Bacaan hari ini dari Injil Matius 10:7-15 dan Kitab Kejadian 44:18-21, 23b-29, 45:1-5. Pergilah dan beritakanlah : Kerajaan Surga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang yg sakit kulit; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, berikanlah pula dengan cuma-cuma. (Mat. 10:7-8) |
Yakub dikaruniai dua belas putra, tetapi kedua anak yang bungsu lebih banyak mendapat limpahan kasih sayang darinya. Yusuf muda tidak memahami kekesalan saudara-saudaranya dan mengapa dia dijual kepada rombongan orang Midian yang sedang menuju Mesir. Tetapi Tuhan menyertai Yusuf, di sana ia berhasil dan dipercaya Firaun untuk mengurus persediaan pangan. Ketika bencana kelaparan terjadi, saudara-saudaranya datang untuk membeli makanan (Kej 42:1-3). Yusuf mengenali mereka, tetapi berpura-pura tidak mengenal, lalu bertanya soal ayah atau saudara mereka. Dijawablah bahwa ayah mereka sudah tua dan masih ada anak bungsu, yang lahir di masa tuanya. Saudara kandungnya sudah lama meninggal, jadi hanya dia seorang dari ibu yang sama, sebab itu ayahnya sangat mengasihi dia (Kej. 44:20). Yusuf menuduh mereka berbohong, lalu memenjarakan mereka. Lalu didengarnya Ruben memarahi saudara-saudaranya, bahwa inilah akibat perbuatan jahat mereka dahulu kepada Yusuf. Karena ingin melihat adiknya, Yusuf menyusun rencana. Simeon tetap ditahan, yang lain dibiarkannya pulang. Yusuf tidak bersedia bertemu lagi, kecuali jika anak bungsu itu dibawa sebagai bukti kejujuran mereka. Tapi Yakub tidak mau berpisah dari Benyamin. Baru setelah persediaan makanan mulai menipis, Yehuda berhasil membujuknya, dengan janji akan membawa Benyamin pulang dan bersedia menjadi penjamin baginya (Kej 43:8-9). Ketika melihat Benyamin, Yusuf diam-diam menangis terharu, lalu memperlakukan Benyamin dengan istimewa. Saat pulang, Yusuf sengaja mengatur agar piala perak miliknya diletakkan di dalam karung Benyamin, lalu ia menyuruh orang mengejar mereka, untuk menangkap ‘pencurinya’ (Kej 44:2.10).
Alangkah terkejutnya Yusuf, melihat semua saudaranya kembali dengan jubah mereka terkoyak, siap menjadi budak untuk menemani Benyamin (Kej 44:13.16). Yehuda mendekati Yusuf dan mencoba menjelaskan situasinya kepadanya. Bahwa ayahnya berkata: “Kamu tahu bahwa isteriku melahirkan dua orang anak bagiku; yang seorang telah pergi dari sisiku; pikirku : Tentu ia telah diterkam oleh binatang buas, dan sampai sekarang aku tidak melihat dia lagi. Jika anak ini juga kamu ambil dari sisiku dan bahaya menimpanya, kamu membuat orang tua yang beruban ini meninggal dalam dukacita” (Kej 44:27b-29). Sebagai penjamin, Yehuda bersedia menggantikan Benyamin menjadi budak Yusuf, agar adiknya itu dapat pulang dengan selamat bersama semua saudaranya kepada ayahnya. Yehuda bertekad kuat memenuhi janjinya (Kej 43:32.33). Ia tidak sanggup melihat ayahnya kembali bersedih karena kehilangan Benyamin, setelah sekian lama berduka karena Yusuf (Kej 44:29.34).
Kegelapan luka hati Yusuf seakan ditembus oleh pancaran cahaya kasih di hadapan matanya. Ia tidak lagi dapat menahan perasaan hatinya, katanya: “Aku ini Yusuf, masih hidupkah ayah?” Maka terkejutlah saudara-saudaranya, mereka terperanjat dan ketakutan. Tetapi luka hati Yusuf telah terobati, ia menenangkan mereka. Peristiwa dirinya dijual ke Mesir, dimaknai sebagai bagian dari rencana ilahi, katanya : “Aku ini Yusuf, saudaramu, yang kamu jual ke Mesir. Sekarang, janganlah bersusah hati dan jangan menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini. Justru untuk menyelamatkan banyak nyawa, Allah mengutus aku mendahului kamu” (Kej. 45:4-5). Kabar gembira tentang Yusuf dan harapan bertemu dengannya lagi, mampu membangkitkan kembali semangat hidup Yakub yang telah lama padam. Kebesaran hati dari semua pihak, pada akhirnya memulihkan kembali keluarga Yakub.
Cahaya kasih yang terang menembus kegelapan hati, menyembuhkan kelemahan dan luka. Ketulusan menumbuhkan rasa percaya dan mengusir prasangka. Hati yang lapang meruntuhkan tembok penghalang, komunikasi yang baik membangun pengertian. Harapan membangkitkan semangat hidup. Kasih menghancurkan kekerasan hati, menarik pulang mereka yang telah jauh pergi. Pengorbanan diri adalah ungkapan kasih tertinggi. Yesus Kristus telah menjadi penjamin bagi orang percaya, agar memperoleh keselamatan hingga nanti di rumah Bapa. Tuhan senantiasa menyertai umat-Nya. Orang percaya diajak untuk setia dan memahami rencana Tuhan, dalam setiap pergumulan hidup mereka. Yesus mengutus para murid untuk memberitakan kabar gembira, saling berbagi, menguatkan, dan dengan sukarela mengambil bagian dalam rencana Allah mewujudkan Kerajaan Surga di bumi.
Penulis

