| Renungan hari ini dari bacaan Bilangan 6:22-27; Lukas 2:16-21.“TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau’; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera” (Bil. 6:24-26). |
Saatnya kita berada di titik peralihan, mengakhiri tahun 2025 dan mengawali tahun 2026. Inilah saat berhenti sejenak untuk menoleh ke belakang, melihat kembali apa yang telah terjadi dan kita buat di tahun 2025. Mungkin yang paling mudah diingat adalah malapetaka, banjir, tanah longsor, kegagalan-kegagalan, yang mengundang banyak kedihan dan kekecewaan. Mungkin pula ada yang lebih positif dalam memandang, sehingga yang diperhatikan adalah keberhasilan dan pencapaian-pencapaian yang diraih di tahun 2025. Semua itu tentu mendatangkan suka cita. Namun, kesedihan dan kekecewaan, suka cita dan kegembiraan, semuanya berlangsung hanya beberapa saat dan silih berganti. Sebab, dalam hidup ini sepertinya tidak ada yang tetap, yang ada hanya perubahan. Betapa malangnya kita, apabila kita berpaut, terikat kuat pada kegagalan atau pencapaian di masa lalu.
Saatnya kita menatap ke depan, tentu saja dengan penuh harapan dan cahaya iman. Apa yang terjadi di tahun 2025 dan ramalan-ramalan yang disampaikan oleh orang-orang yang mengaku mendapat ilham khusus, bisa jadi membuat kegelisahan dan kecemasan menyekat dada kita dalam menyongsong tahun 2026. Krisis ekonomi, kerusakan ekologis, konflik sosial, pejabat negara yang hanya memikirkan kemakmuran dirinya sendiri, mengikis harapan akan masa-masa yang cerah. Haruskah demikian?
Kita seakan berada di tepi sungai kehidupan, untuk menyeberang ke tepian yang lain. Kita dipanggil untuk menyeberang, seperti Abraham yang dipanggilkan untuk meninggalkan Haran, masa lalunya, guna menyongsong masa depan yang serba tidak jelas. Namun, kegelapan itu tidak perlu membuat kita takut melangkah. Sebab, kita tahu bahwa kita tidak melangkah sendirian. Kita memang tidak tahu pasti apa yang akan terjadi dan menimpa kita, meskipun kita sudah membuat perencanaan yang matang. Namun, satu hal yang pasti ialah bahwa bersama Tuhan kita akan melangkah dengan pasti dan aman.
Dari sebab itu, di awal tahun baru 2026 ini, yang kita mohon kepada Tuhan kiranya bukan pertama-tama kekayaan atau keberhasilan yang spektakuler, bukan pula kebebasan dari malapetaka atau situasi yang serba indah. Sebab, semuanya itu dapat mendatangkan suka cita atau duka cita, yang hanya sesaat dan akan silih berganti tergantung bagaimana kita menyikapinya. Yang patut kita mohon adalah isi berkat yang disampaikan Tuhan kepada Musa: TUHAN memberkati dan melindungi kita, menyinari kita dengan wajah-Nya dan memberi kita kasih karunia; menghadapkan wajah-Nya kepada kita dan memberi damai sejahtera (Bil. 6:24-26).
Ketika Allah menghadapkan wajah-Nya, memandang kita, kita mendapat jaminan kehadiran-Nya, mendapat kepastian bahwa Ia hadir dalam hidup kita. Kehadiran-Nya tidak membuat hidup kita tanpa masalah, tanpa keberhasilan dan kegagalan, melainkan memberikan keyakinan bahwa kita tidak sendirian. Ketika berhasil, kita tidak menjadi sombong, ketika gagal kita tidak putus asa, ketika mendapat kesulitan dan ditinggalkan kita tidak merasa sendirian. Sebab, selalu ada Dia yang hadir, yang melihat, dan menjaga kita, serta berjalan bersama kita.
Kehadiran-Nya mungkin tidak seperti yang kita duga, sebagaimana dialami oleh para gembala. Mereka hanya melihat seorang bayi yang berbaring di dalam palungan: lemah dan sederhana (Luk. 2:16). Kehadiran-Nya tidak mampu menghapus krisis ekonomi dan keserakahan para pejabat yang merampok kekayaan negara. Namun, kehadiran-Nya akan mendatangkan suka cita yang tidak bisa direbut oleh kegelapan dunia dan memungkinkan kita merasa aman dan damai sejahtera meski dalam situasi sulit. Kehadiran-Nya akan memampukan kita melihat dunia dengan perspektif baru, dalam terang kasih-Nya.
Selamat Tahun Baru 2026. Mari kita serahkan seluruh keberadaan dan harapan kita kepada TUHAN

satu Respon
Happy New Year 2026, Pak Paskalis✨ Thank you for inspiring us to love our God through His Word 😇