Siapa yang melakukan kehendak ayahnya? ( 16 Desember 2025 )

Renungan hari ini dari bacaan Zefanya 3:1-8; Matius 21: 28-32.”Siapakah di antara keduanya yang melakukan kehendak ayahnya?” (Matius 21:31)

Dalam Injil hari ini, terdapat suatu perumpamaan yang menarik mengenai ketaatan sebagai tanggapan terhadap panggilan Tuhan. Perumpamaan ini ditempatkan tepat setelah imam-imam kepala dan para tua-tua bangsa Yahudi bertanya tentang kuasa Yesus. Tuhan Yesus menjawabnya dengan menyampaikan perumpamaan  tentang seorang ayah pemilik kebun anggur dengan dua orang anak laki-laki. Kebun Anggur sering diumpamakan sebagai kiasan untuk Kerajaan Alla. Pemilik kebun anggur secara berturut-turut menyuruh kedua anak laki-lakinya untuk pergi dan bekerja di kebun anggurnya.  Mereka memberikan dua tanggapan yang berbeda: kontras dalam kata yang bertolak belakang dengan tindakan.  Salah satu anaknya menjawab, “Aku tidak mau, namun kemudian ia menyesal dan pergi”. Anak yang satunya lagi  menjawab, “Baik, Bapa. Namun ,ia tidak pergi”.  Anak yang terakhir ini hanya memberikan kesan sopan dan penurut di depan ayahnya, asal ayahnya senang saja. Namun,  ia tidak taat, tidak berkomitmen untuk pergi dan bekerja di kebun anggur.

Dengan perumpamaan ini Yesus ingin menyampaikan bahwa yang lebih penting dan menentukan adalah apa yang dilakukan orang , bukan apa yang dikatakannya. Biarpun anak yang pertama menjawab, “Aku tidak mau”, sehingga ia bisa dinilai tidak hormat dan tidak sopan dalam budaya kita, hal itu tidak dipermasalahkan dalam perumpamaan ini. Anak yang pertama itu  mencerminkan pendosa publik, orang- orang yang dipandang rendah, seperti para pemungut cukai dan wanita tuna susila. Mereka awalnya menolak kehendak Allah, tetapi ketika diminta bertobat oleh Yohanes Pembaptis, mereka bertobat dan percaya sehingga dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Kelalaian anak yang kedua mencerminkan para tokoh agama pada zaman itu. Ajaran mereka tidak perlu diragukan, tetapi perbuatan mereka bertolak belakang dengan ajaran yang mereka sampaikan. Mereka terlihat taat di luar, namun sebenarnya mereka menolak Firman Allah yang disampaikan melalui nabi-nabi dan Yohanes Pembaptis. Mereka tidak percaya kepada berita Yohanes tentang Kerajaan Allah yang sudah dekat dan tidak melakukan perubahan dalam hidupnya. Para tokoh agama atau kaum elite ini lebih buruk dibandingkan dengan orang berdosa yang dipandang hina tetapi menerima Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya serta melakukan kehendak Bapa. Para pendosa itu dinyatakan akan masuk ke dalam Kerajaan Allah mendahului para tokoh agama .

Mengapa hal ini bisa terjadi? Yohanes telah datang kepada kedua belah pihak, datang untuk menunjukkan jalan kebenaran, mewartakan dekatnya Kerajaan Allah dan mengajak orang untuk menanggapinya dengan tobat dan memberikan diri untuk dibaptis. Nyatanya, para pendosa publik percaya dan bertobat, sedangkan para pemimpin agama tidak. Mereka seperti anak yang kedua, berkata “Ya”, tetapi tidak melaksanakan apa yang telah diucapkannya. Mereka mengajarkan Taurat tetapi tidak melakukannya. Mereka tidak menyesal, tidak berbalik dari kejahatan mereka dengan tulus, melainkan hanya mencari pujian manusia.

Tuhan Yesus mengundang kita untuk bekerja di kebun anggur-Nya. Kita diberi petunjuk agar dapat bekerja dengan lebih baik dan diingatkan tentang pentingnya ketaatan dalam setiap pekerjaan. Yesus, yang telah taat sampai mati, telah menjadi teladan bagi kita. Dia turun dari surga bukan untuk melakukan kehendak-Nya sendiri,tetapi untuk melakukan kehendak Bapa yang mengutus-Nya.

Ketaatan kepada Tuhan bukan tentang penampilan luar untuk mencari pujian manusia, tetapi terutama tentang hati yang tulus dan kesiapan untuk menerima dan melaksanakan Firman-Nya. Dewasa ini pun kita diajak untuk memperhatikan dan melaksanakan Firman-Nya dengan ketaatan yang sejati dan ketulusan hati. Kita diingatkan agar jangan bersikap seperti para pemuka agama yang dikritik Tuhan Yesus, yang merasa dirinya benar, berlindung dalam jubah kesalehan yang semu dan menolak undangan pertobatan  dari Allah melalui firman-Nya yang kudus. Kiranya kita dapat menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar.

Penulis

11 Responses

  1. Hola! I’ve been reading your website for some time now and finally got the courage to go ahead and give you a shout out from Austin Tx! Just wanted to tell you keep up the excellent work!

  2. Hello, Neat post. There’s a problem together with your website in internet explorer, may check this? IE nonetheless is the market chief and a huge component to other people will miss your excellent writing due to this problem.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *