Semangat Natal yang Sejati ( 8 Januari 2025 )

Renungan hari ini dari bacaan 1 Yohanes 4:19-5:4; Lukas 4:14-22a. “Inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: Iman kita” (1Yoh. 5:4).

Kita masih memiliki empat hari lagi dalam Masa Natal sesuai Kalender Liturgi Gereja Katolik. Jika kita memiliki Roh Natal yang sejati, yaitu Roh Kudus sendiri, kita membawa Kabar Baik Yesus kepada orang miskin. Ini sesuai dengan Bacaan Injil Lukas hari ini: “Roh Tuhan ada pada-Ku, karena Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin. Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas” (Luk. 4:18).

Itulah makna sesungguhnya dari Hari Raya Natal itu sendiri. Dalam semangat Natal kita memberitakan kebebasan kepada tawanan. Masa Natal seharusnya bukan waktu perbudakan, perilaku kompulsif, dan kesenangan, tetapi awal dari tahun kehidupan dan kebebasan di dalam Yesus. “Ingatlah bahwa kamu telah dipanggil untuk hidup dalam kebebasan, tetapi bukan kebebasan yang memberi kebebasan kepada daging” (Gal. 5:13).

Kristus berkehendak di Natal ini, kita membuka mata orang buta, baik secara fisik maupun spiritual. Kita telah membiarkan Tuhan menerangi penglihatan batin kita (Ef. 1:18), dan kita dapat melihat dengan lebih jelas dan lengkap rencana keselamatan-Nya dan peran kita di dalamnya selama tahun 2026. Jika kita memiliki Semangat Natal yang sejati, kita akan membebaskan tawanan dengan mengajak diri kita sendiri dan orang lain untuk bertobat dan melepaskan diri dari tawanan dosa. Kita mengajak orang-orang untuk berkomitmen sepenuhnya kepada Yesus, karena jika kita membiarkan Yesus membebaskan kita, kita benar-benar bebas (Yoh. 8:36).

Kita semua percaya bahwa dengan iman kepada Yesus kita semua pasti bisa melawan dan mengalahkan dunia. Tentu saja hal ini sesuai dengan bacaan Surat 1 Yohanes hari ini: “… sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: Iman kita” (1Yoh. 5:4). Kita dipanggil untuk menjadi orang-orang yang menang, orang-orang yang bebas, dan bukan orang-orang yang dikalahkan dan diperbudak oleh dunia, oleh keinginan daging.

Pembebasan diri kita sendiri dan orang lain inilah yang dimaksudkan dengan merayakan Natal. Masa Natal dalam terang Roh Kudus bukanlah pelarian dari kenyataan, tetapi pemulihan kenyataan ke dalam gambar dan rupa Kristus Natal.

Penulis

2 Responses

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *