Orang Pinggiran dalam Pusat Keselamatan Allah ( 24 Desember 2025 )

Renungan hari ini dari bacaan Yesaya 62:1-5; Matius 1:1-25. “Engkau akan menjadi mahkota keagungan di tangan TUHAN dan serban kerajaan di tangan Allahmu” (Yes. 62:3).

Ada benang merah yang menghubungkan nubuat Yesaya dan kisah kelahiran Yesus dalam Injil Matius: Allah menyelamatkan manusia dengan cara yang tidak terduga, dan melalui orang-orang yang tak disangka-sangka.

Yesaya 62 berbicara tentang sebuah bangsa yang pernah hancur, dipermalukan, dan kehilangan nama baik. Israel digambarkan seperti mempelai perempuan yang ditinggalkan dan tidak diinginkan. Namun, Allah mau dan sanggup memulihkan.

“Engkau akan menjadi mahkota keagungan di tangan TUHAN dan serban kerajaan di tangan Allahmu” (Yes. 62:3). Ini adalah sebuah janji pemulihan. Allah mengasihi manusia dan mau menunjukkan bahwa identitas umat-Nya bukan ditentukan oleh sejarah kegagalan mereka, tetapi oleh kasih setia-Nya.

Untuk melaksanakan rencana pemulihan umat manusia yang telah gagal tersebut, Allah memakai berbagai jenis manusia, bahkan manusia-manusia yang tampaknya tidak mungkin terlibat dalam rencana Allah.

Kita dapat melihat silsilah Yesus tidak hanya berisi para pahlawan rohani seperti Abraham, tetapi juga tokoh-tokoh yang tidak sempurna. Bahkan ada orang-orang yang dianggap tersisihkan, seperti perempuan dan orang asing.

Budaya patriakhal Yahudi pada masa itu biasanya tidak memperhitungkan Perempuan apa lagi orang asing yang sering kali dianggap orang luar atau bahkan kafir. Tetapi, ada lima nama perempuan yang terlibat: Tamar, perempuan Kanaan yang menyamar sebagai pelacur demi memperjuangkan haknya, karena Yehuda tidak menepati janjinya. Rahab, pelacur dari kota Yerikho, seorang asing dan kafir.
Ruth, perempuan Moab, bangsa yang sering dipandang rendah dan dianggap najis.
Batsyeba yang ditulis sebagai “Istri Uria,” untuk mengingatkan akan dosa moral Daud dan penyalahgunaan kekuasaan. Lalu Maria, gadis desa sederhana yang hamil sebelum pernikahan, di mana secara sosial dianggap memalukan.

Tentu pencantuman nama-nama ini memiliki maksud. Allah sengaja memasukkan orang-orang yang tidak diperhitungkan oleh masyarakat pada saat itu: perempuan, bangsa non-Yahudi/kafir, orang berdosa, korban ketidakadilan, ke dalam garis rencana keselamatan.

Rencana keselamatan Allah tidak pernah hanya untuk satu kelompok, tetapi merangkul semua golongan. Ia adalah Allah yang inklusif dan menembus tembok-tembok batasan yang dibangun oleh standar manusia.

Jadi jika saat ini kita bukanlah siapa-siapa, orang yang tidak diperhitungkan di masyarakat, atau pernah melakukan kesalahan di masa lalu. Allah masih membuka pintu anugerah-Nya. Kita masih bisa terlibat dalam rencana keselamatan Allah, seperti Daud yang pernah salah, Rahab yang pernah menjadi pelacur, atau pun seperti Maria seorang gadis muda sederhana.

Israel, yang dibuang dan dipermalukan, Allah pulihkan menjadi “mahkota keagungan di tangan TUHAN”. Para perempuan yang terpinggirkan oleh sistem budaya, dijadikan bagian dari keturunan yang melahirkan Juruselamat. Bangsa asing non-Yahudi, dilibatkan dalam rencana keselamatan-Nya bagi semua umat manusia.

Karena itu, kita pun sekarang, harus memiliki cara pandang seperti ini. Allah dapat memberi kesempatan kedua bagi orang-orang yang memiliki masa lalu tidak sempurna. Jangan meremehkan mereka yang terpinggirkan, tetapi rangkullah orang miskin, kaum minoritas, perempuan atau mereka yang berbeda dengan kita, karena Allah juga mengasihi dan merangkul mereka.

Allah memakai orang-orang yang rusak, terluka, dan dipinggirkan. Jika Allah bisa memakai Tamar, Rahab, Ruth, Batsyeba, dan Maria, Ia juga bisa memakai single parent, korban KDRT, orang miskin atau orang yang tidak berpendidikan tinggi. Tidak ada orang yang terlalu hina untuk Allah pakai melayani-Nya, atau terlalu jauh untuk disentuh oleh kasih Allah.

Allah membangun kerajaan-Nya bukan dengan batu-batu pilihan menurut standar manusia, tetapi dengan batu-batu yang pecah, namun mau dipulihkan dan dipakai dalam rencana-Nya.

Penulis
Bible Learning Loving The Truth

2 Responses

  1. Nhiều người vẫn hiểu lầm rằng tất cả các trang nhà cái đổi thưởng đều là cờ bạc trá hình và bất hợp pháp. Thực tế, 888slot hoạt động dưới sự giám sát của các tổ chức cấp phép uy tín trong ngành iGaming quốc tế. Nền tảng này tuân thủ nghiêm ngặt các quy định về chống rửa tiền, bảo vệ người chơi và chơi game có trách nhiệm. TONY01-13

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *