Renunga ini dari bacaan Kitab Keluaran 40: 16-21. 35-38 dan Injil Matius 13: 47-53. “Mengertikah kamu semuanya itu?” Mereka menjawab, “Ya, kami mengerti” (Mat. 13:51). |
Yesus mengajar perumpamaan tidak hanya kepada orang banyak, tetapi juga kepada murid-murid-Nya. Dalam Matius 13: 47-50 ia menyampaikan perumpamaan tentang pukat, yakni alat penangkap ikan yang besar, yang sering kali ditinggalkan di laut selama waktu tertentu.
Perumpamaan tentang pukat ikan ini mengingatkan kita bahwa kedatangan Kerajaan Allah (Yesus) akan ditandai dengan penghakiman terakhir. Pada waktu itu, orang yang baik akan menerima anugerah dan orang yang jahat akan menerima hukuman yang sesuai. Dalam penghakiman itu, akan dibuat proses penyaringan, pemisahan antara orang baik dan orang jahat, yang menentukan apakah seseorang dapat menjadi warga Kerajaan Surga atau tidak (Mat. 13:47).
Ketika pukat sudah penuh, semua jenis ikan yang terjaring dan diseret ke Pantai, lalu mereka duduk untuk memisahkan mana yang baik dan mana yang tidak baik, yang baik akan disimpan dalam tempayan dan yang tidak baik akan dibuang (Mat. 13:48).
Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar. Lalu mencampakkan orang jahat ke dalam tungku berapi. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertak gigi (Mat. 13:49-50).
Penghakiman terakhir akan menentukan, siapakah yang sungguh berkomitmen untuk dapat hidup sebagai warga Kerajaan Surga, yakni yang hidup sebagai pengikut Yesus dengan iman sejati, iman yang diwujudkan dalam penyerahan seluruh keberadaan dirinya kepada Allah.
Sementara menantikan saat itu, murid-murid Yesus harus seperti ahli Taurat yang menerima pelajaran tentang Kerajaan Surga. Mereka menjadi seperti pemilik rumah yang mengeluarkan harta bendanya dari perbendaharaan, baik yang baru maupun yang lama, untuk dimanfaatkan secara maksimal (Mat. 13:52). Perbendaharaan yang dimaksud adalah hati dan pengertian para murid. Mereka menerima pemahaman baru mengenai Kerajaan Surga yang diajarkan oleh Yesus. Sebelumnya mereka memiliki pemahaman lama. Namun, yang baru tidak menggantikan yang lama melainkan melengkapi.
“Mengertikah kamu semuanya itu?” Mereka menjawab: “Ya, kami mengerti” (Mat. 13:51).
Jawaban para murid itu mengharuskan mereka bertanggungjawab untuk semua pengajaran itu. Tanggungjawab para murid, juga menjadi tanggungjawab kita di masa kini.
Yesus mengingatkan kita kembali tentang kesudahan zaman di mana akan terjadi pemisahan antara orang benar dan orang jahat. Bila tiba akhir zaman, tidak ada kesempatan lagi bagi orang jahat untuk menyesali keadaannya, karena semua sudah terlambat. Hal ini juga menjadi peringatan bagi kita bahwa kesempatan itu terbatas.
Anugerah iman yang sudah kita terima dari Yesus jangan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi harus kita bagikan, supaya semakin banyak orang mempunyai kesempatan untuk memperoleh anugerah keselamatan pada akhir zaman. Tuhan Yesus Memberkati.
Penulis

