Renungan hari ini dari bacaan Kitab Kejadian 18:20-23 dan Injil Lukas 11:1-13. “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Luk. 11:9). |
Dalam kehidupan ini, setiap orang tentu memiliki impian, entah itu dalam bentuk usaha, keluarga, pendidikan, atau pelayanan. Namun, seringkali jalan menuju impian itu tidak mudah. Ada banyak rintangan, proses yang melelahkan, dan masa-masa ketika kita merasa doa dan usaha tidak juga membuahkan hasil. Firman Tuhan dalam Lukas 11:1–13 mengingatkan tentang kekuatan ketekunan dalam doa dan usaha.
Dalam perikop ini, Yesus mengajarkan murid-murid-Nya tentang doa. Ia memberi gambaran tentang seorang sahabat yang datang tengah malam untuk meminta roti. Awalnya ia ditolak, tetapi karena ketekunannya, permintaannya dikabulkan juga. Yesus kemudian berkata, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Luk. 139). Ini bukan hanya ajakan untuk berdoa, tetapi juga dorongan untuk terus berusaha dan tidak menyerah.
Sering kali kita mengharapkan hasil yang instan. Berdoa sekali, bekerja sekali, lalu berharap hasil besar datang dengan segera. Namun, Tuhan mengajarkan bahwa ketekunan adalah bagian dari iman.
Seringkali keberhasilan yang tertunda adalah proses pendewasaan iman. Kita dilatih untuk tetap percaya walau hasil belum terlihat. Kita diajar untuk setia dalam hal kecil sebelum dipercayakan hal yang lebih besar.
Ketekunan tidak akan mengkhianati hasil. Mungkin hasilnya tidak selalu datang dalam bentuk yang kita harapkan, tetapi Tuhan tidak pernah mengecewakan mereka yang sungguh-sungguh berharap pada-Nya. Bahkan ketika sesuatu belum tercapai, bukan berarti usaha kita sia-sia. Justru saat-saat itulah kita belajar menggantungkan harapan sepenuhnya kepada Tuhan, bukan hanya pada kekuatan sendiri.
Jika ternyata jalan yang kita tempuh tidak membawa pada apa yang diharapkan, jangan kecewa. Tuhan tidak menutup jalan tanpa maksud. Bisa jadi, Ia sedang menyiapkan sesuatu yang lebih baik daripada yang kita minta.
Lukas 11:13 mengatakan bahwa jika manusia yang jahat saja tahu memberi yang baik kepada anak-anaknya, apalagi Bapa di surga. Ini memberi jaminan bahwa Tuhan tidak akan memberi yang sia-sia. Kadang yang kita minta adalah “roti”, tapi Tuhan tahu bahwa “ikan” atau bahkan “daging” lebih berguna bagi masa depan kita.
Jadi, dalam setiap usaha, baik dalam membangun bisnis, menyelesaikan pendidikan, membina rumah tangga, atau melayani Tuhan, bertekunlah. Jangan mudah menyerah ketika hasil belum terlihat. Tuhan melihat kerja keras kita, Tuhan mendengar doa. Bila saatnya tiba, berkat-Nya tidak akan terlambat.
Usaha yang diberkati bukan hanya soal hasil, tetapi juga perjalanan yang membentuk karakter kita untuk semakin serupa dengan Kristus. Terus berdoa, terus melangkah, dan yakinlah: Tuhan sedang bekerja dengan cara-Nya yang sempurna, dan waktu-Nya yang terbaik.
Penulis

