Hendaklah Terangmu Bercahaya (10 Juni 2025)

Renungan dari Bacaan 2 Korintus 1:18-22 dan Matius 5:13-16
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga (Mat 5:16)

Seringkali kita menyaksikan seseorang yang telah berbuat kebaikan, tetap menerima komentar miring. Sedikit kata pujian, tetapi lebih banyak komentar tidak sedap, bahkan tuduhan adanya motivasi buruk dibalik perbuatan baiknya itu. Jika seorang yang pribadinya relatif baik saja, masih menerima tanggapan demikian, lalu bagaimana dengan yang lain?  Yah, memang Yesus Kristus sendiri yang diakui sebagai ‘orang baik’ oleh non-kristen, ternyata harus mengahadapi penolakan, fitnah, bahkan kematian. Hati manusia yang dikuasai kegelapan akan cenderung mencari keburukan, cacat-cela, hal-hal gelap lainnya dan merasa terusik oleh sebersit sinar yang muncul di sana-sini. Karena takut kehilangan kenyamanan dan kemapanan serta malu ‘ditelanjangi’ di dalam terang, mereka berusaha memadamkannya. Kegelapan juga berusaha menyusup ke dalam terang, terbukti dari sikap demikian juga muncul dalam kelompok yang mengaku pengikut Kristus, orang yang telah menerima terang dari-Nya.

Yesus berkata, “Kamu adalah terang dunia”, dan meminta para murid untuk tetap setia mengupayakan supaya terang yang telah diterimanya itu, tetap bercahaya di hadapan orang. Bukan untuk menyombongkan diri, bukan untuk keuntungan pribadi, tetapi semata-mata supaya orang lain yang melihat perbuatan baik itu sanggup melihat kehadiran Allah di dunia yang penuh kegelapan ini, kemudian memuji Allah Bapa yang di surga. Teladan Sang Terang adalah ‘pengosongan diri’ dan pengorbanan demi keselamatan dunia dari kegelapan. Umat Gereja perdana tidak hanya menghadapi komentar miring, fitnah dan makian. Karena mempertahankan imannya, mereka ditangkapi, dipenjara, disiksa, dibunuh, bahkan tubuh-tubuh mereka yang terbakar, dijadikan obor penerang di malam hari, semasa kekejaman kekaisaran Romawi. Namun, Allah telah meneguhkan umat-Nya di dalam Kristus yang telah mengurapi, menaruh meterai tanda milik-Nya dan memberikan Roh Kudus di dalam hati umat-Nya, sehingga sanggup berkata “Ya” dan “Amin” (bdk. 2Kor. 1:18-22).

Semoga dalam bimbingan Roh Kudus, saya senantiasa rajin memeriksa hati dan memelihara terang yang telah diterima dari Yesus Kristus Anak Allah, agar tetap bercahaya dan terpancar dalam pikiran, perkataan dan perbuatan sehari-hari. Terlebih lagi supaya saya mampu melihat terang yang ada dalam diri orang lain dan mengakui bahwa Allah juga berkarya di dalam dirinya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *