Hidup dalam iman akan Kristus membawa keselamatan (9 Mei 2025)

Renungan dari Bacaan Kis 9: 1-20 dan Yohanes 6: 52 – 59
Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. (Yoh 6: 53).

       Saat ini saat ekonomi dunia sedang lesu, orang makan dengan asal-asalan saja, yang penting enak dan kenyang, dan tentu saja hargaya murah. Besok lapar, cari makan lagi, dipikir besok bukan sekarag, dst. Orang tidak berpikir tentang makanan yang mengenyangkan selamanya dan yang tidak akan membuat orang lapar lagi karena memeroleh hidup kekal.

       Berhati-hatilah memilih makanan yang kita santap. Godaan memanjakan lidah dan mengenyangkan perut tidak mudah ditolak. Tanpa pengendalian diri, akan datang penyesalan yang datangnya terlambat. Ini saat yang tepat menyadari manusia tidak hanya butuh rasa kenyang dan kenikmatan semata. Manusia butuh keselamatan, butuh kehidupan, bukan kehidupan sementara saja melainkan abadi.

       Injil Yoh 6:53 menyatakan bahwa Yesuslah sumber kehidupan kekal. Dialah roti kehidupan, roti surgawi, dengan rela Ia menyerahkan tubuh-Nya di kayu salib dan menumpahkan darah-Nya demi keselamatan umat manusia. Dengan makan roti kehidupan, yaitu daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, manusia akan memperoleh kehidupan kekal yang didambakannya.

       Dalam perjamuan Ekaristi kita makan daging itu dan minum darah Kristus. Merayakan ekaristi berarti membuka diri bagi Yesus yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita. Perayaan Ekaristi bukan hanya mengingat dan mengenang pemberian diri Kristus sebagai makanan Rohani, melainkan juga menghadirkan secara liturgis peristiwa tersebut, menghadirkan hidup, kematian, dan kebangkitan-Nya bagi kita di depan Bapa (KGK 1341).

       Dulu saya ikut misa karena kewajiban setiap Minggu sebagai orang beriman. Kadang saya tidak ke gereja, dan tidak merasa apa-apa, biasa-biasa saja. Saya belum sungguh-sungguh beriman dan menyadari pengalaman kasih Tuhan. Sampai di suatu titik kehidupan, saya merasakan kekeringan hidup lalu berlari kepada Tuhan. Dalam sebuah komunitas di kota saya, saya mendengar banyak kesaksian yang mengubahkan paradigma saya dan saya pun mulai merasakan cinta Tuhan yang besar. Anugerah kasih karunia Allah yang memampukan saya berubah, saya mau membuka hati dan percaya.  Sejak itu, ketika ke gereja, saya bisa merasakan kerinduan untuk berjumpa secara pribadi dengan Yesus. Saya merasakan damai sejahtera, mendapat kekuatan hidup, dan pemahaman kebenaran firman Tuhan. Kehidupan pribadi dan keluarga saya pun diubah dan kami mengalami hidup baru yang penuh sukacita. Setiap konsekrasi saya merasakan pengorbanan Tuhan dan bersyukur atas daging dan darah Kristus yang menyelamatkan. Dalam doa-doa pun terutama ketika menghadapi hal-hal yang terasa mustahil, Tuhan memberikan pertolongan-Nya. Ketika doa belum terkabul, saya bisa memahami bahwa pengabulan itu belum waktu-Nya atau memang bukan itu yang saya butuhkan. Kekuatan rohani dari menyantap komuni membuat saya menjadi lebih peka pada kehendak Tuhan. Dengan iman pada Kristus, saya pun ingin melayani sesama agar melalui ekaristi mereka juga bisa merasakan cinta Tuhan dan hidup baru yang menyelamatkan. Keinginan untuk belajar Kitab Suci secara lebih mendalam pun menggelora, demikian juga kehidupan doa, devosi, dan pemeriksaan batin saya.

       Pengalaman iman Paulus dalam perjalanannya ke Damsyik telah mengubah Paulus menjadi manusia baru. Kekuatan kasih Allah membawanya kepada keselamatan dan mendorong dia untuk membawa banyak orang menjadi pengikut Yesus (Kis. 9:15). Paulus menjadi berbeda dengan orang-orang Yahudi yang salah mengerti, tidak memahami Yesus secara benar.

       Bagaimana caranya agar kita bisa memiliki iman yang hidup kepada Kristus? Sebab, iman yang demikian akan membuat kita bisa merasakan cinta Tuhan dan membangun relasi yang mendalam dengan-Nya, membuat kita menjadi romantis seperti dikatakan dalam lagu “Kita Bikin Romantis” karya Malik & D’Essentials. Mau serupa dengan Kristus karena kita diciptakan serupa dan segambar, secitra dengan Tuhan. Mengikuti Kristus secara sungguh-sungguh tentu tidak mudah, tetapi kita harus terus semangat berjuang jatuh bangun pikul salib. Ngga cengeng lagi, ngga bersungut-sungut, terus semangat berkobar-kobar, atasi segala permasalahan hidup dengan semangat. Kekuatan dari makan makanan rohani dapat membawa banyak jiwa bisa melangkah sampai pada keselamatan. Pohon kaktus berduri empat. Bersama Yesus pasti selamat.

