Renungan Dari Bacaan Kis 17:15.22-18:1 dan Yoh 16:12-15; “Namun, apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran” (Yoh 16:13a). |
Di hadapan sidang Areopagus, Paulus mengatakan bahwa orang-orang Atena dalam segala hal sangat beribadah kepada ilah-ilah, karena begitu banyak barang pujaan di kota itu. Bahkan ada sebuah mezbah bertuliskan: “Kepada Allah yang tidak dikenal” (Kis. 17:22-23). Kata Paulus: apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu. Kemudian ia menjelaskan bahwa Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, yaitu Dia yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak tinggal dalam kuil-kuil buatan tangan manusia dan tidak dilayani oleh tangan manusia. Dialah yang memberikan hidup, napas, dan segala sesuatu kepada semua orang. Dia menjadikan seluruh umat manusia di bumi dan menentukan musim-musim. Di dalam Dia, manusia hidup, bergerak, dan ada. Manusia mencari-cari dan berharap menemukan Dia. Karena berasal dari keturunan Allah, manusia tidak boleh berpikir bahwa keadaan ilahi serupa dengan emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia (Kis. 17:24-29). Maka sekarang, Allah memerintahkan semua orang di mana saja untuk bertobat (Kis. 17:30). Karena Dia telah menetapkan suatu hari, di mana Ia akan menghakimi dunia dengan adil, melalui seorang yang telah ditentukan-Nya, yaitu Dia yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati. Orang-orang Atena mendengarkan Paulus, karena tertarik akan hal-hal baru. Namun, ketika diberitakan tentang kebangkitan orang mati, ada yang mengejek, meskipun ada juga yang mau mendengarkan dan beberapa menjadi percaya. Di antaranya Dionisius anggota majelis Areopagus dan perempuan bernama Damaris (Kis. 17:34). Lalu Paulus meninggalkan Atena, menuju Korintus (Kis. 18:1).
Sebagai orang Kristen, saya percaya kepada Yesus Kristus. Tetapi, perikop ini kembali mengingatkan, apakah saya senantiasa mengandalkan Yesus Kristus, Tuhan kita dengan setia? Apakah saya masih mencari-cari ‘pertolongan’ kepada ilah lain, percaya ramalan, dan hal-hal lainnya? Apakah saya pernah meragukan kuasa pertolongan-Nya? Atau apakah saya pernah ‘mendewakan’ benda-benda rohani dan memperlakukannya seperti sebuah jimat? Jangan-jangan saya sudah bersikap seperti orang Atena yang memuja banyak ilah dan bersikap selektif mendengarkan apa yang mereka suka dan bisa terima saja.
Suatu ajaran yang sederhana, terkadang sulit untuk diterapkan dengan setia, terutama ketika Allah sedang menempa saya dalam bentuk pengalaman hidup yang tidak menyenangkan. Tetapi, Yesus sendiri bersabar terhadap murid-murid-Nya, ketika mereka belum sanggup menanggung pengajaran-Nya. Karena itu, Yesus menjanjikan datangnya Penolong, yaitu Roh Kebenaran, yang berasal dari Bapa. Dia akan memuliakan Yesus Kristus, memberitakan segala hal yang diterima-Nya dari Yesus dan memberitahukan hal-hal yang akan datang. Dialah Roh Kebenaran yang akan memimpin dan menghantarkan orang-orang percaya, ke dalam seluruh kebenaran (bdk. Yoh. 16:13-14). Semoga saya tetap setia, belajar untuk membiarkan diri dibimbing oleh Roh Kebenaran.
Penulis

