| Renungan hari ini dari bacaan : Kisah Para Rasul 1:12-14; Yohanes 17: 1-11a. “Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama, dengan beberapa perempuan serta Maria ibu Yesus, dan saudara-saudara Yesus” (Kis. 1:14) |
Kedua perikop bacaan hari ini, yaitu Kis 1:12-14 dan Yoh. 17: 1-11a, bila dibaca kronologis, maka bacaan kedua dibaca terlebih dahulu. Penulis keduanya berbeda. Namun, keduanya dapat dibaca bersama dan bahkan dapat dibayangkan saat penulisannya. Pada bacaan pertama Lukas yang juga penulis injil Lukas menulis Kisah Rasul ini dari penuturan Paulus, teman seperjalanannya.
Pada perikop pertama, Kis. 1:12-14, tergambar kesatuan dan kerukunan para rasul, atau murid perdana. Alih-alih jatuh dalam intrik bersama-sama, seperti umumnya setelah penangkapan tokoh sentral dalam Gerakan Jalan Tuhan, para rasul semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus (Kis. 1:14). Dalam istilah sekarang, ada konsolidasi.
Bertekun sehati dalam doa bersama, kita jumpai juga dalam pertemuan para kardinal pada pemilihan Paus baru, atau dalam sidang para Uskup. Memang masih jarang kita temukan dalam pertemuan para awam. Semangat bertekun dengan sehati dalam doa bersama di kalangan awam perlu masih dibangun, terutama saat perencanaan pastoral tahunan, tidak berfokus pada apa yang akan dikerjakan, namun apa yang Tuhan kehendaki untuk dikerjakan bersama. Ada panggilan untuk kembali ke dasar dan pusat pelayanan, yaitu Tuhan sendiri.
Pada perikop Yoh. 17:1-11a, Yohanes tua menuturkan perikop ini kepada para jemaat dan kemudian dituliskan. Perikop ini berisi Doa Yesus kepada Bapa-Nya. “Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau. Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya. Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya. Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada. Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu. Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. Sebab, segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka. Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita” (Yoh. 17:1-11)
Dalam suasana doa, mari kita bersatu dengan tekun seperti murid perdana mendaraskan ulang doa Yesus ini, menjadikan doa Yesus ini menjadi doa kita juga pada masa kini. Doa ini kita hayati dengan keyakinan penuh bahwa Allah memelihara kita. Semua yang kita lakukan semata-mata demi memuliakan nama Allah, bukan yang lain, juga bukan demi kepentingan atau kekuasaan kelompok tertentu.
