| Renungan hari ini dari bacaan 1 Korintus 8:1b-7, 11-13; Lukas 6:27-38 “Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah” (1Kor. 8:3). |
Dalam persoalan daging persembahan berhala, sebagian jemaat Korintus memiliki pengetahuan bahwa berhala sebenarnya bukan Allah. Karena itu, mereka merasa bebas memakan daging tersebut. Tetapi, tidak semua orang memiliki pemahaman yang sama. Sebagian dari mereka menganggap bahwa tindakan itu masih berkaitan dengan kehidupan lama mereka dalam penyembahan berhala.
Rasul Paulus tidak menegur pemahaman siapa yang salah, tetapi menegur sikap mereka yang salah. Ia mengajak jemaat Korintus yang berpengetahuan untuk merenungkan, “Apa akibat pengetahuan dan kebebasan saya terhadap saudara saya? Sebab itu, Paulus mengingatkan supaya jangan sampai “orang yang lemah, yaitu saudaramu, yang untuknya Kristus telah mati, menjadi binasa karena ‘pengetahuan’-mu” (1Kor. 8:11).
Peristiwa di kota Korintus ini memberikan pelajaran yang sangat penting bagi kehidupan iman kita saat ini. Kita hidup di zaman di mana pengetahuan mudah diperoleh. Dengan beberapa sentuhan di layar, kita dapat mengetahui begitu banyak hal, termasuk tentang Allah, Alkitab, iman, dan berbagai macam pemahaman teologis. Kita dapat membaca tafsiran, mengikuti pendalaman Alkitab, mempelajari bahasa asli, membandingkan berbagai pandangan teologis, bahkan menemukan argumen yang mendukung keyakinan kita sendiri.
Tetapi, ada satu pertanyaan yang penting untuk kita renungkan: Apakah dengan bertambahnya pengetahuan kita tentang Allah, membuat kita semakin dekat dan berkenan kepada Allah?
Rasul Paulus memberi peringatan yang tajam kepada jemaat di Korintus, “Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun” (1Kor. 8:1). Jadi, masalahnya bukan pada pengetahuan, tetapi bagaimana kita bersikap terhadap saudara kita, sesama pencari Allah, dengan seluruh pengetahuan yang kita miliki.
Pengetahuan itu penting, karena itu kita perlu belajar, berpikir, bertanya, dan mencari kebenaran dengan tekun. Tetapi, pengetahuan dapat menjadi berbahaya ketika membuat kita merasa sudah sampai kepada pengetahuan final, sementara orang lain kita anggap masih tersesat. Ini adalah sebuah bentuk keangkuhan, yang merendahkan orang lain.
Kita dapat mengetahui banyak hal tentang Allah, tetapi kita bukan Allah. Kita boleh memiliki keyakinan yang kokoh, tetapi kita tetap manusia yang terbatas. Kita dapat merasa sangat teguh akan pemahaman kita, tetapi itu bukan berarti bahwa kita telah memahami seluruh misteri Allah.
Karena itu, Paulus berkata, “Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu ‘pengetahuan’ maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya” (1Kor. 8:2). Ada sebuah kebenaran yang paradoks dalam kata-kata Paulus ini. Semakin seseorang menyadari betapa agung dan besarnya Allah, semakin dia menyadari betapa terbatasnya pengetahuan yang dia miliki tentang Allah.
Lalu Paulus melanjutkan dengan sebuah konklusi, “Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah,” (1Kor. 8:3). Paulus tidak berkata “orang yang paling banyak tahu tentang Allah”, ia berkata “orang yang mengasihi Allah.”
Jadi, kedalaman iman seseorang bukan diukur oleh pengetahuan yang ia miliki, tetapi bagaimana pengetahuan itu dapat membentuk karakternya menjadi manusia ilahi yang mengasihi Allah dan memancarkan kasih itu pada sesama.
Kita dapat berbeda dalam memahami Allah. Berbeda dalam menafsirkan Alkitab. Berbeda dalam doktrin. Berbeda dalam tradisi. Bahkan mungkin berbeda dalam memahami siapa yang benar dan siapa yang salah. Tetapi, kita perlu berhati-hati agar keyakinan kita tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain yang juga sedang mencari Allah.
Ada perbedaan antara memberikan kesaksian tentang apa yang kita yakini dan memaksakan keyakinan kita, seolah-olah kita telah memiliki seluruh kebenaran Allah. Kita boleh berkata: “Inilah yang saya pahami;” “Inilah yang saya yakini;” “Inilah yang saya temukan dalam perjalanan iman saya.” Tetapi, hati-hatilah ketika kita mulai berkata, “Hanya saya yang benar, jadi kamu pasti salah.”
Bukankah kita semua masih berada di dunia? Bukankah kita semua masih belajar? Bukankah kita semua melihat dengan keterbatasan. Bukankah kita adalah sesama pencari Allah, pencari kebenaran, dan musafir dalam perjalanan iman.
Mungkin kelak, di dalam kekekalan, ketika kita berhadapan dengan Allah dalam kepenuhan-Nya, kita baru menyadari betapa kecilnya pengetahuan kita sekarang ini. Mungkin banyak hal yang hari ini kita perdebatkan dengan begitu keras ternyata jauh lebih kecil daripada misteri Allah yang sesungguhnya.
Karena itu, kasih memberi ruang bagi mereka yang berbeda. Sebab, kasih tidak mendominasi, tetapi kasih mau mendengar dan memahami, dan memberikan kebebasan.
Kasih juga tidak berarti kita harus kehilangan keyakinan. Kasih berarti kita memegang keyakinan dengan teguh, tetapi juga dengan kerendahan hati. Sebab, saudara kita lebih berharga daripada kemenangan ego kita dalam sebuah perdebatan.
Paulus berkata, “Jika engkau secara demikian berdosa terhadap saudara-saudaramu dan melukai hati nurani mereka yang lemah, engkau pada hakikatnya berdosa terhadap Kristus.” (1Kor. 8:12)
Maka pertanyaannya bukanlah, “Apakah saya benar?” Tetapi, “Apakah cara saya menyampaikan kebenaran membuat orang lain semakin dekat kepada Allah atau justru menjauh dari-Nya?” Jangan sampai pengetahuan kita tentang Allah, justru membuat orang lain jengah dan enggan mencari Allah. Jangan sampai kita memenangkan perdebatan, tetapi tidak memenangkan hati mereka.
Kita semua belum tiba. Kita sama-sama masih berjalan. Mungkin kita berjalan dengan keyakinan yang berbeda, tetapi kita sama-sama hidup di dunia yang sementara ini, dan sama-sama berhadapan dengan misteri Allah yang jauh melampaui kemampuan kita untuk memahami-Nya. Di ujung perjalanan nanti, kita akan menemukan bahwa Allah tidak hanya melihat apa yang kita percaya, tetapi bagaimana kita memperlakukan sesama ketika kita sedang mencari-Nya.

satu Respon
I’ve been playing here for a few weeks now and the experience is super smooth. The bonuses are actually fair and the payouts are quick. Definitely check out vnos88 if you want a reliable spot.