| Renungan hari ini dari bacaan Yesaya 2:1-5; Matius 8:5-11.“Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku. Tetapi, katakan saja sepatah kata, dan hambaku itu akan sembuh” (Mat. 8:8). |
Saat ini kita telah memasuki Masa Advent. Masa Advent adalah masa di mana kita mempersiapkan hati dan diri kita dengan sungguh-sungguh untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus di Hari Natal nanti. Ini adalah momen yang baik untuk bertobat dan memperbaiki hidup kita. Karena pada hakikatnya kita semua sedang menyiapkan pohon Natal kita. Kita sedang mempersiapkan para tamu untuk memasuki pesta Natal yang akan kita selenggarakan. Tentu saja kita akan mempersilakan tamu yang kita undang ke pesta Natal masuk ke rumah kita ketika mereka mengetuk pintu. Namun, apakah kita mempersilahkan Yesus, Sang Tamu Istimewa, masuk ke dalam rumah kita?
Masa Adven sekaligus juga tentang Tuhan yang mencoba masuk. “Biarkan Tuhan masuk, Dia adalah Raja Kemuliaan” (Mzm. 24:9). Hal ini dinyatakan dengan sangat indah dalam bacaan I dari Kitab Yesaya hari ini: “Ia akan menghakimi antara bangsa-bangsa dan memutuskan perkara bagi banyak suku bangsa. Mereka akan menimpa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang melawan bangsa lain, dan mereka tidak akan lagi belajar perang” (Yes. 2:4).
Santo Yusuf mengetuk banyak pintu di Betlehem, mencari rumah yang mau membuka pintu bagi keluarganya karena Maria akan melahirkan Yesus. Namun, tidak seorang pun di Betlehem memperbolehkan mereka masuk (Luk. 2:7). Di tempat lain, beberapa orang memperbolehkan Tuhan masuk. Perwira itu siap menyambut Yesus, meskipun ia menganggap dirinya tidak layak (Luk. 7:6). Zakheus (Luk. 19:5-6), Marta (Yoh 12:2), dan Matius (Mat 9:10) menyambut Yesus di rumah mereka.
Bagaimana dengan Anda? Yesus berdiri mengetuk pintu Anda (Why. 3:20). Hal ini tepat seperti apa yang dikatakan dalam bacaan Injil Matius hari ini: “Aku akan datang …” (Mat. 8:7). Saat Natal, kita akan bernyanyi, “Biarlah setiap hati mempersiapkan tempat bagi-Nya.” Persiapkan rumah dan hati Anda bagi Tuhan. Biarkan Yesus masuk ke dalam atap mulut Anda dalam Ekaristi Kudus (lih. Mat. 8:8). Sebab, kita adalah orang beriman. Sebagai orang beriman, tentu saja kita menyerahkan diri kepada kehendak Tuhan. Ukuran seorang beriman bukanlah jabatan, pangkat, taraf hidup, kaya atau miskin, tuan atau hamba, tetapi hati yang taat dan berserah pada kehendak-Nya.
Marilah kita lebih sering menyambut Ekaristi pada masa Adven ini. Dia rindu kita membiarkan Dia masuk ke dalam mulut, tubuh, jiwa, dan rumah kita. Mari kita buka hati kita selebar-lebarnya untuk Tuhan agar kita boleh siap sedia menerima kehadiran Tuhan dalam hidup kita, khususnya pada Hari Natal yang akan datang.

2 Responses
Renungan yang sangat memberkati. Teruslah setia dalam semangat mewartakan kebaika dan kasih Tuhan. Terimakasih bro Karl… Tuhan memberkati…
AMIN. Monggo2,sami2,matur nuwun sanget,Mbak. Tetap semangat dan setia juga dalam mewartakan kebaikan dan kasih Tuhan. Berkah Dalem! 🙏😇