Renungan hari ini dari bacaan Kitab Kejadian 32 : 22 – 32 dan Injil Matius 9 : 32 – 38. Lalu katanya kepada murid-murid Nya, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit” (Matius 9: 37). |
Pada saat Tuhan Yesus mengajar dan memberitakan Injil Kerajaan Allah, banyak orang berbondong-bondong mengikuti Tuhan Yesus. Motivasi mereka bermacam-macam: ada yang ingin mendengarkan pengajaran tentang Firman Allah, ada yang karena lapar, bahkan ada yang ingin disembuhkan Tuhan Yesus karena sakit penyakit yang di deritanya.
Tuhan Yesus sangat memahami kondisi mereka, kasih dan perasaan iba mendorong Dia menyediakan dan melayani apa yang dibutuhkan mereka.
Kepada mereka yang lapar Ia menyediakan roti bagi jasmaninya. Dengan perut yang kenyang mereka bisa berkonsentrasi mendengarkan pengajaran Tuhan Yesus tentang kabar kebenaran. Akibatnya, selain perut (jasmani)-nya kenyang, jiwanya pun dikenyangkan dengan Roti Hidup.
Bagi mereka yang buta, tuli, lumpuh, dan sakit jasmani yang lain, Tuhan Yesus memberi kesembuhan. Sakit penyakit yang di derita manusia bukan karena kegagalan Tuhan dalam menciptakan mereka, namun karena pikiran kita yang tidak mengarah pada Tuhan. Kita berpikir sekehendak hati. Dari sebab itu, pikiran tersebut hendaknya diubah agar bisa kembali mengarah kepada Tuhan.
Setelah kita menerima Tuhan Yesus, pikiran kita tertuju kepada-Nya, dan sakit penyakit yang kita derita pun disembuhkan. Jangan lupa mengucapkan syukur atas anugerah Nya.
Kondisi tersebut juga kita alami pada masa sekarang. Permasalahan hidup dan keterbatasan fisik, tidak bisa kita sembuhkan dengan mengandalkan diri kita sendiri. Hendaklah kita mohon ampunan-Nya, berserah sepenuhnya kepada Dia. Inilah yang menjadi titik balik kehidupan kita. Dengan mendapatkan ampunan dari Tuhan, kita dipulihkan dan dipilih untuk menjadi kepanjangan tangan-Nya, untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah serta membawa jiwa-jiwa mengarah kepada Allah. Mereka itulah yang disebut tuaian ketika Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit” (Matius 9 : 37).
Tuaian semakin banyak, namun pekerja yang menuai sedikit. Bagaimanakah dengan kita sekarang: apakah kita memilih menjadi tuaian atau pekerja? Jika kita sudah menerima Tuhan Yesus, bukan lagi tuaian melainkan penuai, orang yang memiliki pekerjaan menuai. Mengingat sampai sekarang masih sedikit yang menyadari tugasnya ini dan mau melakukannya, “Mintalah kepada Tuan yang punya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekeja untuk tuaian itu” (Matius 9: 38).
Kita mohon agar kita menyadari tugas perutusan kita sebagai penuai yang diberi senjata-senjata rohani berupa kerendahan hati, ketaatan, dan kasih. Dengan kerendahan hati kita menyadari bahwa kita bukan siapa-siapa. Kita tulus dan tunduk kepada kehendak Tuhan, karena Tuhanlah yang mengutus kita. Taat berarti hanya melakukan apa yang menjadi kehendak Nya: T: Tuhan berfirman; A: Aku mendengar; A: Aku melakukan yang aku bisa; T: Tuhan melakukan yang aku tidak bisa. Kasih berarti dengan tulus kita melayani sesama kita berlandaskan kasih seperti yang diajarkan Tuhan Yesus kepada kita.
Tuhan Yesus Kristus, mampukanlah hambamu ini menjadi pekerja di ladang Mu.
Tuhan Yesus memberkati… Amin.
Penulis