Penulis

34 Responses

  1. Terimakasih Loving The Truth pada kesempatan mengisi web ini. Menjadikan suatu renungan bs lebih luas lagi dibaca dan menjadi firman yang hidup pada lebih banyak orang. Karya Tuhan mmg hrs diberitakan lebih luas lagi. Bisa memberkati lbh banyak jiwa terselamatkan. Yang biasanya renungan2 saya bawakan secara onsite di depan para umat persekutuan doa. Atau hanya saya tulis dan simpan saja.

  2. Sanhat memberkati, memiliki iman yang hidup kepada Kristus menjadikan saya dapat merasakan cinta kasih Tuhan dan kerahiman-Nya

  3. Terima kasih untuk Renungannya. Suatu anugrah bagi saya boleh menerima Roti Hidup yg sll memberi kekuatan saat menjalani hidup di dunia ini. Tuhan Yesus memberkati

    1. Terimakasih sis Elly… Roti Hiduplah yang memberi kita kehidupan kekal yaitu keselamatan sejak kita hidup di dunia sampai kelak di surga. Semoga kita beroleh kasih Allah bs bersamaNya dalam surgaNya bersama para Kudus. Amin….🙏😇

      1. Terima kasih Sis Enny buat renungannya yang sangat memberkati.
        Dengan makan daging Anak Manusia dan minum DarahNya , kita bisa mengalami Cinta Kasih-Nya yang tak terbatas dimana Kristus menyerahkan keseluruhan diri-Nya, Tubuh, Darah, Jiwa dan Ke-Allah-an – Nya. Maka cara terbaik untuk membalas Kasih Kristus adalah dengan menerima pemberian diri-Nya dengan cara yang dipilih-Nya yaitu dalam Ekaristi.

  4. Terimakasih untuk renungannya Ibu Enny.. Sungguh sangat memberkati 🙏🙏
    Dengan Roti Hidup membuat saya lebih kuat lagi dalam memikul salib, selalu setia ikut Dia yang telah menyelamatkan dan dapat lebih intim untuk semakin mengenal Kristus. Tuhan Yesus memberkati 😇

  5. Pengalaman pribadi akan sentuhan Allah, sungguh merupakan berkat Illahi bahwa sejak semula Dia memang mencintai domba-dombaNya sampai mengutus AnakNya yang Tunggal demi dosa manusia. Proficiat sis Enny, rekan seperjalanan untuk Lebih Memuliakan Allah – Ad Maiorem Dei Gloriam

  6. Terima kasih renungannya,sangat memberkati saya
    Sungguh luar biasa,Roti Hidup dapat saya rasakan sebagai kemurahan Tuhan yang besar, yang selalu menyertai langkah hidup saya,untuk tidak “aleman” memaknai sebuah kesulitan,kegagalan
    Roti Hidup membuat saya lebih banyak bersyukur atas berkat Tuhan saya saya terima, juga menjadikan saya kuat dalam iman,pengharapan dan kasih 🙏

  7. Peneguhan akan iman percaya semakin juga menunjukkan skema perjalanan rohani kita semakin bertumbuh didalam Tuhan
    Karena melalui makanan rohani kita lmenjadi kuat didalam Tuhan Menjadi lebih dari seorang pemenang
    Terimakasih untuk atas renungan harian ini yang sangat memberkati .
    Tuhan Memberkati🙏

    1. Sangat mendalam isi nya, perjalanan iman dan rohani yang selalu bertumbuh di dalam Tuhan Yesus Kristus, Puji Tuhan berkat Tuhan Allah melimpah untuk kita semua 🙏

    2. Terima kasih kontribusi Penulis renungan Loving Truth yg terkasih@ Ibu Enny♥️ atas peneguhan yg diberikan bagi umat beriman agar tdk mudah terlena akan tawaran dunia karna kemasannya yg biasanya lebih menarik namun tdk berguna utk kehidupan kekal.Berkah Dalem.Terus dipakai utk kemuliaan Tuhan .Amin.

  8. Tulisan ini sungguh mengena buat saya pribadi. Mengingatkan saya betapa nyata kasih Tuhan di hidup saya. Ketika Tuhan mengubahkan hidup saya dengan kasih melalui orang orang terdekat saya.
    Sebuah titik balik kerinduan kepada Tuhan, menjadi sejarah penuh hikmat di hidup saya. Praise The Lord. Amen.

  9. Puji Tuhan,Luar Biasa,Mbak. Sangat memberkati dan menguatkan kita semua yang baca. Tetap semangat dan setia melayani Tuhan,Mbak. Berkah Dalem! 🙏😇

    1. Puji Tuhan. Terimakasih bu Enny untuk renungannya. Terimakasih telah berbagi. Terus berkarya ya bu. Tuhan Yesus memberkati.

  10. Renungan yg sangat inspiratif Mbak Enny…sekarang benar2 ber metaforsis ya Mbak. Klau baca renungannya jd inget diri sendiri karna dlu sy ya mirip2 dgn saya . Dlu ikut Sakramen Ekaristi hanya sebuah kewajiban sbg umat Katolik sampai akhirnya dimasukkan dlm SEP oleh Mbak Enny itulah titik awal dr pertobatan sy sampai sekarang. Maturnuwun,melalui Mbak Enny adalah pintu masuk sy utk bs mengalami perjumpaan dgn Tuhan Yesus yg luar biasa. Smg renungan2 selanjutnya bs lbih menginspirasi banyak orang yg membaca dan merenungkannya. Semangat sahabatku..🙏🙏👍👍

  11. Terima kasih kontribusi Penulis renungan Loving Truth yg terkasih@ Ibu Enny♥️ atas peneguhan yg diberikan bagi umat beriman agar tdk mudah terlena akan tawaran dunia karna kemasannya yg biasanya lebih menarik namun tdk berguna utk kehidupan kekal.Berkah Dalem.Terus dipakai utk kemuliaan Tuhan .Amin.

  12. renungan nya sangat inspiring buat sy, lebih menguatkan iman.. terlebih saat menyambut ekaristi, makanan dari Surga.. 🙏
    terima kasih Sis Enny🥰

  13. Terima kasih untuk renungan yang sangat menginspirasi ini. Ditengah situasi yang ada saat ini, semoga kita selalu diberi kekuatan dalam menghadapi segala kesulitan dan tantangan dan percaya bahwa kita tidak berjalan sendiri, karena Tuhan akan selalu memberi pertolongan dengan cara-Nya. Terima kasih🙏

  14. Terima kasih renungan bagus .sangat menginspirasi tentang iman yg semakin tumbuh dan juga pesan dan arahanNya mantap. 🙏

  15. Terima kasih atas renungannya Bu Enny, sangat memberkati dan meneguhkan saya. Ekaristi memberi kekuatan dan pengharapan setiap menyantap Roti Hidup itu saya selalu mengucap syukur atas segala anugerahNya. Membaca renungan ini saya diingatkan kembali bahwa ekaristi juga akan membawa kita pada keselamatan. Semoga penulis semakin diberkati pelayanannya.. Berkah Dalem Gusti.

  16. Terima kasih sis Enny untuk renungan yg sangat memberkati dan sangat menginspirasi. Renungan sis Enny selalu saya tunggu. Tuhan memberkati pelayanan sis Enny. Berkah dalem

  17. Trima Kasih utk Renungan nya Bu Enny tentang Ekaristi yg sungguh luar biasa dan semakin kita paham tentang betapa besar Kuasa menyambut Ekaristi

  18. Terima kasih Buk Enny atas renungan nya.. Semoga semakin banyak umat Katolik yang sadar dan menghidupi salah satu Sakramen yang paling penting yaitu Sakramen Ekaristi..

  19. Betul sekali, pengorbanan Tuhan dan bersyukur atas daging dan darah Kristus yang menyelamatkan manusia. Pengalaman Iman Paulus ,yang luar biasa meninggalkan hidup nyaman dan memilih Yesus sebagai sumber keselamatan abadi.
    “Ya Tuhan, aku mohon kepadamu iman yang kuat dan teguh, seperti iman Santo Paulus yang penuh kasih sayang dan dedikasi kepada-Mu. Perkuatlah imanku dan semoga aku dapat merasakan dan memberikan kasih sayang-Mu kepada setiap orang. Izinkan aku untuk menjadi saksi kasih dan kasih sayang-Mu di dunia ini, melalui tindakan-tindakan dan kata-kata. Semoga aku dapat menjadi lebih dan lebih seperti Engkau, Kristus yang dicintai. Amin.”

    𝘛𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘴𝘪𝘴 𝘌𝘯𝘯𝘺,𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘢𝘨𝘪 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘸𝘢𝘳𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘒𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘒𝘢𝘳𝘶𝘯𝘪𝘢 𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯 ……

  20. Yesus hadir dalam bentuk makanan karena Ia ingin menyapa manusia secara sederhana dan pribadi dalam hidup sehari-hari. Makanan adalah kebutuhan sehari-hari untuk mendukung hidup kita sehingga makanan selalu kita perlukan. Semoga kita juga semakin sadar bahwa kita memerlukan Yesus dalam hidup kita.

  21. Renungan yg indah, Bu Enny.
    Mengingatkan kt semua akan kehangatan ekaristi dimana selalu ada kasih tanpa syarat yg bs kt dptkan di setiap perayaan misa dan sungguh ekaristi bnr” santapan yg memberi kekuatan batin bagi kt. Semoga pembaca lain jg semakin dpt menghayati makna ekaristi melalui tulisan ini

  22. Terima kasih renungannya Bu Enny. Renungannya menyentuh dan menginspirasi untuk lebih mencintai Ekaristi. Tuhan berkati pelayanannya selalu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *