Iman Tanpa “TANDA” ( 21 Juli 2025 )

Renungan hari ini dari bacaan Kitab Keluaran 14: 5-18 dan Injil Matius 12: 38-42. “Jawab-Nya kepada mereka, “Generasi yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda Nabi Yunus” (Mat. 12:39)

Lonceng di gereja Katolik berdentang setiap pukul 6, 12, dan 18 sebagai tanda waktunya berdoa Malaikat Tuhan atau Ratu Surga (Masa Paskah). Lampu mercusuar yang menyala pada malam hari (berkedip, berputar, menyala terus) dengan makna berbeda, berfungsi sebagai tanda bagi kapal-kapal untuk menarik perhatian, mengetahui posisi dan arah mereka, serta memperingatkan adanya bahaya di sekitar perairan. Tanda bisa berupa petunjuk, pelajaran, atau peringatan yang membantu kita memahami tujuan hidup, meningkatkan keimanan, dan mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah mati.

Beberapa ahli Taurat dan orang Farisi, keras hati seperti Firaun (Kel. 11:8), ingin melihat suatu tanda dari Yesus, yaitu siapakah Mesias itu. Mesias artinya (bhs. Ibrani Masyiakh; bhs. Yunani Christos), yang diurapi. Mesias merujuk ke seorang tokoh yang diyakini akan datang untuk menyelamatkan atau membebaskan bangsa Yahudi (digambarkan sebagai raja dari keturunan Daud).

Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, Yesus mengatakan bahwa kepada generasi yang jahat dan tidak setia ini tidak akan diberikan tanda selain tanda Nabi Yunus. Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam, seperti Yunus tinggal dalam perut ikan (12:39-40). Yesus menyinggung tiga hari nubuat di Perjanjian Lama tentang kebangkitan. “Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu.” (Yunus 3:2).

Tanda Yunus ini bukan hanya mukjizat kebangkitan, tapi juga mukjizat pertobatan orang-orang pagan yang berdosa (penyembah berhala). Yesus adalah Sang Mesias, seluruh dunia bertobat dan menyembah Allah Israel. Seperti Eusebius katakan (sejarawan Gereja abad keempat), The Proof of the Gospel: Manusia yang sudah lama berdosa setelah kedatangan Sang Juruselamat kita, berdoa kepada Allah Yang Mahatinggi, Pencipta Langit dan Bumi, dan Tuhan para nabi yang sebenarnya, Allah Abraham dan para leluhurnya.

Jangan menunggu tanda untuk percaya, sebab kebijaksanaan sejati adalah mengenali kebenaran yang sudah ada dihadapan kita. Seperti iman Musa yang besar, bisa mengenali Tuhan sendirilah yang akan menyelamatkan bangsa Israel keluar dari Mesir (Kel 14: 13-14), itulah yang Tuhan kehendaki dari kita, umat beriman. Sebagaimana orang-orang Niniwe bertobat saat mendengar Yunus, demikian pula hati kita harus terbuka pada firman Tuhan. Tuhan Yesus lebih dari Nabi Yunus dan Raja Salomo. Jangan menunda pertobatan karena Sang Terang sudah datang, dan kebijaksanaan-Nya lebih besar daripada segala tanda. Percayalah tanpa menuntut bukti. Berjalanlah dalam iman bukan keraguan, karena Yesus sendiri adalah tanda terbesar yang diberikan kepada dunia.

Mengikuti keteladanan Paus Fransiskus yang diteruskan oleh Paus Leo XIV, hendaklah kita semakin menjalankan dan mewartakan Firman Tuhan dengan penyerahan diri pada kehendak Tuhan dan peka pada rencana-Nya, dengan iman tanpa harus melihat tanda. Kiranya kita semakin menyadari kebutuhan akan ekaristi (kehadiran Yesus yang nyata) sebagai santapan rohani yang melindungi dari segala keinginan untuk jatuh ke dalam dosa. Kita terus mengusahaan kedalaman relasi dengan Tuhan melalui doa, refleksi batin, dan mengandalkan hanya Tuhan setiap saat dan membawa keluarga dan orang-orang sekitar kita kepada pertobatan. Dengan menjadi pribadi seperti Kristus, yang lembut dan rendah hati, orang-orang di sekitar kita akan melihat wajah Allah dalam diri kita masing-masing.

Marilah kita menyiapkan diri untuk penghakiman terakhir dengan peka pada tanda dari Tuhan dan bertobat. Percaya penuh akan kuasa dan keadilan Tuhan tanpa menuntut tanda.

Penulis

15 Responses

  1. Renungan sederhana tapi luar biasa menyadarkan saya untuk percaya dan menaruh harapan kepda Yesus sumber kehidpan tanpa harus bukti nyata tapi bisa di rasakan dalam hati akan kasih Yesus dalam kehidupan setiap hari memperbaharui kehidupan kita orang percaya Tuhan Yesus memberkati🙏

  2. Renungan yang sangat menggugah pikiran dan hati kita, untuk selalu mengkoreksi diri, , mohon ampun atas segala dosa kita melalu sakramen tobat, selalu rendah hati dan menjadi bijaksana dalam bertindak , dan juga berpikir.
    Kasih Kristus Yesus, menyertai kita semua dengan Terang Roh Kudus dari Allah Bapa.
    Tuhan Allah memberkati.

  3. Tuhan, bukalah mataku untuk melihat Engkau dalam situasi dan orang-orang disekitar, peka pada tanda Tuhan dan bertobat. Jadikan hatiku lembut untuk mendengar suara-Mu, rendah hati untuk mengakui kesalahanku, dan kudus dalam pikiranku dan tindakanku. Tolong aku mengikuti teladan Yesus.
    𝘯.𝘪𝘤𝘩𝘴𝘢𝘯

  4. Renungannya sangat memberkati. Menyentuh hatiku untuk percaya akan kuasa Tuhan dan bertobat tanpa menuntut, belajar rendah hati, lembut seperti wajah Kristus 😇
    Tuhan Yesus memberkati, Amin.

  5. Puji Tuhan hari ini saya disapa oleh Tuhan dengan Renungan ini. Renungan yang bagus dan menyadarkan saya, bahwa Tuhan begitu baik dalam hidup saya, kasih Nya yang berkesudahan. Ampuni aku Tuhan, terkadang di dalam doa aku meminta tanda dari padaMu. Harapanku lewat renungan ini Tuhan mampukan aku untuk lebih baik dan mencintai Tuhan dengan hati yang tulus. Amin 🙏🙏

  6. Ya Tuhan, berilah aku hati yang tidak lagi menuntut tanda , tapi hati yang siap untuk mencitai-Mu selamanya . Amin.
    Terima kasih Bu Enny..renungannya sangat dalam dan memberkati saya

  7. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat
    Terimakasih Bu Enny untuk renungamnya .Semakin membuka mata rohani saya dan semakin menguatkan iman percaya saya bahwa Tuhan Yesuslah adalah satu satunya sumbet Pengharapan dan hidup selamanya.
    Amin.
    Tuhan Yesus Memberkati.

  8. Renungan ini menyadarkan saya bahwa saya harus menyiapkan diri untuk penghakiman terakhir dengan bertobat dan menjadi pribadi yang rendah hati, hidup dalam iman dan peka terhadap setiap tanda yang Tuhan berikan untuk saya.
    Terimakasih Bu Enny utk renungannya, sungguh memberkati 😇🙏

  9. Melalui renungan ini saya menyadari kerapuhan diri sebagai orang berdosa yang kadang tidak sabar menghadapi tekanan hidup. Maka saya bertobat dan diingatkan untuk mempersiapkan diri menghadapi hari penghakiman. Semoga saya bisa juga membawa orang2 tercinta untuk bertobat. Terima kasih Bu Enny atas renungannya. Berkah Dalem.

  10. Bagus renungan Nya. Memberi inspirasi utk berbuka hati dan percaya kepada Allah .tanpa menuntut tanda ..dan dgn kerendahan hati kita harus mengakui kita TDK luput dari di osa kira perlu bertobat🙏

  11. AMIN. Puji Tuhan,renungan sederhana yang LUAR BIASA dan sangat memberkati,menguatkan dan meneguhkan kita semua yang baca,Mbak. Berkah Dalem! 🙏😇

  12. Terima kasih banyak untuk renungan yang sangat menginspirasi ini. Kembali lagi kita diingatkan untuk selalu berefleksi dan selalu menjaga relasi dengan Tuhan selama hidup ini.

  13. Trimakasih untuk peneguhan dari perenungan ini Sis Enny, “Jangan menunggu tanda untuk percaya, sebab kebijaksanaan sejati adalah mengenali kebenaran yang sudah ada dihadapan kita”. Hal ini sungguh menguatkan saya secara pribadi, untuk semakin aktif menggiatkan iman saya.Amin.Berkah dalem.

  14. Trimakasih untuk peneguhan dari perenungan ini Sis Enny, “Jangan menunggu tanda untuk percaya, sebab kebijaksanaan sejati adalah mengenali kebenaran yang sudah ada dihadapan kita”. Hal ini sungguh menguatkan saya secara pribadi, untuk semakin aktif menggiatkan iman saya.Amin.Berkah dalem.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *