Renungan hari ini dari bacaan Yohanes 11:19-27dan 1 Yohanes 4:7-16 “Allah adalah kasih, dan siapa yang tetap tinggal di dalam kasih, ia tetap tinggal di dalam Allah dan Allah di dalam dia” (1Yoh 4:16) |
Di sebuah Rumah Sakit seorang suami menunggu istrinya menjalani operasi caesar karena posisi bayinya sungsang. Air ketuban sudah pecah dan dokter mengatakan bahwa bayi dalam rahimnya dalam kondisi kritis, sedangkan istrinya pun sudah lemas,. Selama operasi berlangsung, suami tersebut berdoa dan berdoa mohon pertolongan Tuhan. Dalam doanya ia menumpahkan segala kesulitan, ketakutan, dan kebingungannya. Dia mendatangi dan mengandalkan Yesus! Ia yakin bahwa Yesus akan menberi yang terbaik melalui para dokter yang membantu operasi istrinya. Ia percaya penuh bahwa Tuhanlah yang menentukan segalanya.
Pada hari ini Gereja Katolik merayakan peringatan wajib Santa Marta, Santa Maria, dan Lazarus. Keluarga dari Betania dengan tiga anggotanya ini adalah orang-orang yang dekat dengan Yesus dan dikasihi oleh-Nya.
Lazarus dibangkitkan dari kematian, tetapi mengapa pertolongan Tuhan datang terlambat? Kalau saja Tuhan menolong tepat waktu, Lazarus tidak mati? Maria dan Marta mengalami kesedihan yang serius akibat kematian Lazarus, sedangkan Yesus datang terlambat, tidak ada gunanya lagi. Memahami kegundahan Marta, Yesus berkata, “Akulah kebangkitan dan hidup, barangsiapa percaya kepada-Ku akan hidup sekalipun ia sudah mati.”
Bagi Allah tidak ada yang mustahil, dan Allah selalu membuat segala sesuatu baik dan indah pada waktunya.
Empat hari seolah-olah Yesus datang terlambat, namun justru menjadi Kairos, menjadi waktu bagi karya keselamatan. Yesus memberi peneguhan pada Maria dan Marta serta seluruh orang beriman bahwa asal percaya atas penyelenggaraan Allah, tak ada yang terlambat. Iman Maria dan Marta sungguh nyata. Mereka tidak larut dalam kekecewaan. Sebab, mereka tahu bahwa Tuhan pasti akan menyatakan kebenaran kuasa-Nya.
Kasih dan kebenaran Yesus menyertai keluarga Maria, Marta, dan Lazarus. Empat hari sebagai waktu yang terlambat bagi manusia, menjadi berkat, Kairos, di hadapan Allah: Lazarus dibangkitan. Yesus menyatakan bahwa Ia adalah kebangkitan dan hidup. Kematian tidak dapat menaklukkan-Nya. Sebaliknya, Dialah yang menaklukkan kematian dan berkuasa atasnya. Ia juga sanggup membangkitkan orang mati. Penyataan diri inilah yang membangkitkan iman Marta. Ia mulai mengenal identitas Yesus dan percaya pada-Nya. Ini sangat luar biasa karena pengakuan iman itu muncul dari peristiwa duka.
Jika kita orang beriman, kita akan segera menjawab panggilan Tuhan walaupun kita dalam situasi yang sulit dan terbatas. Seringkali malah manusia yang terlalu banyak pertimbangan untung-rugi dalam menjalani panggilan tidak pantas dan layak bagi Tuhan.
Marta, Maria, dan Lazarus hidup saling mengasihi. Hidup yang demikian itu merupakan jalan kekekudusan yang tidak lain adalah jalan kasih. Melalui peristiwa kebangkitan Lazarus ini, kita mengetahui bahwa kasih Allah itu memberi dan memulihkan kehidupan.
Dalam bacaan kedua, Rasul Yohanes mengatakan bahwa Allah adalah kasih, “agape”. Karena itu, semua orang yang percaya lahir dari Allah dan menjadi anak-anak Allah. (1Yoh. 4:7-21). Sebagai anak-anak Allah yang mengenal Allah, orang kristen seharusnya mengasihi saudaranya, baik saudara biologis maupun saudara seiman, bahkan sesama ciptaan-Nya. Ada empat macam bentuk kasih diantara manusia yaitu: Eros, Philia, Storge dan yang tertinggi adalah Agape.Agape adalah bentuk cinta tanpa pamrih yang tidak tergantung pada kepentingan pribadi. Agape fokus pada kepedulian, pengorbanan dan pelayanan kepada orang lain tanpa memandang perbedaan atau harapan balasan. Agape menginginkan kebaikan bagi orang yang dikasihi, dan keinginan untuk berkorban baginya.
Masalahnya, apakah ada orang percaya yang dapat menerapkan kasih agape secara sempuma? Tentu merupakan suatu perjuangan! Untuk itu harus ada persekutuan (koinonia) tempat orang saling melayani, menasihati, menegur, memperbaiki kesalahan, melindungi, menguatkan, menopang, dan menolong sehingga kasih dapat menjadi sempurna. Gereja harus berperan sebagai pelopor dan teladan dalam menerapkan kasih tanpa pamrih untuk memanusiakan manusia agar citranya sebagai imago deiberkembang menjadi sempurna di dalam kasih Yesus Kristus. Akhirnya iman kepada Yesus adalah kunci untuk memperoleh kehidupan kekal, sementara kasih adalah bukti dari iman yang sejati dan buah dari hubungan dengan Allah.
“Kasih, meskipun tidak terlihat, bekerja secara diam-diam dan terus-menerus dalam jiwa, menghasilkan berbagai buah yang hanya dapat dipahami oleh Tuhan” (Santo Yohanes dari Salib).
Penulis


8 Responses
Teguhkanlah imanku, ….,
agar aku pun dapat mengakui seperti Marta:
*“Ya, Tuhan, aku percaya bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, yang akan datang ke dunia.”*
Di saat duka, keraguan, atau ketidakmengertianku,
ingatkanlah aku bahwa kuasa-Mu mengalahkan maut.
Ajarku untuk bersandar pada janji-Mu,
bahwa kebangkitan-Mu adalah jaminan hidupku yang kekal.
Ampunilah jika kadang hatiku ragu.
Penuhilah diriku dengan pengharapan yang tak tergoyahkan,
sebab Engkaulah jalan kepada Bapa,
sumber kehidupan sejati. 𝘈𝘮𝘪𝘯.
𝘛𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘴𝘪𝘴 𝘓𝘶𝘤𝘪𝘢 𝘢𝘵𝘢𝘴 𝘳𝘦𝘯𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢.
Puji Tuhan. Terimakasih banyak atas support- nya yg selalu memberi semangat baru dalam mengikuti Tuhan.
Syukur kepada Tuhan atas kasih yg dilimpahkan-Nya pada saya melalui kak Nina. Tuhan memberjati. ♥️♥️
Terima kasih Sis Lucia buat renungannya yang sangat meneguhkan.
Sungguh nyata Kasih Allah dalam hidup orang yang percaya.
Sebagaimana Marta yang juga percaya bahwa Yesus mampu membangkitkan Lasarus maka kitapun diminta dengan penuh iman bahwa Yesus pun mampu mengatasi segala kesulitan dan penderitaan yang kita alami karena Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Tuhan Memberkati 🙏🩷😇🥰
Shalom sis Yulia. Terimakasih banyak atas dukungannya. Tuhan telah menggerakkan sis Yulia untuk berikan spirit pada sesama. Tuhan memberkati.
Syukur kepada Tuhan atas kasih yg dilimpahkan-Nya pada saya melalui kak Nina. Tuhan memberjati. ♥️♥️
Tuhan Yesus terima kasih, karena Engkau sudah terlebih dahulu mengasihiku sehingga aku dapat mengasihi orang lain.
terima kasih renungannya bu Lucia
Puji Tuhan Yesus Baik