Robohkan Berhala, Bangkitkan Misi ( 8 Juli 2026 )

Renungan hari ini dari bacaan Hosea 10:1-3. 7-8. 12; Matius 10:1-7. “Menaburlah sesuai dengan keadilan, menuailah bagimu menurut kasih setia! Bukalah bagimu tanah baru; sudah waktunya untuk mencari TUHAN, sampai Ia datang dan menghuajimu dengan keadilan” (Hos. 10:12).

Di zaman sekarang, banyak orang merasa sukses tapi hati tetap gelisah dan kosong. Karir yang menanjak, ponsel selalu penuh notifikasi, pengakuan di media sosial, gaya hidup instan, hingga hubungan yang hanya mencari kenyamanan dan kepastian, semuanya sering menjadi tuhan-tuhan kecil (berhala) yang diam-diam menguasai hidup kita. Gaya hidup instan artinya menginginkan segala sesuatu cepat, mudah, dan tanpa proses: ingin kaya cepat, populer seketika, bahagia dalam sekejap, serta solusi praktis tanpa mau berjuang. Motivasinya terlihat wajar: ingin tidak kekurangan, ingin diakui orang lain, ingin hidup lebih baik. Ironisnya, semakin banyak kita miliki dan kejar, semakin cemas, lelah, dan hampa hati kita. Akhirnya, kehilangan arah, lupa siapa yang seharusnya menjadi pusat hidup, dan kita terjebak dalam lingkaran pencarian yang tak pernah memuaskan.

Setelah Tuhan meruntuhkan berhala, Ia tidak meninggalkan umat-Nya dalam kehancuran. Sebaliknya, Ia memanggil mereka untuk bangkit dan melakukan tindakan nyata: membuka tanah baru, menabur keadilan, dan mencari Tuhan dengan tekun (Hos. 10:12). Ini adalah undangan untuk berubah dari penyembah berhala menjadi umat yang berbuah bagi Allah, untuk bermisi.

Yesus Kristus mewujudkan panggilan itu dengan sempurna. Ia memanggil kedua belas murid, memberi mereka kuasa mengusir roh jahat dan menyembuhkan segala penyakit, lalu mengutus mereka khusus kepada domba-domba yang hilang dari kaum Israel dengan pesan yang tegas: “Kerajaan Surga sudah dekat!” (Mat. 10:1-7). Mereka dipanggil untuk bermisi. Setelah membersihkan hati dari berhala, kita tidak boleh diam, melainkan harus bangkit dan diutus seperti para murid. Misi adalah buah alami dari pertobatan yang sejati. Berhala harus dirobohkan agar hati kita menjadi tanah baru yang subur, siap menerima hujan keadilan Allah dan siap diutus membawa Kerajaan-Nya kepada sesama. “Kita bukan diciptakan untuk menjadi berhala bagi diri sendiri, melainkan untuk menjadi saksi cinta Allah”(St. Ignatius Loyola).

Aksi nyata dalam merobohkan berhala antara lain: meluangkan waktu 10-15 menit setiap malam untuk memeriksa hati dengan jujur: apa yang paling saya andalkan selain Tuhan? Tuliskan dan serahkan dalam doa pertobatan. Lalu, bangkit untuk bermisi: Bagikan satu kabar baik, doa, atau tindakan kebaikan kepada satu orang hari ini. Katekismus Gereja Katolik No 2044 menyatakan bahwa kesaksian hidup kristiani sendiri beserta amal baik, mempunyai daya kekuatan menarik orang-orang kepada iman dan kepada Allah. Iman harus diwujudkan dalam perbuatan kasih nyata sehari-hari.

Tuhan menghancurkan tidak untuk mematikan harapan, tetapi untuk membebaskan kita dari belenggu berhala dan membangkitkan kita bagi misi-Nya yang agung. Marilah kita merobohkan segala berhala dalam hati kita dengan berani dan bangkit dengan semangat baru untuk memberitakan bahwa Kerajaan Surga sudah dekat. Hari ini juga, pilihlah untuk menabur keadilan (melakukan yang benar meski tidak populer dan tidak langsung menguntungkan) di tempat kerja: tidak korupsi waktu, tidak memanipulasi laporan, memberikan upah yang adil bagi pekerja, atau membela yang lemah. Carilah Tuhan dengan sungguh-sungguh (Tuhan bukan lagi nomor dua atau cadangan, melainkan prioritas utama). Ketika menghadapi masalah, hal pertama yang dilakukan adalah berdoa dan mencari kehendak Tuhan, bukan langsung panik atau mencari solusi duniawi.

Marilah kita menjadi murid-murid yang siap diutus untuk memberi kesaksian sederhana tentang apa yang Tuhan lakukan dalam hidup kita. Semoga melalui hidup kita yang diperbarui, banyak orang dapat merasakan kasih dan kehadiran Tuhan. Amin.

Penulis

5 Responses

  1. Salve.dan terimakasih Lovingthe truth khususnya Ibu Rosalia Enny atas peneguhan melaui renungan ini , khususnya pada ajakan “bangkit untuk ber misi: Bagikan satu kabar baik, doa, atau tindakan kebaikan kepada satu orang hari ini.” sungguh ber-misi tidak hrs menunggu saya sdh berkelimpahan inilah yg juga menjadi kekuatan hidup saya bahwa dgn mendoakan secara tulus dan membawa kabar baik bagi yg membutuhkan juga sungguh bermakna.💕 Terimakasih banyak Bu Rosalia Enny renungan nya sangat memberkati 💞 berkah dalem 🙏🏻

  2. Terima kasih bu Enny atas renungannya yg menguatkan dan meneguhkan iman saya. Untuk merobohkan berhala modern seperti gaya hidup iberlebih secara instan supaya mendapatkan pengakuan eksistensi diri, dengan korupai dalam pekerjaan, ingin segala sesuatu cepat tanpa mengukuti proses, sehingga berbuat curang dll dan terjebak dalam pencarian yg tak ada akhirnya. Tuhan Yeaus audah menghancurkan berhala modern ini dengan sabda dengan sabda kasihNya. Hidup sesuai dengan sabdanya.
    Setelah terbebas dari berhala ini maka harus bersaksi ataa kabar gembira yg telah diterima atau bermisi. Setelah mendapat kasih Tuhan maka harus siap diutus. Beekah Dalwm

  3. Selamat pagi Berkah Dalem bu Enny. Renungan ini mengingatkan saya untuk merobohkan berhala dalam diri yang kadang jika menghadapi masalah maunya cepat beres, mengeluh dan kering iman. Maka saya harus bisa membawa semua itu kepada Yesus yang pasti akan memampukan saya bisa melalui masalah2 hidup. Dan kemenangan yg diperoleh bisa menjadi kesaksian bahwa Yesus hadir dalam diri sesama. Dengan cara yang berbeda2 satu persatu masalah ada solusi.sekalipun belum selesai namun kehadiran Yesus memberi pengharapan. Kesulitan hidup..masalah2 yg belum terselesaikan sekalipun justru bisa Tuhan pakai untuk saya bermisi memberi peneguhan kepada teman2 yang juga mungkin mengalami hal sama supaya tetap bisa berpengharapan dan bersukacita. Terima kasih melalui renungan loving the truth dari bu Enny sudah memberkati saya untuk bekal menjalani hidup sepanjang hari ini.
    Tuhan memberkati.

  4. Terimakasih untuk renungannya Bu Enny. Sungguh sangat memberkati 🙏
    Renungan ini mengajak saya untuk instropeksi terhadap diri saya, apakah saya sudah menjadi umat yang berbuah bagi Allah, untuk bermisi; dan sudah saya lakukan dengan sungguh-sungguh. Semoga aku dapat menjadi murid yang siap diutus agar setiap orang merasakan kasih dan penyertaan Tuhan.
    Tuhan Yesus memberkati 😇🙏

  5. Terimakasih Ibu Enny untuk renungannya. Semakin menguatkan iman percaya saya didalam Tuhan . Sehingga pada akhirnya bisa memberi kesaksian akan besarnya cintakasih dan karya Tuhan dihidup kita pada orang lain .
    Tuhan Memberkati Amin.🙏

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daily truth

Artikel Lainnya

Share this article

Tertarik menulis artikel?