MEMILIH BAGIAN YANG TERBAIK ( 6 Oktober 2026 )

Reungan hari ini dari bacaan Galatia 1:13-24, Lukas 10:38-42
“Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.” (Luk 10:42)

Bacaan pertama hari ini menceritakan tentang Paulus yang mengalami perubahan dalam hidupnya. Dahulu ia sangat rajin dalam menjalankan agama Yahudi, bahkan tanpa batas ia menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya. Namun, Tuhan yang telah memilih Paulus sejak dalam kandungan ibunya, memanggil, dan menyatakan Anak-Nya kepadanya. Sejak saat itu, hidup Paulus berubah. Ia yang dahulu menganiaya jemaat justru menjadi orang yang memberitakan iman yang dahulu hendak dibinasakannya. Perubahan Paulus membuat saya melihat bahwa Tuhan dapat bekerja dalam diri seseorang dan mengarahkan hidupnya kepada sesuatu yang baru.
Ketika membaca pengalaman Paulus, saya teringat bahwa dalam hidup saya juga ada banyak hal yang perlahan-lahan Tuhan ubah. Ada kebiasaan, cara berpikir, dan sikap yang mungkin masih perlu saya perbaiki. Kadang saya merasa bahwa saya harus menjadi baik dan siap terlebih dahulu baru bisa melakukan sesuatu untuk Tuhan. Saya merasa masih banyak kekurangan dalam diri saya. Namun, melalui pengalaman Paulus saya belajar bahwa Tuhan tidak menunggu seseorang menjadi sempurna. Tuhan dapat memanggil dan membentuk seseorang melalui proses hidup yang sedang dijalaninya.
Hal ini juga saya temukan dalam Injil tentang Marta dan Maria. Ketika Yesus datang ke rumah mereka, Marta sibuk sekali melayani, sedangkan Maria duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya. Marta merasa bahwa dirinya melayani seorang diri dan meminta Yesus menyuruh Maria membantunya. Tetapi, Yesus mengatakan bahwa Marta kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, sedangkan Maria telah memilih bagian yang terbaik.
Ketika merenungkan Injil ini, saya merasa bahwa saya juga sering seperti Marta. Saya mudah sibuk dengan berbagai tugas dan kegiatan yang harus saya lakukan. Ketika banyak pekerjaan yang belum selesai, pikiran saya bisa dipenuhi dengan berbagai kekhawatiran. Kadang saya begitu fokus menyelesaikan semuanya sampai lupa memberikan waktu untuk berdoa dan mendengarkan Tuhan. Saya menyadari bahwa kesibukan memang penting, tetapi jangan sampai kesibukan membuat saya kehilangan waktu untuk Tuhan.
Dari Maria, saya belajar bahwa ada saatnya saya perlu berhenti dari berbagai kesibukan dan duduk sejenak bersama Tuhan. Mendengarkan Sabda Tuhan mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi saya hal itu tidak selalu mudah dilakukan. Saya sering merasa masih ada banyak hal yang harus dikerjakan. Namun, justru dalam keheningan dan waktu bersama Tuhan, saya dapat melihat kembali apa yang sedang saya jalani dan apa yang sebenarnya penting dalam hidup saya.

Pengalaman Paulus juga mengingatkan saya bahwa mendengarkan Tuhan tidak berhenti hanya pada mendengar. Paulus mengalami panggilan dan kemudian mengubah arah hidupnya. Ia pergi memberitakan iman kepada bangsa-bangsa lain. Demikian juga saya, apa yang saya dengarkan dari Tuhan seharusnya membawa perubahan dalam kehidupan saya. Saya tidak ingin hanya mendengar Sabda Tuhan ketika berdoa atau mengikuti perayaan Ekaristi, tetapi setelah itu kembali menjalani hidup seperti biasa tanpa perubahan. Saya ingin belajar membiarkan Sabda Tuhan menyentuh diri saya dan membantu saya memperbaiki sikap yang masih kurang baik.
Ketika merenungkan kedua bacaan ini, saya semakin menyadari bahwa Tuhan hadir dan bekerja dalam kehidupan saya melalui berbagai cara. Saya perlu belajar seperti Maria yang mau berhenti dan mendengarkan Tuhan, serta seperti Paulus yang berani menanggapi panggilan-Nya. Mungkin saya belum mampu melakukan semuanya dengan sempurna, tetapi saya ingin terus belajar membuka diri terhadap Tuhan. Bagi saya, memilih bagian yang terbaik berarti memberikan tempat yang utama bagi Tuhan di tengah segala kesibukan dan tanggung jawab yang saya jalani. Dengan demikian, saya tidak hanya sibuk melakukan banyak hal, tetapi juga semakin mengerti ke mana Tuhan mengarahkan hidup saya.

Penulis
Bible Learning Loving The Truth

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *