampakkan diri kepadanya. Apakah kita juga seperti itu? Apakah kita meyakini Yesus yang sudah wafat, bangkit dan menampakkan diri kepada kita masing-masing?

Perikop Yoh. 14:6-14 menuliskan bahwa Yesuslah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Yesus.” Apakah kita mengenal Yesus?

Bayangkanlah Yesus mengatakan kepada kita masing-masing “Apakah sudah melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Yesus lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu? Apakah sudah meminta sesuatu kepada Yesus? Apakah hasilnya?

Apakah langkah kecil kita hari ini setelah merenungkan perikop 1Kor. 15:1-8 dan Yoh. 14:6-14? Apakah orientasi hidup kita sudah mengarahkan (kembali) kepada Yesus atau kekayaan, popularitas (tepuk tangan, jempol), kenikmatan, kekuasaan yang lebih besar? Memuliakan Allah atau memuliakan diri sendiri? Pilihan ini perlu kita buat dan kita tanyakan kepada orang-orang di sekitar kita. Perhatikanlah alokasi waktu kita dalam 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Sejauh mana kita mengorientasikan hidup kita? Kepada kemuliaan Allah atau kemuliaan diri sendiri? Bagaimanakah kita menggunakan harta benda yang kita miliki? Untuk kemuliaan Allah atau kemuliaan diri sendiri?  

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *