Tenanglah, ini Aku; jangan takut! ( 7 Januari 2026 )

Renungan hari ini dari bacaan 1 Yohanes 4:11-18; Markus 6:45 – 52.”Allah adalah kasih, dan siapa yang tetap tinggal di dalam kasih, ia tetap tinggal di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Di dalam kasih tidak ada ketakutan: Kasih yang sempurna  melenyapkan ketakutan. Sebab, ketakutan mengandung hukuman, dan siapa yang takut, ia tidak sempurna di dalam kasih ” (1Yoh. 4:16b.18)

Injil Markus hari ini menampilkan kisah tentang para murid  yang dilanda angin sakal dalam perjalanan mereka tanpa Yesus. Mereka berada dalam kepanikan dan ketakutan ketika angin sakal mengombang-ambingkan perahu mereka. Dalam situasi yang gelap dan penuh kesulitan, Yesus mendatangi mereka dengan berjalan di atas air, dan naik ke perahu. Angin pun reda. Namun, para murid tidak mengerti dan tidak mampu melihat kehadiran Yesus. Mereka berteriak karena mengira bahwa yang datang itu adalah hantu. Tak pernah  mereka membayangkan bahwa Yesus  akan mendatangi mereka dengan cara seperti itu. Kehadiran Yesus yang tak terduga itu akhirnya menenangkan mereka. Namun, para murid masih bingung dan tercengang. Pengalaman bersama Yesus sebelumnya belum cukup membuat mereka mengerti dan mempercayai kuasa Tuhan Yesus.

Dalam perjalanan hidup, kita  juga sering menghadapi gelombang dan badai yang kadang membuat kita merasa seperti berada dalam suasana malam yang gelap dan menakutkan. Setiap orang memiliki ketakutan dan mengalami kegalauan, ketidaktenangan yang dapat disebabkan karena berbagai faktor dan situasi. Kadang rasa takut yang berlebihan membuat kita menjauh dari Tuhan dan tidak dapat melihat serta menyadari kehadiran Tuhan. Bahkan, kita bisa mudah berprasangka buruk, karena pikiran dan hati dipenuhi oleh banyak hal-hal negatif dan kecemburuan sehingga hidup menjadi tidak tenang dan sulit melihat kebaikan yang telah Tuhan perlihatkan kepada kita. Kasih Tuhan Yesus tidak akan membiarkan kita berjalan sendirian ketika sedang berjuang dengan susah payah dalam mengendalikan biduk kita karena derasnya terpaan angin sakal. Yesus dengan kuasa dan kasih-Nya hadir dengan berjalan menguasai dan melintasi derasnya gelombang dan persoalan dalam hidup kita. Yesus berjalan di atas air dan menenangkan badai di malam yang kelam, mengingatkan kita semua yang percaya kepada-Nya bahwa jika ada iman dan kasih kepada-Nya, semua jalan akan terbuka. Kecemasan bakal berubah menjadi ketenangan, badai pun bakal menjadi keteduhan. Ketika kita berlayar bersama Yesus, ombak pun teduh. Hal ini mengingatkan kita agar tidak menjauh dari Yesus. Tetaplah berjalan bersama Yesus karena tanpa kasih Yesus, hidup kita akan terombang-ombing, tidak menentu, dan berada dalam ketakutan terus-menerus.

Serahkan dan percayakan semuanya kepada Tuhan Yesus dengan iman dan pengharapan. Yakinlah hambatan dan tantangan yang kita hadapi dapat diatasi. Kalaupun tantangan dan hambatan tetap mengancam, bersama Yesus kita akan tabah, berani, dan percaya diri dalam mengarungi lautan kehidupan. Hindarilah rasa takut berlebihan seperti para murid ketika menghadapi angin sakal agar pikiran tidak dipenuhi dengan bayangan mengerikan dan kecemasan berlebihan sehingga tidak mampu melihat kehadiran Tuhan.

Untuk menambah dan meneguhkan iman kita kepada Tuhan Yesus, seringlah datang dan berdialog dengan-Nya dalam keheningan. Yesus mengajak kita untuk mencari ketenangan dan membiasakan diri untuk bertekun dalam doa dan menjalin relasi dengan-Nya. Dengan berdoa kita dapat berbicara dan berkomunikasi serta mencurahkan perasaan kita kepada-Nya. Hal itu membuat kita menjadi lebih dekat dan menyadari serta merasakan  kehadiran-Nya dalam kehidupan kita  dan yang pasti akan menenangkan batin kita.

Dalam bacaan pertama hari ini, Rasul Yohanes berbicara tentang kasih dan mengajak kita semua untuk memiliki keyakinan bahwa Allah adalah kasih dan barang siapa tetap berada dalam kasih Allah, ia akan berada dalam Allah dan Allah di dalam dia. Kita harus saling mengasihi dan memiliki kesiapan hati dan keberanian untuk mengasihi sesama sebagaimana Tuhan telah mengasihi kita terlebih dahulu.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *