Renungan hari ini dari bacaan Kid. 3:1-4a; Yoh. 20:1.11-18. “Baru saja aku meninggalkan mereka, kutemui jantung hatiku, kupegang dan tak kulepaskan dia”. ( Kid. 3:4a ) |
Hubungan antara Allah dan manusia digambarkan oleh Kitab Kidung Agung 3:1-4a seperti seorang mempelai laki-laki yang selalu rindu akan mempelai perempuannya. Gambaran ini mengungkapkan kerinduan hati Allah Bapa untuk memanggil dan mengasihi kita anak-anak-Nya lebih dalam lagi. Sebaliknya kita juga memiliki kerinduan yang mendalam untuk dekat pada Tuhan lebih dalam lagi, seperti dikatakan dalam Kid. 3:4a: “Baru saja aku meninggalkan mereka, kutemui jantung hatiku, kupegang dan tak kulepaskan dia”. Tentu saja hal ini sangat memberkati dan meneguhkan kita semua yang berusaha mencari dan menemukan wajah-Nya setiap hari.
Dalam Kitab Kidung Agung sungguh tergambar jelas bagaimana perjalanan kehidupan rohani kita semua. Betapa kita sebagai manusia memiliki kerinduan yang teramat dalam untuk berjumpa dengan Tuhan setiap hari. Akan tetapi hal ini tidak selalu berjalan mulus. Dosa dan ketidakpantasan serta kemalasan dan kebosanan seringkali menghambat kita dalam usaha mencari dan menemukan Tuhan. Kesibukan pekerjaan dan kesulitan hidup seringkali membuat kita tidak dapat mengenal Tuhan secara lebih dekat.
Namun, Tuhan sungguh teramat baik bagi kita. Ia tetap setia dan berbelas kasih. Ia tetap mengasihi kita, bahkan selalu berusaha mencari dan menyelamatkan kita. Ia tidak pernah meninggalkan dan melepaskan kita barang sedetik pun. Ia bahkan selalu merangkul dan memeluk kita semua, bahkan ketika kita berdosa dan tidak layak di Hadapan-Nya. Itulah bukti betapa dalamnya Tuhan mengasihi kita dan tidak akan pernah menolak kita, sebaliknya Ia selalu menerima diri kita apa adanya dengan segala kekurangan dan kelemahan kita. Dia ingin agar kita selalu ada dalam Kasih-Nya yang teramat dalam dan intim. Sebagaimana digambarkan dalam kitab Kidung Agung yang kita baca hari ini: hubungan Allah dengan kita bagaimana hubungan mempelai pria dan mempelai wanita yang saling memadu kasih.
Maka, sudah selayaknya kita membalas cinta kasih Tuhan yang teramat dalam ini dengan mencari wajah-Nya setiap hari, dengan membaca dan merenungkan Sabda-Nya, dengan mengikuti Perayaan Ekaristi minimal setiap Hari Minggu. Kita percaya Tuhan sudah lebih dulu mengasihi kita dengan teramat dalam, maka kita pun harus mengasihi dan membalas Cinta-Nya yang teramat dalam untuk kita. Kita sebagai umat beriman juga perlu mendengarkan dan menjawab panggilan Tuhan dalam diri kita. Kasih-Nya sungguh memperbaharui dan memulihkan seluruh hidup kita, sehingga kita boleh melihat dan mengalami kehadiran Tuhan yang sungguh nyata dalam hidup kita. Seperti kata Maria Magdalena dalam Injil hari ini, “Aku telah melihat Tuhan!” (Yoh. 20:18)
Kiranya kita semua bisa lebih lagi menghargai cinta kasih Allah yang teramat dalam dengan senantiasa memberikan yang terbaik untuk-Nya dan tidak akan pernah berpaling dari pada-Nya. Kita juga diundang untuk mengasihi sesama tanpa memandang perbedaan yang ada sebagaimana Tuhan sudah lebih dulu mengasihi kita. Hal ini merupakan wujud ungkapan syukur kita atas segala kebaikan-Nya dalam hidup kita.
Penulis


2 Responses
Cinta Tuhan sungguh teramat dalam. Bisa kurasakan sungguh dalam hidupku. Kalau bisa buka hati penuh dan percaya pada kehadiranNya dan percaya bahwa Ia dapat melakukan banyak hal dalam hidupku. Seperti Maria Magdalena yg sll mencari Tuhan, dan merasa kehilanganNya. Tapi cinta Tuhan lbh besar dari rasa kehilangan kita, ia lebih susah ketika kita jauh dariNya. Tuhan ijinkan aku bisa selalu berada di dekatMu dan setia padaMu saja. Amin…
Terimakasih renungannya bro Karl🙏
Meneguhkan saat hari2 terasa berat… Ada pengingat Tuhan sll ready setiap saat, asal kita berpaling sll padaNya…
AMIN. Puji Tuhan,buat sharing-nya yang LUAR BIASA. Tetap kuat dan tetap semangat di dalam Tuhan,Mbak. Berkah Dalem! 🙏😇