Kembangkanlah Talentamu dengan Tekun ( 30 Agustus 2025 )

Renungan hari ini dari bacaan 1Tesalonika 4:9-11dan Matius 25:14-30. “Sebab, setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Namun, siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil darinya.” (Mat. 25:29)

Pada bacaan pertama hari ini, Paulus menasihati para jemaat di Korintus untuk selalu bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan. Walaupun memiliki berbagai keterbatasan dan kekurangan mereka tidak boleh menjadi rendah diri, minder, takut untuk berkarya. Keterbatasan itu justru harus memacu kesadaran mereka untuk selalu bersyukur dan kepada Tuhan. Jemaat diingatkan untuk bekerja lebih serius untuk memuliakan Tuhan bukan untuk kemegahan diri mereka sendiri. Paulus menasihati jemaat untuk senantiasa rendah hati, tidak menyombongkan diri, dan melakukan segala sesuatu hanya untuk memuliakan Tuhan. Semua orang dipanggil dan diberikan kesempatan, berkat, dan anugerah untuk melakukan sesuatu mulai dari hal-hal kecil hingga besar demi kemuliaan nama-Nya.

Semangat inilah yang dimaksudkan Yesus dalam perumpamaan tentang talenta (Mat. 25:14-30). Setiap manusia pasti dianugerahi potensi dan kemampuan oleh Tuhan. Yesus menekankan pentingnya kesadaran untuk bersyukur yang akan mendorong setiap orang untuk mengembangkan dirinya secara maksimal. Pengembangan diri merupakan salah satu  cara kita menghargai anugerah Tuhan. Dalam perumpamaan tentang talenta, setiap hamba diberikan talenta oleh tuannya. Ada hamba yang mengembangkannya, ada pula yang tidak mempergunakannya sama sekali. Hamba yang menguburkan talentanya dicampakkan Tuhan ke dalam kegelapan yang paling gelap. Sementara hamba-hamba yang mempunyai keinginan untuk melipatgandakan talenta mendapatkan kebahagiaan bersama Tuhan.

Dalam dunia modern dewasa ini, orang berpacu untuk mengembangkan diri dalam segala hal.  Orang yang tidak mampu mengembangkan dirinya akan mengalami ketertinggalan, sedangkan orang yang berhasil mengembangkan potensinya jangan berpuas diri karena semua itu adalah pemberian Tuhan. Setiap orang ditantang untuk mengembangkan potensi dan talenta dengan semangat kasih. Tuhan tidak menyukai sikap suam-suam kuku sebagaimana ditunjukkan oleh hamba yang tidak mau berusaha untuk mengembangkan talentanya sehingga potensi dan peluang-peluang itu bisa hilang ataupun tidak bertumbuh karena tidak diberdayakan. Diperlukan ketekunan untuk terus berusaha secara aktif mengembangkan talenta yang dianugerahkan Tuhan meskipun menghadapi keadaan sulit tanpa kepastiaan. Ketekunan itu juga mengandaikan kesabaran untuk selalu berjuang menghasilkan buah.

Seringkali diri kita tidak berkembang karena ragu dengan kemampuan diri sendiri, dan menilai negatif diri kita. Ada pula orang yang suka mengkritik orang lain, karena ia  tidak mampu menerima dirinya sendiri dengan baik, sehingga semuanya dipandang negatif. Untuk itu kita perlu mengubah cara pikir  dan  cara pandang kita, yang merupakan langkah utama dalam pengembangan talenta. Jika talenta tidak dikembangkan, kita akan makin menjauhi dan menolak berkat Tuhan. Kita harus bersyukur senantiasa atas hidup dan berkat yang telah kita terima dan rasa syukur itu akan membuat hidup kita berkelimpahan.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *