| Renungan hari ini dari bacaan 1Makabe 2:15 – 29; Lukas 19 : 41 – 44. “Alangkah baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu!” (Luk. 19:42) |
Kitab 1Makabe 2:15-29 mengisahkan tentang pembrontakan Matatias di Modein karena dia dan kelompoknya diminta untuk memberikan kurban untuk raja. Matatias menolak dan bahkan membunuh beberapa orang Yahudi yang memberikan kurban bagi raja. Ia marah, geram, dan dengan hati yang berkobar-kobar membunuh petugas kerajaan dan tempat persembahan diruntuhkannya. Begitulah tindakan seorang Matatias yang sangat taat pada hukum Taurat dan tidak bercela dalam menjalankannya.
Kalau kita membandingkannya dengan orang-orang dewasa ini, mungkin kita tidak bisa lagi menemukan orang seperti Matatias. Sejak perjanjian baru ditulis hukum yang telah diperbaharui oleh Yesus menjadi hukum kasih, hukum yang mengutamakan belas kasih dan kepedulian kepada sesama, lemah lembut dan tanpa kekerasan. Yesus lebih mementingkan orang yang mau bertobat seperti Zakeus seorang pemungut cukai yang bertobat bahkan memberikan setengah hartanya untuk orang miskin. Inilah yang diinginkan oleh Yesus, yakni agar semua orang selamat karena melakukan perbuatan kasih dan tidak terpusat hanya pada menjalankan aturan-aturan yang kaku hingga melanggar kasih.
Saatnya kini kita fokus kepada kedatangan-Nya yang kedua, agar kita dikenal dan dapat masuk melalui pintu yang sempit dan duduk dipangkuan Abraham. Semua yang ada di dunia ini tidak ada lagi gunanya. Harta, uang, dan kemewahan tidak ada artinya ketika kita mati, sebab hanya iman dan perbuatan baik kita dapat membawa kita kepada keselamatan. Dari sebab itu, marilah kita perbanyak perbuatan kasih kepada sesama. Apa pun bentuk kasih itu kita tabung hari demi hari. Dengan cara itu kita berada dalam keadaan yang selalu waspada dan berjaga-jada, sehingga bila waktunya Ia datang, kita didapati-Nya sedang dalam keadaan siap menyambut kedatangan-Nya.
Seperti para murid, kita pun bisa memuji dan mengelu-elukan Yesus yang memasuki Yerusalem, “Diberkatilah Dia yang datang sebagai Raja dalam nama Tuhan, damai sejahtera di surga dan kemuliaan di tempat yang maha tinggi“ (Luk. 19:38). Namun, Yesus justru menangis dan meratapi kehancuran Yerusalem yang akan terjadi karena mereka menolak Dia sebagai Mesias. Kalau saja Yerusalem mengenal waktu penyelataan mereka, mereka akan memiliki damai (Luk. 19:42). Yesus juga menangis melihat kehancuran Yerusalem yang akan dilakukan oleh tentara Romawi (Luk. 19:43 – 44). Semua itu terjadi karena mereka tidak mau menerima Yesus sebagai Mesias.
Mari kita belajar dari kesalahan orang-orang Yahudi pada zaman Yesus yang tidak mengerti tentang apa yang perlu untuk damai sejahtera. Mereka juga tidak mengetahui saat ketika Allah datang untuk melawat mereka. Kita percaya iman kepada Yesuslah yang mendatangkan damai sejahtera dan hal itu mengandaikan kita perlu selalu waspada menyambut kedatangan-Nya. Mungkin saat ini atau esok ia datang dalam wujud saudara-saudara kita yang berkekurangan atau yang membutuhkan, apa pun bentuknya. Kiranya, jangan sampai kita tidak mengetahui dan menyadarinya.

2 Responses
777jili https://www.go777jili.org
jljl7 – jljl7 Casino Philippines: Login, Register & App Download for Top Online Slots.Experience the best online gaming at jljl7 Casino Philippines! Secure your jljl7 login, complete your jljl7 register, and get the jljl7 app download to enjoy top-rated jljl7 slot games. Join the leading jljl7 casino today for exclusive rewards and big wins! visit: jljl7