Kunci Penyataan Diri Kristus: Mengasihi dan Menaati (19 Mei 2025)

Renungan dari bacaan : Kisah Para Rasul 14: 5-18; Yohanes 14: 21-26
“Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” (Yohanes 14:21)

Ayat-ayat Injil Yohanes ini membuka mata kita pada inti dari kasih kepada Tuhan Yesus. Kasih itu bukanlah sekadar perasaan di dalam hati, melainkan termanifestasi dalam tindakan nyata, yaitu memegang dan melakukan perintah-perintah-Nya. Yesus dengan jelas menyatakan bahwa barangsiapa melakukan hal ini, dialah yang sungguh-sungguh mengasihi-Nya. Sebagai balasannya, orang tersebut akan dikasihi oleh Bapa dan oleh Yesus sendiri, bahkan lebih dari itu, Yesus berjanji akan menyatakan diri-Nya kepada orang tersebut. Ini adalah janji yang luar biasa, sebuah hubungan yang intim dan personal antara kita dengan Sang Pencipta dan Penebus.

Pertanyaan Yudas (yang bukan Iskariot) menyingkapkan sebuah kerinduan untuk pemahaman yang lebih dalam. Mengapa penyataan diri ini hanya diberikan kepada mereka yang mengasihi Yesus, dan bukan kepada seluruh dunia? Jawaban Yesus memperjelas bahwa ketaatan adalah kunci untuk mengalami kehadiran dan penyataan diri-Nya. Jika seseorang mengasihi Yesus, ia akan menuruti firman-Nya, dan sebagai respons, Bapa akan mengasihi dia, dan Yesus bersama Bapa akan datang dan diam bersama-sama dengan orang tersebut. Ini bukanlah sekadar kunjungan sesaat, melainkan sebuah kediaman yang abadi, sebuah persekutuan yang mendalam.

Sebaliknya, Yesus juga menegaskan bahwa ketidaktaatan adalah indikasi kurangnya kasih. Barangsiapa tidak mengasihi-Nya, ia tidak menuruti firman-Nya. Firman yang mereka dengar bukanlah semata-mata perkataan Yesus, melainkan berasal dari Bapa yang mengutus-Nya. Kemudian, Yesus menjanjikan kedatangan Penghibur, Roh Kudus, yang akan mengajarkan segala sesuatu dan mengingatkan mereka akan semua yang telah Dia katakan. Ini adalah jaminan bahwa kita tidak dibiarkan sendiri dalam upaya kita untuk memahami dan menaati firman Tuhan. Roh Kudus hadir untuk membimbing, menguatkan, dan memampukan kita untuk hidup dalam kasih dan ketaatan, sehingga kita dapat mengalami penyataan diri Kristus dalam hidup kita. Marilah kita merenungkan, sudahkah ketaatan kita menjadi bukti kasih kita kepada-Nya?

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *