Iman Sebesar Biji Sesawi ( 9 Agustus 2025 )

Renungan hari ini dari bacaan Kitab Ulangan 6: 4-13 dan Injil Matius 17: 14-20. โ€œSebab, sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung itu akan pindah, dan tidak akan ada yang mustahil bagimuโ€ (Mat 17: 20b)

Motor atau mobil jika jarang digunakan serta jarang dipanasi, lama-lama tidak akan kuat di-stater karena kekuatan baterainya menurun. Bahkan bisa mati total. Begitu juga dengan iman dan kehidupan rohani kita. Kadang kita sudah rajin ke gereja, rajin membaca Kitab Suci, bahkan mengajar Kitab Suci, dan liturgi dan sakramen-sakramen pun sudah kita jalani dan terima sebagaimana mestinya, tetapi hasilnya seperti tidak ada. Lalu di mana letak kekurangan atau kesalahannya?

Mungkin kita mengatakan, โ€œKita hanyalah โ€œorang-orang biasa!โ€. Namun, bukankah Petrus juga orang biasa-biasa saja sebelum peristiwa Pentakosta? Dia hanyalah seorang (mantan) nelayan. Akan tetapi, setelah dia menerima Roh Kudus, Petrus  mampu menobatkan tiga ribu orang sekaligus yang mendengarkan khotbahnya yang dipenuhi rahmat (Kis. 2:41).

Para murid bertanya kepada Yesus, โ€œMengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?โ€ Jawab Yesus, โ€œKarena kamu kurang percaya.โ€ Namun, Ia membantu para murid dari rasa bersalah atau โ€œminderโ€ menuju pengharapan: โ€œSebab, sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung itu akan pindah, dan tidak akan ada yang mustahil bagimuโ€ (Mat. 17:20b).

Janji ini berlaku juga bagi kita semua, para murid-Nya pada zaman sekarang. Terkadang kekhawatiran dan kegelisahan kita dapat memperlemah iman kita. Pengharapan kita dapat menyusut cepat dan membuat kita merasa tak berdaya ketika menghadapi situasi yang sulit. Pergumulan, penyakit, hinaan dari orang lain, fitnah, dll. Membuat kita merasa jauh dari Tuhan. Pada saat-saat seperti inilah kita diingatkan pada janji Yesus: Apabila kita mempunyai iman sebesar biji sesawi saja.

Bagaimana kita memelihara dan mempertahankan iman kita, bahkan yang sekecil biji sesawi itu? Iman adalah karunia Allah, namun tetap menuntut tanggapan dari pihak kita. Untuk membangun iman, kita datang ke hadapan hadirat-Nya dalam doa-doa kita (disiplin rohani), membangun relasi lebih dalam dan secara terus-menerus. Dalam doa hening kita membuang segala pelanturan atau distraksi yang mengganggu konsentrasi kita, dan kemudian kita memusatkan hati dan pikiran kita pada Yesus saja. Kita berusaha merasakan cintakasih-Nya yang mendalam dan mengandalkan Dia dalam segala tugas misi kita di dunia.

Ingatlah pesan Musa dalam Ul. 6:4: โ€œDengarlah, hai orang Israel: TUHANlah Allah kita, TUHAN itu esa (satu saja)! Bila manusia percaya kepada Allah yang esa, mahakuasa, dan memberikan hati, jiwa, dan kekuatannya, mereka tidak akan mencari kekuatan-kekuatan yang lain: dukun, kekuatan gaib, jimat-jimat, dan lain-lain. Kepercayaan (ikatan/kesatuan yang penuh) kepada Kristus, membuat diri kita bersatu dan mendapat kekuatan ilahi yang ada dalam diri Yesus secara penuh. Karunia Roh Kudus yang kita peroleh dari Dia, akan memampukan kita mengusir setan.

Marilah kita berusaha mempunyai iman yang makin lama makin bertumbuh sebesar tanaman sesawi yang besar dan kuat dengan membangun kehidupan doa yang baik, kedalaman relasi hanya pada Tuhan, dan mengandalkan Tuhan semata.

Penulis

21 Responses

  1. ๐˜›๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ช๐˜ด ๐˜Œ๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ, dimana dalam Kitab Ulangan,
    kami diingatkan untuk mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati,
    jiwa, dan kekuatan kami.
    meletakkan-Tuhan sebagai yang utama dalam hidup,
    dan setia mewariskan iman kepada generasi berikut.

    Dalam Injil Matius , Tuhan menegur kelemahan iman kami
    yang sering goyah menghadapi ujian.
    Seperti biji sesawi, tanamkanlah iman yang kecil namun teguh dalam hati kami,
    agar kami percaya bahwa tak ada yang mustahil bagi-Tuhan. Tuhan sumber kekuatan sejati….

    Mohon tuntunan Roh Kudus,
    tuntunlah langkah kami dalam ketaatan dan pengharapan,
    supaya dalam setiap pergumulan,
    iman kami tak pernah surut,
    tetap kokoh berakar, bertumbuh…. pada kasih-Mu.

    ๐‘ป๐’†๐’“๐’Š๐’Ž๐’‚๐’Œ๐’‚๐’”๐’Š๐’‰,๐’–๐’๐’•๐’–๐’Œ ๐’“๐’†๐’๐’–๐’๐’ˆ๐’‚๐’๐’๐’š๐’‚. ๐‘ป๐’†๐’“๐’–๐’” ๐’ƒ๐’†๐’“๐’Œ๐’‚๐’“๐’š๐’‚ ๐’…๐’‚๐’ ๐‘ป๐’–๐’‰๐’‚๐’ ๐’Ž๐’†๐’Ž๐’ƒ๐’†๐’“๐’Œ๐’‚๐’•๐’Š ๐’”๐’Š๐’” ๐‘ฌ๐’๐’๐’š.
    ~๐’.๐’Š๐’„๐’‰๐’”๐’‚๐’~

    1. Terimakasih mama untuk renungannya โค๏ธ๐Ÿ™

      Renungan ini sangat bermanfaat untuk membangkitkan sikap percaya Iman dengan Tuhan Allah, Tritunggal Maha Kudus, namun perlu dilengkapi dengan:

      Pemahaman bahwa iman tidak membatalkan kedaulatan Allah.

      “Iman adalah kepercayaan terhadap kuasa Allah, dan jalan menyerahkan kendali hidup, pikiran, jiwa, dan raga kepada-Nya.” โ€” Oswald Chambers

      Tuhan Yesus Kristus memberkati ๐Ÿ™

  2. Apakah saya dapat mempercayai Tuhan dalam situasi sulit? Atau mempercayai diri sendiri dalam menghadapi situasi sulit? Iman sebesar biji sesawi mengingatkan bahwa iman tidak harus besar dalam ukuran tapi punya dampak besar dalam kehidupan.

  3. Bahkan iman sebesar biji sesawi pun dapat memindahkan gunung. Tidak ada yang mustahil jika kita percaya pada Yesus.
    Renungannya sangat memberkati. Mengingatkan kita akan iman kepada Yesus. Dalam keadaan apapun, membuat kita memiliki relasi yg lbh dekat dg Yesus. Semoga iman ku selalu bertumbuh dalam kasih dan kebaikan Yesus Kristus, Amin.

  4. Renungannya sangat menguatkan
    Dalam menghadapi masalah kadang iman jadi lemah, merasa ditinggal oleh Tuhan
    Padahal tidak ternyata tidak Tuhan selalu menyertai kita dan sslalu membuat kita bsrtambah kuat, iman yg dapat memindahkan ‘gunung’ atau problem kita , menjadi pengalaman berharga bagi hidup kita. Swpweti Petrus seorang nelayan dwngannpengalaman iman simbing Kristus jadi pemimpin gerwja perdana dan walkil Tuhan Yesus.
    Terima bu Enny

  5. Terima kร sih Sis Enny buat renungannya yang sangat memberkati .
    Iman sebesar biji sawi merujuk pada keyakinan atau kepercayaan yang kecil namun memiliki potensi besar untuk bertumbuh dan menghasilkan dampak yang signifikan. Perumpamaan ini sering digunakan untuk menggambarkan kekuatan iman yang sejati, meskipun mungkin terlihat kecil atau sederhana pada awalnya.
    Kiranya kita semua memiliki iman yang terus bertumbuh dan berbuah pada akhirnya menjadi berkat demi Kemuliaan Tuhan.
    Tuhan Memberkati ๐Ÿ™๐Ÿฉท๐Ÿ˜‡๐Ÿฅฐ๐Ÿ’

  6. Terimakasih Bu Enny untuk renungannya, sungguh memberkati. ๐Ÿ™
    Percaya akan hadirnya Kristus dalam hidupku, selalu mengandalkan Dia yang adalah sang Juru Selamat.
    Tuhan, semoga imanku semakin kuat, semakin dekat kepadaMu, menjadi tanaman yang bertumbuh dan bisa membawa berkat bagi banyak orang di sekitar.
    Tuhan memberkati ๐Ÿ˜‡๐Ÿ™

  7. Trima kasih Sis Enny, atas permenungan yang sungguh menguatkan iman kpd Kristus, khususnya pada kalimat ini”Iman adalah karunia Allah, namun tetap menuntut “tanggapan” dari pihak kita” jadi teringat akan Sabda Tuhan yang berbicara tentang iman tanpa perbuatan adalah Mati, (Yakobus 2:26). Ayat ini menyatakan, “Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.”. Ayat ini menekankan bahwa iman yang sejati selalu menghasilkan perbuatan nyata, bukan hanya sekadar “keyakinan”,memerlukan “tindakan aktif” dari orang yang mengimani Kristus sebagai Tuhan dan Jurus Selamat.Berkah Dalem.Trima kasih Loving the Truth.

  8. Terima kasih untuk renungannya Sis Enny. Sungguh memberkati, memberi peneguhan bahwa meskipun dg iman sebiji sesawi saja kita dpt terus menaruh pengharapan bahwa rencana Tuhan atas hidup kita adalah terbaik dan terindah, untuk membentuk pribadi kita semakin serupa Kristus yg adalah Juru Selamat dan Perantara kita. ๐Ÿ™

  9. Terima kasih utk renungannya. Sungguh memberi peneguhan bahwa meskipun dg iman sebiji sesawi saja kita dpt terus menaruh pengharapan bahwa rencana Tuhan atas hidup kita adalah terbaik dan terindah, untuk membentuk pribadi kita semakin serupa Kristus yg adalah Juru Selamat dan Perantara kita. ๐Ÿ™

  10. AMIN. Luar Biasa,Mbak. Sangat menguatkan dan meneguhkan kita semua yang baca,Mbak. Tetap kuat dan tetap semangat di dalam Tuhan,Mbak. Dan tetap setia melayani. Berkah Dalem! ๐Ÿ™๐Ÿ˜‡

  11. Firman Tuhan yang semakin menguatkan , semakin membuat saya bisa bersyukur walaupun hanya memiliki iman sebesar biji sesawi tetapi ternyata bisa memindahkan gunung-gunung persoalan kita. Percaya pada Tuhan bahwa hanya Dia satu-satunya penolong hidup kita .
    Terimakasih Ibu Enny untuk renungannya..Tuhan Memberkati.

  12. 888slot รกp dแปฅng cรดng nghแป‡ blockchain ฤ‘แปƒ minh bแบกch lแป‹ch sแปญ giao dแป‹ch โ€“ mแปi thแปฉ ฤ‘แปu cรณ thแปƒ truy xuแบฅt rรต rร ng. TONY01-07O

  13. The sincerity threaded all through this piece is exactly the kind of thing that keeps my belief in good writing alive. This handed me the room to slow down and think and that unexpected stillness was exactly the thing I had been missing. Keep trusting your gut because writing this heartfelt is clear proof that you are standing exactly where you are meant to be.

  14. You took a topic that could have gone dull and filled it with such life that I never once wanted to look away from it. What struck me most is how you found something fresh and alive within a subject others had long treated as tired. Keep trusting your gut because writing this heartfelt is clear proof that you are standing exactly where you are meant to be.

  15. I felt my thoughts settle as I read because your patient reassuring voice made the whole subject feel entirely doable. This gave me the space to slow down and reflect and that unexpected quiet was exactly the thing I had been missing. Here is to so many more pieces just like this one and to the beautiful momentum you are so plainly building already.

  16. I have combed through so much thin content this month that arriving at something this rich felt almost like a gift. Your thoughtful structure meant I never had to loop back just to work out where you were carefully guiding me next. Keep trusting your instincts because writing this heartfelt is clear proof that you are standing right where you belong.

  17. It is honestly rare to come across a post this warm and this useful sitting together in one calm patient reading. What struck me most is how you found something fresh and alive within a subject others had long treated as tired. I am leaving here recharged and ready to move so thank you sincerely for the honest spark of motivation you handed me.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *