Renungan hari ini dari bacaan Ul 4 : 32-40 dan Mat 16 : 24-28. Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Jika seorang mau menjadi pengikut-Ku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. (16:24) |
Tidak mudah untuk menjadi murid Yesus. Ada konsekuensinya, seperti dalam bacaan Injil hari ini Yesus dengan tegas mengatakan di dalam Matius 16 :24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Jika seorang mau menjadi pengikut-Ku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
“Jika seorang mau menjadi pengikut-Ku” memiliki pengertian semua orang yang mau mengikut Yesus sebagai murid harus menyangkal diri, meninggalkan segala ego, ambisi, kenikmatan hidup dan kebiasaan lama yang tidak berkenan kepada Allah. Mereka harus menjadi ciptaan baru dengan meninggalkan kehidupan lamanya. Harus mengutamakan Allah dan memikul salib, seperti Yesus yang mengambil jalan salib, semua pengikut-Nya pun harus mengikuti jejak-Nya.
Yesus memberikan alasan melalui paradoks yang bernilai kekekalan. “Sebab siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; siapa yang kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya”(ay 25).
Jika orang mau menikmati kesenangan dunia, ia akan kehilangan kesempatan hidupnya, sebaliknya, bila seorang rela kehilangan kesempatan hidup didunia, ia akan memperoleh kehidupan dalam kekekalan. Mana yang kita pilih ??
Pada waktu Yesus datang untuk kedua kali, kita akan menerima konsekuesi sesuai pilihan kita. Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya bersama malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.(ay 27)
Mengikut Yesus dalam pelayanan, pengorbanan, penderitaan dan salib akan membuahkan hidup kekal. Selamat berefleksi. Tuhan Yesus Memberkati.
Penulis

