Renungan dari bacaan Kisah Para Rasul 13:26-33 dan Yohanes 14:1-6 “Janganlah gelisah hatimu.Percayalah kepada Allah,percayalah padaKu. Dirumah BapaKu banyak tempat tinggal.Akulah jalan kebenaran,dan hidup.Tidak seorangpun datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku.” ( Yohanes 14:1,2,6) |
Pernahkah kita merasa takut dan gelisah? Bacaan hari ini mengingatkan agar kita jangan takut dan gelisah. Tuhan mengetahui bahwa manusia mempunyai kecenderungan untuk menjadi gelisah dan takut. Banyak hal yang kita alami dalam perjalanan hidup dapat membuat kita menjadi kuatir dan gelisah, terutama ketika menghadapi situasi dan kondisi yang tidak enak.
Misalnya: kondisi keuangan yang membuat kita memikirkan bagaimana mencukupi keperluan hidup, konflik dan kekerasan dalam keluarga, penyakit atau kesehatan diri sendiri ataupun keluarga yang memburuk, masa depan yang muram, karir atau jabatan yang tidak menentu, keadaan dunia yang sedang tidak baik- baik saja, kriminilitas yang makin banyak, perperangan, persaingan, dan lain sebagainya. Kadang kegelisahan itu membuat kita merasa tidak aman, gusar, dan tidak berdaya, kehilangan kepercayaan dan harapan. Dalam bacaan hari ini, Yesus memberikan penghiburan dan menguatkan dasar iman kita yaitu percaya kepada Yesus dan percaya kepada Dia yang mengutus-Nya, yakni Allah Bapa. Kepercayaan menjadi kunci untuk menghalau kegelisahan, karena ketika kita percaya, kita akan berpasrah, berserah dan mengandalkan penyelenggaraan Tuhan dalam hidup kita.
Dalam Kitab Suci, kita sering menemukan pesan “Jangan Takut”. Tuhan mengingatkan kita setiap hari agar kita tidak takut, tidak lekas gelisah dan kuatir. Pesan ini sangat relevan ketika kita sedang dalam pergumulan menghadapi tantangan dan kesulitan- kesulitan hidup. Jangan sampai semua itu membuat kita menjauh dan tidak menyadari kasih Tuhan karena terlalu fokus pada permasalahan-permasalahan yang sedang dihadapi. Seharusnya pada saat-saat itu, kita berpegang pada Kristus dan mengandalkan-Nya, karena Dia adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup. Percayalah kita akan memperoleh jalan keluar. Janji Tuhan akan digenapi dalam hidup orang yang percaya.
Iman akan Kristus mengajak kita menjadi saksi bahwa dalam Kristus terpenuhilah janji Allah, dan dalam Kristus terjaminlah keselamatan untuk semua bangsa. “Jangan ragu dan gelisah” akan keselamatan abadi yang kita dambakan dan rindukan. Yesus menjamin keselamatan kita, “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal” dan Yesus pergi untuk menyediakan tempat bagi kita semua. Yesus sendiri juga menghendaki kebersamaan abadi itu antara diri-Nya dan semua yang percaya kepada-Nya.” Aku akan menyediakan tempat bagimu. Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat Aku berada, kamu pun berada” ( Yoh. 14:3).
Keselamatan yang ditawarkan Yesus bukanlah privilege atau hak khusus keturunan terpilih tetapi tawaran dan undangan untuk semua bangsa termasuk kita. Syaratnya hanya satu, yakni menerima dan beriman kepada Yesus Kristus. Sebab, hanya melalui Yesus kita memperoleh keselamatan dan hanya melalui Dia-lah manusia sampai kepada Bapa. “Akulah jalan, kebenaran,dan hidup. Tidak seorang pun datang kepada Bapa,kalau tidak melalui Aku.” (Yoh. 14:6).
Luangkan waktu untuk menjalin relasi dengan Yesus melalui doa-doa pribadi, membaca serta merenungkan Sabda-sabda-Nya yang ada dalam Kitab Suci, dan mengikuti perayaan Ekaristi. Selama masih berada di dunia ini, kiranya kesempatan ini kita pakai untuk selalu berusaha mencari sesuatu yang lebih daripada sekedar berjuang untuk hidup melainkan juga berjuang untuk memperoleh keselamatan kekal.
Penulis

