Yesus Teladan Kerendahan Hati Dan Penggenapan Firman Allah ( 11 Januari 2026 )

Renungan hari ini dari bacaan Yesaya 42:1–7; Matius 3:13–17. Jawab Yesus kepadanya: Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.
(Matius 3:15)

Yesaya 42:1–7 dan Matius 3:13–17 menghadirkan satu gambaran indah tentang Yesus sebagai Hamba Tuhan yang rendah hati, taat, dan diutus untuk membawa keadilan, damai, serta terang bagi dunia. Kedua bacaan ini saling melengkapi dan meneguhkan iman kita akan Yesus dan menunjukkan bagaimana seharusnya kita meneladani hidup-Nya.

Dalam Matius 3:15, Yesus berkata kepada Yohanes Pembaptis, “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Kata-kata ini menunjukkan kerendahan hati Yesus yang luar biasa. Ia adalah Putra Allah, tanpa dosa, namun rela dibaptis seperti orang berdosa. Yesus tidak mencari kehormatan diri, melainkan sepenuhnya tunduk pada kehendak Bapa. Kerendahan hati inilah yang menjadi dasar setiap langkah hidup-Nya. Dari sini kita belajar bahwa kerendahan hati bukanlah kelemahan, melainkan sikap iman yang mempercayakan hidup sepenuhnya kepada Allah.

Yesaya 42 menggambarkan Hamba Tuhan yang tidak berteriak, tidak mematahkan buluh yang terkulai, dan tidak memadamkan sumbu yang pudar. Inilah teladan Kristus sebagai hamba yang membawa keadilan, damai, dan terang bagi bangsa-bangsa. Keadilan yang dibawa Yesus bukan dengan kekerasan, melainkan dengan kasih. Damai yang Ia hadirkan bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan pemulihan hubungan manusia dengan Allah. Terang Kristus menerangi mereka yang hidup dalam kegelapan dosa, penderitaan, dan keputusasaan. Semua ini hanya mungkin dilakukan melalui kerendahan hati yang sejati.

Sebagai murid Kristus, kita dipanggil untuk meneladani Dia. Menjadi pembawa keadilan, damai, dan terang dalam keluarga, Gereja, dan masyarakat menuntut kerendahan hati: mau mendengar, mau mengampuni, dan mau melayani tanpa mencari pujian. Tanpa kerendahan hati, pelayanan kita mudah berubah menjadi ambisi pribadi.

Ketika Yesus menggenapi firman Tuhan, langit terbuka, Roh Kudus turun, dan suara Bapa terdengar. Ini menegaskan bahwa ketika kita hidup seturut kehendak Allah dan menjadi penggenapan firman-Nya, penyertaan Tuhan nyata dalam hidup kita. Tanda-tanda kasih, berkat, dan bahkan mujizat akan menyertai setiap langkah kita, bukan demi kemuliaan diri, tetapi demi kemuliaan Allah dan keselamatan sesama.

Penulis
Bible Learning Loving The Truth

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *