Mengenal Pintu dan Suara Gembala Sejati (12 Mei 2025)

Renungan dari Bacaan Kisah Para Rasul 11:1-18 dan Yohanes 10:1-10
“Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.” (Yohanes 10:9)

Perikop Injil Yohanes 10:1-10 ini menghadirkan sebuah gambaran yang kaya akan makna rohani melalui perumpamaan tentang kandang domba, pintu, dan gembala. Yesus dengan jelas menyatakan, “Akulah pintu ke domba-domba itu.” Pernyataan ini bukan sekadar metafora, melainkan sebuah pengakuan mendalam tentang peran-Nya yang unik dan esensial dalam kehidupan kita. Ia adalah satu-satunya jalan yang benar untuk masuk ke dalam keselamatan dan persekutuan dengan Bapa. Mereka yang mencoba masuk dengan cara lain, memanjat tembok, digambarkan sebagai pencuri dan perampok, yang tujuannya bukanlah untuk kebaikan domba, melainkan untuk kepentingan diri sendiri.

Gambaran tentang gembala yang masuk melalui pintu dan domba-domba yang mengenali suaranya memberikan pelajaran berharga tentang hubungan kita dengan Kristus. Gembala sejati dikenal oleh domba-dombanya; mereka mendengarkan dan mengikuti suaranya. Demikian pula, sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk mengenali suara-Nya di tengah hiruk pikuk dunia. Suara-Nya adalah suara kebenaran, kasih, dan damai sejahtera. Kita perlu melatih diri untuk peka terhadap bisikan Roh Kudus yang menuntun kita melalui firman-Nya dan melalui pengalaman hidup kita. Janganlah kita tertipu oleh suara-suara asing yang mungkin terdengar menarik namun tidak membawa kepada kehidupan yang sejati.

Yesus melanjutkan dengan menyatakan tujuan kedatangan-Nya yang kontras dengan tujuan pencuri. Pencuri datang untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan, sementara Yesus datang supaya kita mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Ini adalah janji yang luar biasa. Melalui Yesus, kita tidak hanya mendapatkan keselamatan kekal, tetapi juga kehidupan yang penuh, bermakna, dan berkelimpahan di dunia ini. Kelimpahan ini bukan hanya tentang materi, tetapi lebih dalam lagi tentang sukacita, damai sejahtera, dan hubungan yang erat dengan Allah.

Oleh karena itu, mari kita merenungkan: sudahkah kita masuk melalui pintu yang benar, yaitu Yesus Kristus? Apakah kita mengenali suara Gembala kita dan mengikutinya? Marilah kita senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya, membaca dan merenungkan firman-Nya, serta berdoa agar kita semakin peka terhadap tuntunan Roh Kudus. Dengan demikian, kita akan aman dalam penjagaan Gembala Agung dan menikmati kehidupan yang berkelimpahan yang telah dijanjikan-Nya. Kiranya renungan ini menguatkan iman kita dan menuntun kita untuk semakin mengasihi dan mengikuti Yesus Kristus, pintu keselamatan dan Gembala jiwa kita.

Janji selanjutnya yang diberikan Yesus sungguh luar biasa: “dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.” Ini adalah jaminan keselamatan yang abadi. Hidup kekal yang diberikan bukan hanya tentang keberadaan setelah kematian, tetapi juga kualitas hidup saat ini yang dipenuhi dengan damai sejahtera dan harapan dalam Kristus. Kepastian bahwa kita tidak akan binasa selamanya memberikan ketenangan di tengah badai kehidupan. Lebih lanjut, Yesus menegaskan bahwa tidak seorang pun dapat merebut kita dari tangan-Nya. Ini adalah pernyataan tentang keamanan dan perlindungan mutlak yang kita miliki di dalam Kristus. Tidak ada kekuatan duniawi, godaan dosa, atau bahkan maut itu sendiri yang mampu memisahkan kita dari kasih dan kuasa-Nya. Kita berada dalam genggaman yang aman, dipelihara dan dilindungi oleh Sang Gembala yang rela menyerahkan nyawa-Nya bagi kita.

Puncak dari pernyataan ini terdapat dalam ayat 29 dan 30: “Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu.” Yesus menegaskan bahwa keamanan kita tidak hanya berada di tangan-Nya, tetapi juga di tangan Bapa. Kekuatan dan kuasa Bapa jauh melampaui segala sesuatu, sehingga jaminan keselamatan kita menjadi semakin kokoh. Pernyataan “Aku dan Bapa adalah satu” adalah sebuah pengungkapan yang mendalam tentang kesatuan esensi dan tujuan antara Yesus dan Bapa. Ini berarti bahwa kasih dan kuasa Yesus adalah cerminan dari kasih dan kuasa Bapa sendiri. Sebagai renungan hari ini, mari kita yakini sepenuhnya janji perlindungan dan hidup kekal ini. Dengarkanlah suara-Nya dengan sungguh-sungguh, kenalilah Dia lebih dalam, dan ikutilah Dia dengan setia. Kita aman dalam pelukan Sang Gembala Agung dan Bapa di surga.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *