Memberi Kesaksian bukan Mencari Ketenaran Diri ( 18 Januari 2026 )

Renungan hari ini dari bacaan Yesaya 49: 3, 5-6 ; Yohanes 1: 29 -34.“Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yoh. 1:29).

Dua tokoh kunci dalam sejarah keselamatan ditampilkan kepada kita pada hari ini, yakni Hamba Tuhan dalam Yesaya 49:3-6 dan Yohanes Pembaptis dalam Yohanes 1:29-34. Keduanya menunjukkan tugas perutusan yang bersifat universal dan bukan berpusat pada diri sendiri semata.

Dalam Yesaya 49, TUHAN berkata kepada hamba-Nya bahwa melalui dia, TUHAN akan menyatakan keagugan-Nya (Yes. 49:3). Hamba itu dipanggil untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa, agar keselamatan Allah sampai ke ujung bumi. Tugas hamba ini tidak hanya untuk dirinya sendiri atau kelompoknya saja, melainkan untuk segala bangsa. Sebab, “Terlalu kecil bagimu untuk menjadi hamba-Ku, hanya untuk menegakkan suku-suku Yakub dan mengembalikan orang-orang Israel yang luput” (Yes. 49:6). Hamba itu pun menyadari bahwa sejak dari kandungan ia telah dibentuk untuk menjadi hamba-Nya, dan diutus bukan hanya bagi Israel.  Dia dipanggil bukan untuk menikmati berkat itu seorang diri, melainkan agar dia menyampaikannya kepada orang lain. Dipilih Tuhan selalu berarti diutus.

Hal yang sama kita temukan dalam tugas perutusan Yohanes yang dikisahkan dalam Injil pada hari ini. Yohanes Pembaptis menunjuk Yesus dan berkata, “Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yoh. 1:29). Yohanes tidak sedang membangun pengaruh, reputasi dirinya sendiri, atau kelompok pengikutnya. Justru sebaliknya, ia rela menyingkir agar orang lain memandang kepada Kristus. Ia menyadari betul siapa dirinya, yakni bahwa ia bukan Mesias, bukan Sang Terang, melainkan saksi bagi Terang itu.

Dalam dunia media sosial dewasa ini, banyak orang berlomba menjadi “terlihat”:
jumlah pengikut, jumlah likes, citra diri, dan pengakuan publik sering menjadi ukuran nilai diri. Namun, Yohanes Pembaptis memberi teladan yang berlawanan:
semakin ia mengenal Yesus, semakin ia mengosongkan dirinya. Ia menyadari benar tugas panggilannya. Seperti seorang petugas lalu lintas di malam hari,
ia memakai rompi reflektif bukan supaya orang memperhatikan dia, melainkan agar pengendara melihat jalan dan arah tujuan yang benar.

Mengapa dalam tugas perutusan, orang sering tergoda untuk menonjolkan dirinya dan melayani kelompoknya sendiri sehingga Gereja menjadi eksklusif dan kehilangan dimensi misioner universalnya? Mungkin, bukan saja karena ia belum “selesai” dengan dirinya sendiri, melainkan terutama karena ia belum seungguh-sungguh telah melihat dan mengenal Yesus. Berbeda dengan Yohanes yang secara tegas berkata, “Aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah” (Yoh. 1:34).

Dia mengenal Anak Allah, bukan sebagai tokoh agung yang menyombongkan diri, melainkan “Anak Domba Allah”, yang mengingatkan kita akan anak domba Paska, yang dikorbankan demi keselamatan Israel. Pengenalan inilah yang menyadarkan dia bahwa dalam memberi kesaksian tentang Anak Allah, ia tidak boleh terlalu berbeda dengan misi-Nya: memberi diri bagi keselamatan orang lain, dan bukan mencari diri dengan memanipulasi dan mengorbankan orang lain.

Semoga kesaksian hidup kita, kata dan perbuatan kita yang sederhana, dapat membuat orang yang kita jumpai berkata:“Melalui engkau, saya melihat dan mengenal Tuhan yang Maha Baik.”

Penulis
Bible Learning Loving The Truth

satu Respon

  1. HouseofLuck Philippines: Best Slots, Easy Login, Register, and Official Casino App Download. Experience the best HouseofLuck slots in the Philippines! Fast houseofluck login, easy houseofluck register, and official houseofluck casino app download. Play now! visit: houseofluck

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *