| Yesaya 26 : 1 – 6 ; Matius 7:21. 24 – 27.“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan yang melakukan kehedak Bapa-Ku yang di surga” (Mat. 7:21). |
Pada Yesaya 26: 1-6 Yesaya menyampaikan kepada seluruh bangsa Israel di tanah Yehuda, mungkin sesudah mereka mengalami pembuangan di Babel, bahwa mereka akan memiliki kota yang kuat (Yes. 26:1). Setelah mengalami kehancuran, kini ada harapan baru: Sion akan dibangun kembali seperti kota eskatologis di mana TUHAN telah memasang tembok dan benteng. TUHAN menjamin keselamatan penghuninya dari serangan musuh-musuh dan kota itu tidak akan dapat dihancurkan karena Ia telah membentenginya.
Yesaya mengatakan “bukalah pintu-pintu gerbang supaya masuk bangsa yang benar, yang tetap setia” (Yes. 26:2). Kota itu terbuka bagi semua bangsa, bukan hanya bangsa Israel, yang penting adalah bahwa mereka bangsa yang benar dan setia di hadapan Tuhan, serta teguh hatinya. Mereka semua akan dijaga dan dibentengi oleh Tuhan dari segala yang jahat dengan damai sejahtera (syalom). Sebab, mereka percaya kepada Tuhan (Yes. 26:3). Tuhan ingin agar kita tetap percaya kepada-Nya dan merasakan betapa besar kasih-Nya kepada manusia. Ia akan selalu menjaga dan membentengi kita dari pengaruh buruk, dosa, dan segala yang jahat. Dia begitu peduli dan tidak ingin seorang pun dari kita celaka. Dia ingin kita tetap taat dan percaya kepada-Nya selamanya, karena Dialah gunung batu yang kekal (Yes. 26:4).
Kontras dengan kota yang kuat yang dibentengi oleh TUHAN, terdapat pula kota yang menjulang tinggi, mungkin Babel, yang merupakan simbol kesombongan (Yes. 26:5). Kota ini, yang dihuni oleh orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan sudah ditundukkan dan direndahkan, bahkan sampai rata dengan tanah. Kaki orang-orang sengsara dan lemah akan menginjak-injaknya (Yes. 26:6). Tuhan membela orang-orang yang menderita yang tetap percaya kepada-Nya karena hanya imanlah yang dapat menyelamatkan kita semua.
Yesaya adalah salah satu dari para nabi besar yang sering menubuatkan apa yang akan terjadi kelak. Dia menunjukkan kepada Israel bahwa Tuhanlah sumber damai sejahtera yang sejati. Namun, syalom yang sempurna ini menuntut sikap penerimaan dari kita, berupa menaruh kepercayaan pada-Nya. Pemulihan hidup kita dapat terjadi bukan pertama-tama karena kita mengandalkan pemerintah dan kekuasaan politik yang cenderung sombong dan koruptif, melainkan mengandalkan Tuhan, dengan menunjukkan kesetiaan dan iman kepada-Nya.
Iman kepada-Nya bukanlah iman yang hampa dan teoretis, melainkan yang nyata dalam perbuatan. Karena itu Yesus berkata, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan yang melakukan kehedak Bapa-Ku yang di surga” (Mat. 7:21). Memang kita diselamatkan karena iman kepada Kristus, tetapi tidak semua iman itu efektif untuk keselamatan, melainkan hanya iman yang nyata dalam perbuatan kasih. Sebab, jika kita hanya mengandalkan iman dalam mulut, pada hari terakhir Tuhan akan berkata kepada kita, “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari hadapan-Ku, hai Kamu yang melanggar perintah Allah!” (Mat. 7:23).
Kini, saatnya kita mendengarkan firman-Nya, sehingga kita mengetahui kehendak-Nya, lalu melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. Banyak hal yang bisa kita buat sebagai bentuk pelaksanaan kehendak-Nya: mendekatkan diri pada-Nya melalui doa-doa, berbelaskasih dan menolong sesama, menjaga keharmonisan dalam keluarga, dan selalu menjaga hati agar tetap menjadi bait Allah yang kudus.

satu Respon
Truy cập vào link chính thức của 66b chính thức để tải ứng dụng. Link này đảm bảo bạn có thể tải ứng dụng một cách an toàn và không gặp phải các vấn đề về bảo mật. TONY12-10A