| Renungan hari ini dari bacaan 2Samuel 5: 1 – 5; Lukas 23: 35 – 43. “Telah lama, ketika Saul memerintah atas kami, engkaulah yang memimpin segala gerakan orang Israel. TUHAN telah berfirman kepadamu: Engkaulah yang harus menggembalakan umat-Ku Israel, dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel.” (2Samuel 5:2). |
Pada saat pandemi Covid-19, ada warga jemaat yang terpapar dan kondisinya sangat parah. Dalam kesendirian di ruang isolasi rumah sakit, dengan napas yang tersengal-sengal dia berdoa kepada Tuhan. Ia pasrah jika Tuhan memanggilnya. Ia memohon pengampunan karena selama hidupnya sebagai orang Kristen, ia tidak pernah ke gereja, membaca Alkitab, maupun berdoa. Dia bekerja selama ini dengan melakukan banyak perbuatan tidak jujur. Setelah berdoa dia merasakan kedamaian yang luar biasa. Dia merasakan jamahan tangan Tuhan dan berpasrah diri dan siap jika Tuhan memanggilnya. Namun, ternyata Tuhan memberi dia kesempatan untuk hidup lebih lama, dan ia sembuh total. Pada saat itulah ia mempersembahkan seluruh hidupnya untuk ambil bagian dalam karya pelayanan Tuhan.
Tuhan berkenan memilih kita, dan kita tidak bisa meminta, karena pilihan itu adalah hak prerogatif Tuhan yang memberikan keselamatan bagi manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa.
Daud, yang pada awalnya berprofesi sebagai gembala, telah dipilih Tuhan menjadi Gembala bagi Umat Israel. “……..Engkaulah yang harus menggembalakan umat-Ku Israel, dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel.(2Samuel 5: 2). Daud tidak meminta jabatan tersebut, dia terpilih di antara saudara-saudaranya yang memiliki kemampuan dan penampilan jauh di atas Daud. Namun, dengan kesederhanaan, keyakinan, dan ketaatannya, Tuhan berkenan memilih Daud.
Demikian pula salah satu penjahat yang disalib bersama Tuhan Yesus, pada detik-detik terakhir kematiannya, dia mengakui bahwa orang yang disalib bersamanya bukanlah manusia biasa. Da yakin Yesus tidak bersalah dan percaya bahwa Tuhan Yesus yang disalib bersamanya adalah Anak Allah, yang mati karena menanggung dosa manusia. Anugerah Tuhan turun bagi penjahat tersebut dan Tuhan Yesus mengajak dia bersama-Nya ke dalam Firdaus. Kata Yesus kepadanya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus” (Lukas 23:43).
Pada saat Tuhan berkenan memilih dan memanggil kita, segeralah merespons secara positif, yaitu mendengarkan dan melakukan apa yang dikehendaki-Nya. Hendaknya kita tidak menunda panggilan-Nya, karena kesempatan tidak datang dua kali. Ingatlah bahwa usia kita di dunia sangat terbatas. Pakailah kesempatan yang diberikan Tuhan kepada kita untuk melayani dan berbuat baik, untuk memuji dan memuliakan Nama Tuhan.
TUHAN YESUS KRISTUS, berikanlah hikmat kepada hamba, agar hamba bisa merespons panggilan-Mu.

2 Responses
pxpqfa
playpal77 https://www.playpal77sy.org