Suasana Ramai ( 22 Januri 2026 )

Renungan hari ini dari bacaan 1Samuel 18:6-9; 19:1-7; Markus 3:7-12.“Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepadanya hendak menyentuh Dia” (Mrk. 3:10).

Banyak orang berduyun-duyun mencari dan mengikuti Yesus untuk mendengarkan pengajaran-Nya. Hal ini dinyatakan sangat jelas dalam bacaan Injil Markus hari ini: “Banyak sekali orang dari Galilea mengikuti-Nya, juga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus serta Sidon” (Mrk. 3:7-8). Hanya saja, banyaknya orang yang datang justru dapat membuat Yesus terhimpit dan sulit bertindak. Dari sebab itu, Ia menyuruh para murid untuk menyediakan perahu bagi-Nya untuk menghindari himpitan orang-orang yang berdesak-desakan hendak menyentuh Dia (Mrk. 3:9). Biasanya Yesus menyembuhkan orang dalam suasana ramai. Wanita yang menderita pendarahan selama dua belas tahun harus berjuang melewati kerumunan yang saling dorong untuk menyentuh jubah Yesus dan disembuhkan (Mrk. 5:30-31).

Pengendalian kerumunan juga menjadi masalah bagi mereka yang mencoba menyentuh jumbai jubah Yesus untuk menerima penyembuhan (Mrk. 6:55-56). Orang-orang yang membawa orang lumpuh bahkan tidak bisa mendekati Yesus karena kerumunan (Mrk. 2:2 dst.), sehingga mereka harus membuat lubang di atap dan menurunkan orang lumpuh itu melalui lubang tersebut.

Dalam hidup beriman, mungkin kita perlu memberi ruang bagi Yesus untuk meraja di dalam hati kita sehingga kita dapat datang kepada-Nya untuk menjamah dan mendengarkan Sabda-Nya. Penyembuhan masih terjadi dalam kondisi ramai, sehingga sulit dilakukan. Kerumunan menghalangi Yesus menyembuhkan kita. Kerumunan bagi kita bukanlah di luar, melainkan di dalam. Dosa, ketakutan, keraguan, kebencian diri, kecemburuan, ketidakmampuan memberi maaf, kepahitan, dan kesombongan mencoba menghalangi penyembuhan. Kita harus berjuang menembus kerumunan, berbagai rintangan batin untuk menerima kesembuhan dari Yesus. Berdirilah di tengah keramaian. Sentuhlah Yesus, dan rasakan pemulihan dari pada-Nya. Hanya di dalam Yesus, roh jahat tidak akan diam dalam diri kita.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *