DAMAI SEJAHTERA KRISTUS YANG MEMBAWA PERUBAHAN (20 Mei 2025)

Renungan dari Bacaan Kisah Para Rasul 14:19-28 dan Yohanes 14:27–31
Yesus berkata, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu; dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia ini” (Yoh 14:27). 

Ayat ini mengingatkan saya bahwa damai sejahtera yang Yesus berikan adalah warisan terbaik yang tidak tergantikan oleh apa pun di dunia. Damai itu bukan sekadar perasaan tenang sesaat, tetapi kekuatan ilahi yang menyatukan  hati, pikiran, dan kehidupan kita dalam kehendak Allah.

Damai sejahtera dari Yesus membawa persatuan dalam diri sendiri, dalam keluarga, dan dalam hubungan dengan sesama. Saat hati kita damai, kita lebih mudah menerima perbedaan, mengampuni kesalahan, dan menyebarkan kasih. Damai ini bukan hasil dari kondisi luar, tetapi buah dari kehadiran Roh Kudus di dalam hidup kita.

Saya mengalami sendiri bagaimana damai Kristus bekerja secara nyata. Suatu hari, saya datang ke misa karismatik dalam keadaan sangat marah kepada seseorang. Amarah itu begitu besar hingga membuat saya gelisah, sedih, dan kehilangan fokus sepanjang misa. Saya merasa sulit untuk berdoa dan bahkan sulit mendengarkan firman Tuhan dengan tenang.

Namun, saat penyembahan, dalam kondisi hati yang kacau dan panas, tiba-tiba saya merasakan kehangatan yang luar biasa mengalir dalam diri saya. Bukan dari luar, melainkan dari dalam hati yang paling dalam. Hati saya yang tadinya penuh kemarahan,  diliputi oleh ketenangan yang tidak bisa saya jelaskan. Saya merasakan damai sejahtera yang begitu kuat, seolah semua beban dan luka hati diangkat seketika.

Yang paling menakjubkan, sejak saat itu, saya tidak lagi bisa membenci orang tersebut. Bukan karena saya melupakan apa yang terjadi, tetapi karena damai sejahtera itu mengubah cara pandang dan perasaan saya. Saya sadar bahwa Roh Kudus sedang bekerja dalam diri saya dengan mengubah, menyembuhkan, dan membentuk saya menjadi ciptaan yang baru. Damai itu membuat saya bisa melihat orang lain dengan kasih.

Damai sejahtera Kristus sungguh membawa pertumbuhan dan kedewasaan rohani. Ia membentuk kita menjadi masterpiece, karya agung Allah yang hidup dalam kasih, pengampunan, dan kebenaran.  Saya bersyukur karena damai yang Yesus wariskan itu nyata dan menghidupkan.

Marilah kita dengan rendah hati membuka hati dan meminta kepada Tuhan: “Tuhan, berilah aku karunia damai sejahtera-Mu. Penuhilah hatiku dengan Roh Kudus-Mu, agar aku hidup dalam kasih, mengampuni dalam kelembutan, dan membawa terang-Mu di tengah dunia yang gelisah ini.”

Penulis
Bible Learning Loving The Truth

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *