Renungan dari bacaan Kis 13 : 44 – 52 dan Yohanes 14 : 7 – 14 “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.” (Yohanes 14:9) |
Dalam perikop Injil Yohanes 14:7-14 ini, kita disuguhkan dengan percakapan yang mendalam antara Yesus dan murid-murid-Nya, khususnya Filipus. Kerinduan Filipus untuk melihat Bapa mencerminkan kerinduan hati manusia untuk memahami dan mengalami kehadiran Tuhan secara nyata. Namun, jawaban Yesus sungguh menakjubkan: “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.” Pernyataan ini bukan sekadar persamaan fisik, melainkan penegasan kesatuan yang mendalam antara Yesus dan Bapa. Yesus adalah representasi sempurna dari Bapa di dunia ini. Melalui perkataan, perbuatan, dan seluruh keberadaan-Nya, kita dapat mengenal karakter, kasih, dan kehendak Bapa. Pertanyaan Filipus membuka mata kita pada sebuah kebenaran yang seringkali terlewatkan: untuk mengenal Tuhan, kita perlu terlebih dahulu mengenal Yesus Kristus.
Lebih lanjut, Yesus menegaskan bahwa Ia ada di dalam Bapa dan Bapa ada di dalam Dia. Kesatuan ini bukan hanya relasi yang pasif, tetapi juga menjadi sumber kuasa dan otoritas bagi Yesus. Apa yang Yesus katakan dan lakukan bukanlah berasal dari diri-Nya sendiri, melainkan merupakan manifestasi dari pekerjaan Bapa yang berdiam di dalam-Nya. Hal ini memberikan kita pemahaman bahwa segala sesuatu yang Yesus lakukan memiliki nilai dan tujuan ilahi. Kita diajak untuk percaya pada kesatuan ini, bahkan jika pemahaman rasional kita terbatas. Yesus menantang kita untuk melihat lebih dalam, melampaui sekadar kata-kata, dan memperhatikan pekerjaan-pekerjaan yang Ia lakukan sebagai bukti nyata dari hubungan-Nya dengan Bapa.
Kemudian, Yesus memberikan janji yang luar biasa kepada para pengikut-Nya: barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sama, bahkan yang lebih besar. Janji ini bukan berarti kita akan memiliki kuasa ilahi yang setara dengan Yesus, tetapi lebih kepada dampak dan jangkauan pelayanan kita yang akan diperluas karena kenaikan Yesus ke surga dan pengiriman Roh Kudus. Ketika kita hidup dalam iman kepada Yesus, Roh Kudus memampukan kita untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang memuliakan Bapa. Ini adalah panggilan bagi setiap orang percaya untuk aktif terlibat dalam mewujudkan Kerajaan Allah di bumi.
Terakhir, Yesus memberikan jaminan tentang doa: “dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.” Permintaan dalam nama Yesus bukanlah sekadar mengucapkan formula, tetapi melibatkan keselarasan hati dan kehendak kita dengan kehendak Kristus. Ketika kita berdoa sesuai dengan kehendak-Nya, dengan motivasi untuk memuliakan Bapa, Yesus berjanji untuk mengabulkannya. Ini adalah undangan untuk membangun hubungan yang intim dengan Yesus melalui doa, mempercayakan segala kebutuhan dan harapan kita kepada-Nya, dan menjadi alat kemuliaan Bapa di dunia ini. Kiranya renungan ini menguatkan iman kita dan mendorong kita untuk semakin mengenal Bapa melalui pengenalan akan Yesus Kristus.
Penulis


satu Respon
Terima kasih atas renungan yang sangat baik sekali dan sangat berguna ini, saya setuju dgn isi tulisan ini krn banyak org yg hanya memakai ayat ini utk memastikan kalau apa saja yg kita minta dalam nama Tuhan Yesus pasti dikabulkan padahal yg terutama adlh doa permintaan yg dikabulkan itu adalah yg memiliki motivasi/tujuan untuk “memuliakan Bapa kita di Sorga” ini bagian yang paling penting yg banyak dilewatkan oleh banyak orang yg membaca ayat FT ini.Tuhan Yesus memberkati selalu pelayanannya.Amin