MEMBAYAR PAJAK KEPADA KAISAR ( 17 Agustus 2026 )

Renungan hari ini dari bacaan Sirakh 10:1–8; Matius 22:16–21
“Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah” (Mat. 22:21).

Kitab Putra Sirakh 10:1–8 berbicara tentang hikmat dalam pemerintahan. Pemimpin yang bijaksana mendidik dan menata rakyatnya dengan teratur. Kekuasaan berasal dari Tuhan, sehingga pemimpin harus menjalankan kekuasaannya dengan tanggung jawab. Sebaliknya, kecongkakan dan kelaliman dapat menjadi penyebab runtuhnya suatu kekuasaan.

Pesan ini sejalan dengan perkataan Tuhan Yesus dalam Matius 22:21: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

Pada tanggal 17 Agustus 2026, kita memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Selama bulan Agustus, suasana kemerdekaan terasa meriah. Kampung dihiasi lampu dan bendera warna-warni, ada berbagai lomba, jalan santai bernuansa merah putih, karnaval, dan berbagai kegiatan lainnya. Kita bersyukur karena dapat menikmati kemerdekaan sebagai hasil perjuangan para pahlawan yang telah mendahului kita.

Kemerdekaan yang kita nikmati harus kita rawat dan isi dengan tanggung jawab. Kita berkewajiban ikut serta dalam pembangunan negara. Salah satu bentuk tanggung jawab sebagai warga negara adalah taat pada aturan dan membayar pajak. Pembangunan dapat berjalan karena rakyat memenuhi kewajibannya, sementara para pemimpin mengelola keuangan negara dengan bijaksana dan bertanggung jawab. Para pemimpin harus menyadari bahwa kekuasaan yang mereka miliki pada akhirnya harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan.

Dalam Matius 22:16–21, orang-orang Farisi datang kepada Tuhan Yesus dan bertanya: “Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?” Pertanyaan itu sebenarnya merupakan jebakan. Jika Yesus menjawab tidak boleh, Ia dapat dianggap melawan kekuasaan Romawi. Jika menjawab boleh, mereka dapat mempersoalkan kesetiaan-Nya kepada bangsa Yahudi.

Tuhan Yesus mengetahui maksud hati mereka. Ia meminta mereka menunjukkan mata uang yang digunakan untuk membayar pajak dan bertanya, “Gambar dan tulisan siapakah ini?” Mereka menjawab, “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu Yesus berkata: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

Melalui jawaban Tuhan Yesus, kita mendapat pengajaran bahwa sebagai warga negara kita mempunyai kewajiban untuk menaati hukum dan aturan negara, termasuk membayar pajak. Dengan demikian, kita ikut mengambil bagian dalam pembangunan dan kehidupan bersama.

Namun, Tuhan Yesus juga mengingatkan bahwa tidak semua hal menjadi milik Kaisar. Ada sesuatu yang harus kita berikan kepada Allah. Negara mempunyai kewenangan dalam kehidupan bermasyarakat, tetapi Allah tetap menjadi sumber dan tujuan hidup kita. Karena itu, ketaatan kepada negara tidak boleh membuat kita melupakan ketaatan kepada Allah.

Para pemimpin juga mempunyai tanggung jawab. Jika rakyat wajib membayar pajak, para pemimpin wajib mengelola keuangan dan kekuasaan dengan bijaksana, adil, jujur, dan bertanggung jawab demi kesejahteraan rakyat. Inilah yang sejalan dengan pesan Kitab Putra Sirakh tentang pentingnya hikmat dalam pemerintahan.

Kepada Allah, kita juga wajib memberikan persembahan syukur. Persembahan itu bukan hanya berupa uang, tetapi juga pikiran, tenaga, waktu, dan talenta untuk melayani sesama. Yang terutama adalah mempersembahkan hidup kita secara utuh kepada Tuhan, menaati dan meneladani Tuhan Yesus dengan pertolongan Roh Kudus. Inilah ibadah kita yang sejati.

Pada HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 ini, marilah kita bersyukur atas kemerdekaan yang telah kita terima. Marilah kita menjadi warga negara yang bertanggung jawab, memenuhi kewajiban kita, termasuk membayar pajak, serta ikut menjaga persatuan dan pembangunan bangsa. Pada saat yang sama, marilah kita tetap memberikan kepada Allah apa yang wajib kita berikan kepada Allah, yaitu hidup, talenta, waktu, dan seluruh diri kita untuk kemuliaan Tuhan dan pelayanan kepada sesama.

Kiranya Tuhan menolong kita.

Tuhan Yesus Kristus,berikanlah kepada kami hikmat, hati yang lembut, rendah hati, dan taat, agar kami dapat menjalankan tanggung jawab kami sebagai warga negara dan sebagai umat-Mu dengan baik. Ajarlah kami untuk memberikan kepada negara apa yang menjadi kewajiban kami dan kepada-Mu apa yang menjadi hak-Mu.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *