Renungan dari bacaan Kisah Para Rasul 22: 30; 23:6 – 11; Yohanes 17 : 20-26 “Dan bukan untuk mereka ini saja, Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka;” (Yohanes 17 : 20). |
Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus, yang telah mengasihi, menebus dosa kita, bahkan selalu berdoa syafaat bagi kita umat yang percaya kepada-Nya. Kristus tidak hanya berdoa syafaat untuk murid-murid-Nya, melainkan juga bagi kita umat yang percaya kepada-Nya yang mengenal Tuhan Yesus karena pemberitaan oleh para Nabi dan Para Rasul yang hidup pada zaman dahulu. Kini pemberitaan dan kesaksian Para Rasul dan Nabi tersebut tertulis dalam Alkitab, dan bisa kita baca dan dengarkan.
Kristus berdoa untuk kekudusan serta perdamaian di antara Para Rasul pada zaman itu, agar mereka menjadi satu dalam kehendak mereka dan bersama-sama menerima berkat-Nya. Dengan demikian orang-orang yang hidup di zaman itu melihat dan percaya, tetapi orang-orang yang hidup di zaman berikutnya tidak melihat namun percaya.
Melalui pemberitaan firman, banyak jiwa yang dibawa untuk percaya kepada Kristus. Itulah tujuan Kristus memerintahkan supaya firman itu dituliskan. Ia juga memerintahkan supaya pelayanan terus berlanjut di dalam Gereja selama Gereja ada, yaitu selama dunia ini ada untuk menumbuhkan benih.
Doa Kristus tentang perdamaian dan kesatuan tidak hanya ditujukan kepada para murid , sebagai hamba dan rasul, supaya mereka menjadi satu dalam kesaksian mereka mengenai Kristus. Namun, pada masa sekarang doa syafaat Kristus juga bagi keserasian pemberita Injil dan keselarasan dari para pengkhotbah Injil. Berkat tersebut tidak hanya menjadi satu hati, namun juga satu mulut, untuk menyampaikan pokok yang sama. Kesatuan doa Kristus dirasakan pula oleh semua orang yang menjadi milik-Nya. “supaya mereka menjadi satu, satu di dalam Kita (Yoh. 17:21), sama seperti Kita adalah satu” (Yoh. 17 :22), dijadikan sempurna menjadi satu (Yoh. 17: 23). Yesus berdoa agar mereka dipersatukan dalam satu tubuh. Adapun kesatuan dengan Bapa dan Anak diperoleh dan dipelihara hanya melalui Roh Kudus.
Kristus tidak lagi secara fisik bersama-sama dengan kita saat ini, namun Kristus memeluk kita dengan doa syafaat-Nya. Doa syafaat Kristus memberikan kekuatan kepada kita untuk terus secara bersama-sama dengan saudara-saudara kita melakukan pekerjaan pelayanan, guna kemuliaan nama Tuhan. Doa syafaat Kristus juga memberikan kekuatan serta tuntunan kepada kita untuk melalui berbagai pergumulan hidup. Doa syafaat Kristus, menjadikan kita tenteram dan damai karena kita selalu berada dalam pelukan kasih-Nya.
Penulis

