Aman dalam Genggaman Sang Gembala (11 Mei 2025)

Renungan dari Bacaan Kis 9:31-42 dan Yohanes 10:27-30
ayat emas, “dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.” (Yohanes 10:28)

Ayat-ayat ini menghadirkan gambaran yang indah dan penuh pengharapan tentang relasi antara Yesus, Sang Gembala Agung, dan kita, domba-domba-Nya. Lebih dari sekadar metafora, ini adalah janji yang mendalam tentang bagaimana kita terhubung dengan Kristus. “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.” Kalimat pertama ini menyoroti sebuah hubungan yang intim dan personal. Mendengarkan suara-Nya bukanlah sekadar mendengar secara fisik, tetapi lebih kepada kepekaan hati untuk memahami kehendak-Nya dalam setiap aspek kehidupan kita. Pengenalan dari Yesus pun bukan sekadar mengetahui keberadaan kita, melainkan sebuah pemahaman yang mendalam akan setiap individu, dengan segala keunikan, kelemahan, dan potensi yang kita miliki. Respons kita seharusnya adalah mengikuti-Nya, sebuah tindakan yang menunjukkan kepercayaan dan ketaatan. Mengikuti Yesus berarti meneladani cara hidup-Nya, mengamalkan ajaran-Nya, dan berjalan di jalan yang telah Ia tunjukkan, meskipun jalan itu tidak selalu mudah. Dalam kesediaan kita untuk mendengarkan dan mengikuti, kita membangun sebuah ikatan rohani yang kuat dengan Sang Gembala.

Janji selanjutnya yang diberikan Yesus sungguh luar biasa: “dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.” Ini adalah jaminan keselamatan yang abadi. Hidup kekal yang diberikan bukan hanya tentang keberadaan setelah kematian, tetapi juga kualitas hidup saat ini yang dipenuhi dengan damai sejahtera dan harapan dalam Kristus. Kepastian bahwa kita tidak akan binasa selamanya memberikan ketenangan di tengah badai kehidupan. Lebih lanjut, Yesus menegaskan bahwa tidak seorang pun dapat merebut kita dari tangan-Nya. Ini adalah pernyataan tentang keamanan dan perlindungan mutlak yang kita miliki di dalam Kristus. Tidak ada kekuatan duniawi, godaan dosa, atau bahkan maut itu sendiri yang mampu memisahkan kita dari kasih dan kuasa-Nya. Kita berada dalam genggaman yang aman, dipelihara dan dilindungi oleh Sang Gembala yang rela menyerahkan nyawa-Nya bagi kita.

Puncak dari pernyataan ini terdapat dalam ayat 29 dan 30: “Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu.” Yesus menegaskan bahwa keamanan kita tidak hanya berada di tangan-Nya, tetapi juga di tangan Bapa. Kekuatan dan kuasa Bapa jauh melampaui segala sesuatu, sehingga jaminan keselamatan kita menjadi semakin kokoh. Pernyataan “Aku dan Bapa adalah satu” adalah sebuah pengungkapan yang mendalam tentang kesatuan esensi dan tujuan antara Yesus dan Bapa. Ini berarti bahwa kasih dan kuasa Yesus adalah cerminan dari kasih dan kuasa Bapa sendiri. Sebagai renungan hari ini, mari kita yakini sepenuhnya janji perlindungan dan hidup kekal ini. Dengarkanlah suara-Nya dengan sungguh-sungguh, kenalilah Dia lebih dalam, dan ikutilah Dia dengan setia. Kita aman dalam pelukan Sang Gembala Agung dan Bapa di surga.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *