Apakah Kamu Mau Pergi Juga? (10 Mei 2025)

Renungan dari Bacaan: Kis. 9:31-42 dan Yoh. 6:60-69;
 “Tidak ada seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau tidak  dikaruniakan Bapa kepadanya (Yoh. 6:65)

Banyak murid yang tidak sanggup mendengarkan ’perkataan keras’ Yesus, mulai mengundurkan diri dan tidak lagi mengikuti Dia (Yoh. 6:66). Yesus tahu bahwa keduabelas murid terdekat-Nya pun bersungut-sungut dalam hati. Juga Ia tahu, siapa yang tidak percaya dan akan menyerahkan Dia. Maka, kata-Nya, “Apakah perkataan itu mengguncangkan kamu?  Bagaimana jika kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?  Rohlah yang memberi hidup, daging samasekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup, Namun, di antaramu ada yang tidak percaya” (Yoh. 6:61-64).  Yesus menekankan bahwa tidak ada seorang pun dapat datang kepada-Nya, kalau bukan atas karunia yang diberikan Bapa kepadanya (Yoh. 6:65).  Lalu kata-Nya, “Apakah kamu mau pergi juga?” (Yoh. 6:67).   

Jawab Simon Petrus kepada-Nya, “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Engkau memiliki perkataan hidup yang kekal. Kami telah percaya dan tahu bahwa Engkaulah Yang Kudus dari Allah” (Yoh. 6:68-69). Perikop ini mengajak saya untuk merenungkan kembali, apa arti menjadi pengikut Kristus. Yesus sendiri pernah mengatakan bahwa Ia mengutus para murid-Nya, seperti domba menghadapi kawanan serigala. Tetapi, Yesus juga berjanji untuk selalu menyertai para murid-Nya hingga akhir zaman. Gereja yang sekarang ini, tumbuh dari begitu banyak kemartiran para saksi Kristus dalam sejarah yang panjang. Bahkan belakangan ini masih dapat disaksikan kemartiran para saksi Kristus di sana-sini. Tidak dipungkiri bahwa ada tekanan dan diskriminasi terhadap umat kristiani. Tetapi, para saksi iman telah bersedia merelakan nyawa demi kepercayaannya kepada Kristus, rela menerima siksaan jasmani demi kemenangan rohani. Mereka percaya roh dan hidup dalam setiap perkataan Yesus dan percaya akan hidup kekal yang dijanjikan-Nya. Selain itu, setiap orang menghadapi situasi dan permasalahannya sendiri-sendiri dan juga memiliki peperangan rohaninya sendiri yang unik. Tidak bisa dibanding-bandingkan satu sama lain.  Tetapi, Allah tidak akan pernah membiarkan umat-Nya berjuang sendiri. Ia hadir setiap saat, juga dalam bentuk kehadiran-Nya di dalam diri sesama. Saya percaya, Allah Bapa telah mengaruniakan Yesus sebagai jalan hidup saya yang akan mengarahkan cara pandang dan membimbing saya dalam menghadapi segala persoalan hidup.  Semoga Tuhan memberikan kekuatan bagi saya untuk tetap setia.   

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *