| Renungan hari ini dari bacaan Yesaya 7:10-14; Lukas 1:26-38. “Aku tidak mau memintanya, aku tidak mau mencobai TUHAN” (Yes. 7:12). |
Raja Ahas, raja Yehuda, berencana meminta bantuan kepada Tiglat Pileser III, Raja Asyur, untuk melawan Rezin, raja Aram yang berkoalisi dengan Pekah, raja Israel. Kedua kerajaan itu bermaksud menggulingkan Ahas dari takhta kerajaan dan menggantinya dengan Tabe’el, mungkin orang Aram. Hal itu mereka lakukan karena Raja Ahas tidak mau berkoalisi dengan mereka untuk melawan kerajaan Asyur yang ingin mengepakkan sayap kekuasaannya di seluruh wilayah Mesopotamia hingga ke Mesir. Penggantian Ahas dengan Tabe’el diharapkan akan memperlancar rencana mereka untuk membangun koalisi tiga kerajaan dalam menghadapi Asyur. Ketika menyaksikan kedua kerajaan itu, kerajaan Aram dan kerajaan Israel, bersiap menyerang kerajaannya, Ahas gemetar ketakutan. Sebab, dalam kalkulasi politiknya ia melihat kekuatan kerajaan Yehuda tidak mungkin mampu mengalahkan kedua kerajaan itu. Itulah sebabnya, ia bermaksud meminta bantuan kepada Asyur.
Nabi Yesaya, di bawah tuntunan ilahi, mencegah Ahas melaksanakan rencananya itu karena akan berakibat fatal. Jika hal itu dilakukan, Yehuda akan berada di bawah kuasa Asyur, dan bukan saja harus membayar upeti melainkan juga membuka peluang masuknya dewa-dewi Asyur ke Yehuda. Yesaya menasihati Ahas untuk percaya kepada Tuhan yang akan memberi dia kemenangan. Kedua kerajaan yang hendak menyerangnya itu hanyalah “dua puntung kayu api berasap” (Yes. 7:4) yang dengan mudah akan bisa ia kalahkan. Namun, Ahas tidak mau mendengarkan nasihat Yesaya. Ia lebih percaya pada kalkulasi politiknya daripada mengandalkan iman yang tidak kasat mata.
Untuk meyakinkan Ahas, bahwa pesan Tuhan itu bisa dipercaya, Yesaya menawarkan Ahas untuk meminta tanda. Namun, Ahas tetap menolak: “Aku tidak mau memintanya, aku tidak mau mencobai TUHAN” (Yes. 7:12). Sepintas jawaban Ahas tampak saleh sekali, seakan ia tidak mau melanggar perintah Tuhan: “Janganlah kamu mencobai TUHAN, Allahmu” (Ul. 6:16). Namun, di balik kata-kata yang saleh itu, ia sebenarnya menyembunyikan ketidakpercayaannya. Ia tidak berani mengandalkan Tuhan, karena firman-Nya seperti tidak masuk akal. Ia lebih mempercayai dan mengandalkan strategi politiknya daripada iman kepada Tuhan yang tidak bisa dikalkulasi. Ahas lalu memakai kesalehan verbal, mulut yang manis untuk menutupi ketidakpercayaannya. Ia sok saleh tidak mau mencobai Tuhan, padahal Tuhan sendiri yang memerintahkan dia untuk meminta tanda.
Demikian kata-kata yang saleh sering kita pakai sebagai tembok tebal untuk menutupi iman kita yang rapuh. Ketika menghadapi masalah besar, kita berkata, “Semuanya kuserahkan pada rencana dan kehendak Tuhan”. Namun, pada kenyataannya kita sudah menetapkan rencana kita sendiri dan kita tidak ingin rencana Tuhan yang terjadi, karena kita takut gagal. Kita takut Tuhan ikut campur sementara kehendak-Nya bukan saja berbeda dengan kehendak kita, tetapi juga sepertinya tidak masuk akal.
Ahas menolak meminta tanda yang meyakinkan kebenaran firman Tuhan, namun Tuhan tetap memberikan ia tanda. Namun, kesombongan dan keangkuhan hatinya membuat ia tetap tidak pernah bisa melihat dan memahami tanda itu. Tidak pernah disebutkan dalam Perjanjian Lama Ahas mengenali tanda itu, dan tidak ada orang yang bernama Imanuel. Maria dalam Perjanjian Baru, akhirnya memberi kita teladan dalam memahami tanda dari Tuhan. Dalam kesulitan memahami dan menerima kehendak Tuhan, ia berkata, “Aku ini hamba Tuhan. Jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Luk. 1:38). Ada saatnya kita dengan rendah hati mengakui bahwa rancangan Tuhan melampaui akal budi dan perhitungan kita. Hal terpenting yang patut kita buat dalam situasi seperti itu: berserah pada Dia, dan mengakui kehinaan kita sebagai hamba-Nya, dan membiarkan Dia bertindak sebagi Tuan kita.

10 Responses
Ahaa, its pleasant conversation regarding this article at this place at this web site, I have read all that, so at this time me also commenting here.
I like what you guys are up too. This type of clever work and reporting! Keep up the superb works guys I’ve incorporated you guys to my personal blogroll.
Ahaa, its pleasant conversation concerning this post here at this website, I have read all that, so now me also commenting here.
Incredible! This blog looks exactly like my old one! It’s on a totally different topic but it has pretty much the same page layout and design. Superb choice of colors!
Way cool! Some extremely valid points! I appreciate you penning this write-up and the rest of the site is also really good.
Ahaa, its nice discussion concerning this article at this place at this website, I have read all that, so now me also commenting at this place.
Hello, i think that i saw you visited my web site thus i came to “return the favor”.I am trying to find things to enhance my site!I suppose its ok to use some of your ideas!
Precisely what I was looking for, thank you for posting.
I am sure this piece of writing has touched all the internet visitors, its really really good paragraph on building up new weblog.
It’s very effortless to find out any matter on web as compared to textbooks, as I found this article at this web page.