FOKUS MENGIKUT DIA ( 23 Mei 2026 )

Renungan hari ini dari bacaan Kisah Para Rasul 28: 16-20. 30-31; Yohanes 21:20-25 Jawab Yesus, “Jikalau Aku menghendaki supaya ia tetap hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Namun engkau, ikutlah Aku” (Yoh. 21:22).

Yesus yang telah bangkit dari kematian kembali memerintahkan Petrus untuk mengikuti Dia (Yoh. 21:19). Namun, setelah menerima panggilan itu, Petrus justru menoleh ke belakang dan melihat murid lain yang mengikuti mereka. Melihat dia, Petrus terdorong untuk bertanya kepada Yesus, “Tetapi Tuhan, bagaimana dengan dia?” (Yoh. 21:21).

Bukankah pertanyaan Petrus juga sering menjadi pertanyaan kita? Kita mudah membandingkan diri dengan orang lain, ingin tahu jalan hidup orang lain, sibuk memikirkan apa yang Tuhan lakukan atas sesama, tetapi kurang fokus pada panggilan kita sendiri. Karena itu, Yesus menjawab dengan tegas: “Apa urusanmu dengan itu? Tugasmu adalah mengikut Aku” (Yoh. 21:22).

Yesus mengingatkan bahwa inti hidup murid bukanlah mengurus hidup orang lain, melainkan setia mengikuti Dia. Ketika mata kita terlalu tertuju kepada orang lain, kita menjadi mudah terganggu, iri hati, kecewa, bahkan kehilangan arah. Fokus kita tidak lagi kepada Kristus, tetapi kepada perbandingan, penilaian, dan rasa ingin tahu yang tidak perlu.

Hal yang sama juga tampak pada para pengikut Yesus lainnya. Mereka tidak lagi fokus pada panggilan untuk mengikuti Yesus, tetapi sibuk menyebarkan desas-desus bahwa murid yang dikasihi itu tidak akan mati (Yoh. 21:23). Betapa mudahnya orang percaya terjebak dalam gosip, spekulasi, dan pembicaraan yang tidak membangun, sementara kehidupan rohani sendiri menjadi kering dan dangkal. Kita mungkin aktif berbicara tentang banyak hal rohani, tetapi kurang sungguh-sungguh hidup sebagai pengikut Kristus.

Sebaliknya, Paulus memberikan teladan yang berbeda. Ia tetap fokus mengikuti Yesus. Bahkan ketika berada dalam tahanan rumah di Roma, ia tidak tenggelam dalam kekecewaan atau mengasihani dirinya sendiri. Paulus memakai waktunya untuk mengumpulkan orang-orang Yahudi dan membagikan imannya kepada mereka (Kis. 28:17 dst.).

Ketika sebagian dari mereka menolak pewartaannya, Paulus tidak berhenti atau kehilangan semangat. Ia tetap setia kepada panggilannya. “Selama dua tahun penuh… dengan penuh keyakinan dan tanpa halangan apa pun, ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajarkan tentang Tuhan Yesus Kristus” (Kis. 28:30-31). Fokus Paulus tetap kepada Kristus dan Injil-Nya, bukan kepada penerimaan atau penolakan manusia.

Pada hari terakhir Novena Pentakosta ini, kita diajak memohon Roh Kudus agar memberi hati yang teguh dan mata yang tetap tertuju kepada Tuhan. Jangan sampai kita meletakkan tangan pada bajak tetapi terus menoleh ke belakang (Luk. 9:62; bdk. Kej. 19:26). Dunia penuh dengan gangguan, desas-desus, perbandingan, dan hal-hal yang dapat mengalihkan perhatian kita dari Tuhan.

Karena itu, marilah kita kembali mendengar suara Yesus yang berkata: “Tugasmu adalah mengikut Aku.”

Tetaplah fokus mengikuti-Nya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *