Diutus untuk Bersaksi ( 23 Januari 2026 )

Renungan hari ini dari bacaan 1 Samuel 24:3-21; Markus 3:13-19.”Yesus naik keatas bukit dan memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya, lalu mereka pun datang kepada-Nya” (Markus 3:13).

Pada bacaan Injil hari ini, Yesus memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan Ia tidak membatasi pilihannya pada kelompok tertentu atau pun dengan kriteria tertentu. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama, dan orang -orang yang dipanggil itu merespon dengan segera datang kepada-Nya. Setiap orang yang serius dan menyadari bahwa ini adalah anugerah Tuhan pasti akan segera menjawab panggilan Tuhan untuk diutus untuk melayani dan mendekatkan diri kepada- Nya.

Yesus telah menetapkan pilihan-Nya, dan orang-orang yang dipilih Yesus bukanlah orang yang sempurna. Mereka tidak memiliki kriteria yang menonjol, bukan orang yang terpelajar atau hebat, yang berasal dari keluarga kaya atau terpandang, yang mempunyai jabatan tertentu pada masa itu. Tetapi, mereka yang dipanggil itu adalah orang-orang yang sederhana dan latar belakang hidup mereka pun berbeda satu dengan yang lain. Ada yang berprofesi sebagai nelayan, pemungut cukai, dan orang biasa. Yesus memanggil mereka untuk menjadi rasul bukan berdasarkan kekuatan, kepintaran, dan kebaikan mereka. Yesus tidak memandang kelemahan dan keterbatasan mereka sebagai penghalang. Mereka dipanggil menjadi rasul hanya karena anugerah dan Yesus punya tujuan khusus pada murid-murid-Nya yaitu untuk menyatakan kehendak Bapa Surgawi. Yesus menyadari bahwa pelaksanaan kehendak dan rencana Bapa tidak dapat dilakukan sendirian. Ia membutuhkan rekan kerja yang akan menolong-Nya dalam mewujud kehendak Bapa. Itulah sebabnya Ia memilih dari orang-orang yang selama ini mengikuti-Nya dan menetapkan dua belas orang sebagai rasul-Nya. Selanjutnya, mereka yang dipilih-Nya diperlengkapi dengan kuasa untuk memberitakan Kabar Baik.

Yesus ingin agar murid-murid-Nya belajar setiap hari dengan melihat semua yang Dia ajarkan dan perbuat dalam pengalaman hidup bersama. Para murid dipersiapkan untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah. Dengan mengikuti dan mengenal Yesus semakin dalam, mereka makin disempurnakan dan diteguhkan sebagai rasul. Sebagai rasul, mereka tidak cukup hanya hafal ajaran Yesus, namun mereka juga harus mengenal Yesus secara personal. Sebab, hanya dengan pengenalan itu mereka akan setia menghayati dan mewartakan ajaran Yesus dengan benar.

Marilah kita selalu bersyukur karena kita telah diberi anugerah dan dipanggil menjadi murid-Nya. Hingga saat ini kita masih tetap menjaga iman dan kesetiaan kepada Yesus dengan selalu memberitakan kabar keselamatan dalam Kristus kepada sesama. Jangan sampai kita menjadi lengah dan lalai dalam menjalankan tugas yang telah diberikan Bapa dalam hidup kita. Ingatlah Yesus telah memilih kita, bukan karena kehebatan kita tetapi semata-mata karena anugerah dan keistimewaan yang Yesus berikan  kepada kita. Kita dipanggil dan diutus untuk memberitakan Injil. Siapakah kita sehingga dipanggil Tuhan untuk menjadi murid, melayani, dan memberitakan Injil? Seperti Yesus yang memberi teladan sebelum memilih kedua belas murid dengan naik ke bukit untuk berdoa terlebih dahulu, kiranya kita pun melakukan hal yang sama. Mari datang kepada Tuhan, dengarkan Dia berbicara kepada kita dan hargailah setiap panggilan yang Tuhan anugerahkan kepada kita dengan menjadi saksi iman-Nya dalam kehidupan kita.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *