KUALITAS BELAS KASIH ( 13 Agustus 2026 )

Renungan hari ini dari bacaan Yehezkiel 12:1-12; Matius 18:21-19:1
“Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?” (Mat. 18:33).

Tuhan memerintahkan kita untuk mengampuni tanpa batas dan mewujudkan pengampunan kita bukan hanya melalui kebaikan dan kesabaran, melainkan juga melalui belas kasih. Kita tidak sekadar memberi waktu kepada orang yang telah bersalah kepada kita untuk melunasi utang mereka, tetapi kita menghapuskan utang tersebut dan menanggung sendiri kerugiannya (Mat. 18:27). Sebagai contoh, jika seseorang menabrak mobil Anda, cara Allah dalam mengampuni mungkin menuntut lebih dari sekadar pengendalian diri dan sikap pengertian. Pengampunan Allah bisa jadi berarti menanggung sendiri biaya perbaikan kerusakan tersebut. Inilah belas kasih, yang merupakan inti dari pengampunan Allah. Kita harus mengampuni sesama karena Allah lebih dahulu mengasihi dan mengampuni kita. Hal ini ditegaskan dalam bacaan Injil Matius hari ini: “Tergeraklah hati tuannya oleh belas kasihan, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan utangnya” (Mat. 18:27).

Allah menyatakan belas kasih-Nya dengan mengutus Putra-Nya, Yesus, untuk menebus segala dosa kita (lih. 1Yoh. 4:10). Harga dari belas kasih itu adalah nyawa, darah, dan kematian Yesus (lihat 1Ptr. 1:18-19). Tuhan menghendaki kita untuk meneruskan belas kasih yang telah Ia berikan kepada kita kepada orang lain (Mat. 18:33). Ia membiarkan kita ambil bagian dalam belas kasih-Nya dengan melengkapi apa yang kurang dalam penderitaan-Nya melalui tubuh kita sendiri (Kol. 1:24). Dengan demikian, kita turut serta dalam penderitaan Yesus dan kelak akan turut serta dalam kemuliaan-Nya. “Berbahagialah orang yang menunjukkan belas kasih; mereka akan memperoleh belas kasih” (Mat. 5:7).

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *