SIAPA PEDULI? ( 28 Desember 2025 )

bacaan hari ini dari bacaan : Sirakh 3:2-14; Matius 2:13-23.”Anakku, tolonglah ayahmu pada masa tuanya, dan jangan menyakiti hatinya sepanjang hidupnya” (Sir. 3:12).

Hari ini kita merayakan Pesta Keluarga Kudus. Pada hari ini kita semua mengetahui betapa banyak keluarga Kristiani yang kondisinya sedang tidak baik-baik saja. Kita melihat betapa lebih banyak anak daripada sebelumnya yang diasuh oleh orang lain selain orang tua mereka sendiri. Lebih banyak orang lanjut usia yang diasuh oleh orang selain anak-anak mereka sendiri pada waktu lain dalam sejarah. Tren ini tidak seluruhnya buruk. Sebagian dari perawatan untuk anak-anak dan orang lanjut usia ini berpusat pada Kristus. Ini adalah ungkapan belas kasihan bagi mereka yang berada dalam keadaan sulit. Namun demikian, rencana Tuhan secara umum adalah agar orang tua menjadi pengasuh utama bagi anak-anak mereka dan anak-anak bagi orang tua mereka.

Tentu saja kita sebagai anak harus memberikan perawatan yang terbaik untuk orang tua kita, terutama bila orang tua kita telah memasuki masa lanjut usia (lansia). Hal ini ditegaskan dalam Bacaan Kitab Putra Sirakh hari ini. “Anakku, tolonglah ayahmu pada masa tuanya, dan jangan menyakiti hatinya sepanjang hidupnya. Bahkan kalau daya pikirnya menurun, hendaklah engkau memakluminya; engkau memang kuat, tetapi jangan lalu menistakannya. Kemurahan hati kepada ayah tidak akan terlupakan, tetapi diperhitungkan sebagai ampunan atas dosa-dosamu” (Sir. 3:12-14).

Perawatan ini secara manusiawi mustahil untuk diberikan. Ini dapat memotivasi kita untuk berseru kepada Tuhan dan menerima karunia kasih tanpa syarat-Nya. Tentu saja hal tersebut akan menjadikan keluarga kita sebagai keluarga kudus. Agar keluarga kita menjadi kudus, kita perlu “mengubah hati bapa-bapa kepada anak-anak mereka dan hati anak-anak kepada bapa-bapa mereka” (Mal. 3:24). Kemudian mereka akan saling memperhatikan dan mendoakan satu sama lain dan oleh kasih karunia Allah menjadi kudus.

Sebagaimana Herodes berusaha menghancurkan Keluarga Kudus, demikian pula Herodes-Herodes baru berusaha menghancurkan keluarga kita dan kekudusannya. Hal ini dinyatakan dalam Bacaan Injil Matius hari ini. “Setelah orang-orang majus itu berangkat, tampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata, “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia” (Mat. 2:13).

Mari kita senantiasa berusaha melindungi keluarga kita dengan mengasihi orang tua dan anak-anak kita tanpa syarat dengan penuh ketulusan dan keikhlasan. Jadilah Keluarga Kudus Nazareth masa kini. Tuhan Yesus Memberkati seluruh keluarga kita di mana pun kita berada.

Penulis

2 Responses

  1. Keluarga Kudus Nazareth adalah teladan hidup ideal dalam berkeluarga. Dimana ada kasih di situ ada relasi mendalam yang mempersatukan. Terimakasih renungannya bro Karl… Berkah Dalem…🙏😇

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *