Tuhan Selalu Beserta Kita ( 7 Juli 2025 )

Renungan hari ini dari bacaan Kitab Kejadian 28:10-22a dan Injil Matius 9:18-26.
Lalu Yesus pun bangunlah dan mengikuti orang itu””(Mat. 9:19).

Dalam hidup ini, kita mengalami berbagai fase: kegembiraan, ketakutan, pencarian, penderitaan, dan harapan. Bacaan hari ini, Kejadian 28:10–22 dan Matius 9:18–26, menunjukkan bahwa dalam setiap fase itu, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita.

Yakub sedang melarikan diri karena takut kepada Esau. Ia sendirian, tidak tahu ke mana harus pergi. Namun, di tengah pelariannya, Tuhan datang melalui mimpi, memperlihatkan tangga ke surga, dan berjanji untuk menyertai Yakub ke mana pun ia pergi. Tuhan hadir, bahkan saat Yakub tidak menyadarinya.

Dalam Injil Matius, kita melihat dua tokoh yang mencari Yesus dalam kesesakan mereka: seorang kepala rumah ibadat yang anaknya sakit, dan seorang perempuan yang menderita pendarahan selama dua belas tahun. Mereka datang kepada Yesus dengan iman yang besar. Mereka percaya bahwa hanya dengan kehadiran-Nya, hidup mereka bisa berubah. Yesus tidak mengecewakan mereka. Ia datang, menyentuh, dan memulihkan.

Pengalaman mereka mengajarkan bahwa komunikasi dengan Tuhan, khususnya dalam doa, adalah jembatan iman yang penting. Dalam Misa Kudus, kita tidak sekadar berdoa secara pribadi, tetapi kita masuk dalam perayaan iman bersama seluruh Gereja. Doa-doa panjang dalam liturgi adalah ungkapan kerinduan umat akan Allah yang hidup dan dekat. Di sanalah Yesus hadir secara nyata dalam Sabda dan Ekaristi, menyentuh dan menyembuhkan kita, seperti Ia menyentuh anak yang mati dan perempuan yang sakit.

Pengalaman mereka mengajarkan bahwa komunikasi dengan Tuhan, khususnya dalam doa, adalah jembatan iman yang penting. Dalam Misa Kudus, kita tidak sekadar berdoa secara pribadi, tetapi kita masuk dalam perayaan iman bersama seluruh Gereja. Doa-doa panjang dalam liturgi adalah ungkapan kerinduan umat akan Allah yang hidup dan dekat. Di sanalah Yesus hadir secara nyata dalam Sabda dan Ekaristi, menyentuh dan menyembuhkan kita, seperti Ia menyentuh anak yang mati dan perempuan yang sakit.

Namun, kita pun perlu bertanya: apakah komitmen kita dalam mencari Tuhan sebanding dengan komitmen Tuhan yang selalu hadir bagi kita? Tuhan datang bahkan saat kita tidak mencari-Nya. Namun, sudahkah kita seperti Yakub, yang membangun mezbah dan berjanji setia? Sudahkah kita seperti perempuan yang berani menerobos kerumunan demi menjangkau Yesus?

Bacaan Kitab Suci hari ini mengajak kita untuk lebih setia mencari Tuhan dalam doa, sakramen, dan kehidupan sehari-hari. Tuhan selalu beserta kita, semoga kita pun selalu menyadadirnya, berusaha hadir di hadapan-Nya dengan hati yang terbuka dan iman yang teguh.

Penulis
Bible Learning Loving The Truth

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *