Menerima dan Mendengarkan Tuhan ( 20 Juli 2025 )

Renungan hari ini dari bacaan Kitab Kejadian 18:1–10 dan Injil Lukas 10:38–42. “Marta, Marta, engkau khawatir dan menyusahkan diri dengan banyak hal, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian terbaik yang tidak akan diambil dari dia” (Luk. 10:41-42). 

Dalam dua bacaan hari ini, kita melihat tokoh-tokoh yang menerima Tuhan di dalam rumah mereka. Abraham di pohon tarbantin Mamre, serta Maria dan Marta di Betania. Ketiganya menunjukkan sikap terbuka dan siap sedia saat Tuhan hadir. Abraham menyambut tiga tamu misterius dengan penuh keramahatamahan. Ia memberi mereka tempat berteduh dan makanan. Marta sibuk sekali melayani Yesus, sementara Maria duduk di kaki-Nya, mendengarkan sabda-Nya.

Ketika Maria mengeluh karena Maria membiarkan dia melayayi Yesus seorang diri, Yesus malah sepertinya memuji Maria: “Marta, Marta, engkau khawatir dan menyusahkan diri dengan banyak hal, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian terbaik yang tidak akan diambil dari dia” (Luk. 10:41-42).  Maria memilih “bagian terbaik”, yaitu mendengarkan Yesus. Maria tidak hanya menerima Yesus secara fisik, tetapi juga secara rohani. Ia memurnikan hatinya dengan duduk tenang, membuka telinga dan batinnya untuk memahami apa yang Tuhan kehendaki. Perbuatannya ini merupakan bentuk kasih dan iman yang mendalam yaitu mengutamakan hubungan dengan Tuhan lebih dari rutinitas atau kewajiban lahiriah. Maria pertama-tama mendengarkan Yesus, sehingga ia mengetahui apa yang dikehendaki Yesus dan akhirnya ia bisa melakukan apa yang dikehendaki-Nya.

Sebaliknya, Marta menunjukkan bentuk pelayanan yang aktif. Pelayanan ini bukanlah sesuatu yang buruk, tetapi ia melakukannya dengan kegelisahan dan keluhan. Ia berkata, “Tuhan, tidakkah Engkau peduli bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri?” (Luk. 10:40). Mungkin Marta belum sepenuhnya mengerti bahwa pelayanan yang sejati bukan sekadar kerja keras, tetapi kerja yang dilandasi kasih dan pengertian akan kehendak Tuhan. Bisa jadi, tanpa relasi yang mendalam dengan Tuhan, pelayanan menjadi beban, bukan sukacita.

Perlu juga diingat bahwa pelayanan adalah wujud nyata dari iman dan ibadah kita. Abraham melayani Tuhan dengan tindakan nyata, Maria dengan hati yang mendengar. Marta, meskipun keliru dalam semangatnya, tetap menunjukkan cinta melalui tindakannya. Tuhan tidak menolak pelayanan Marta, tetapi mengundang dia untuk menata hati terlebih dahulu, agar pelayanannya lahir dari relasi yang intim dengan-Nya.

Renungan hari ini mengajak kita untuk tidak memilih antara Maria atau Marta, tetapi menyatukan keduanya: mendengarkan Tuhan seperti Maria, lalu melayani dengan hati yang penuh kasih seperti Marta yang dimurnikan. Kita diundang untuk menerima Tuhan bukan hanya di ruang tamu rumah kita, tapi juga di ruang terdalam hati kita dengan telinga yang mendengar dan tangan yang melayani.

Penulis
Bible Learning Loving The Truth

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *