Renungan hari ini dari bacaan injil Markus 6:17-29. “sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.” ( Markus 6:20 ) |
Dalam bacaan Injil hari ini, kita melihat sebuah kisah tragis tentang bagaimana kebenaran dikalahkan oleh kelemahan manusia. Yohanes Pembaptis, seorang nabi yang hidupnya didedikasikan untuk kebenaran, harus menghadapi konsekuensi karena ia berani menegur Herodes atas perbuatannya yang salah. Herodes, yang tahu bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, sebenarnya segan dan bahkan senang mendengarkan ajarannya. Namun, ia tidak memiliki kekuatan untuk bertindak sesuai dengan apa yang ia ketahui itu benar. Hatinya terombang-ambing antara kebenaran yang disampaikan oleh Yohanes dan godaan dunia yang diwakili oleh Herodias.
Kisah ini menantang kita untuk merenungkan, seberapa sering kita berada dalam posisi yang sama? Kita tahu apa yang benar dan salah, namun kita sering kali membiarkan diri kita terombang-ambing. Tekanan dari lingkungan sosial, keinginan untuk menyenangkan orang lain, atau ketakutan akan konsekuensi, seringkali membuat kita berkompromi dengan kebenaran. Herodes, yang tahu bahwa membunuh Yohanes adalah sebuah kesalahan besar, akhirnya menyerah pada tekanan dan janjinya yang bodoh. Ia lebih memilih reputasinya di mata tamu-tamunya daripada mempertahankan hidup orang yang ia tahu adalah orang suci.
Kematian Yohanes Pembaptis adalah pengingat bahwa jalan kebenaran sering kali tidak mudah dan penuh dengan rintangan. Namun, kisah ini juga menunjukkan kepada kita betapa pentingnya untuk memiliki pendirian yang teguh. Yohanes Pembaptis tidak berkompromi. Ia tetap teguh dalam imannya dan berani berbicara kebenaran, bahkan jika itu harus dibayar dengan nyawanya. Hidupnya menjadi contoh nyata tentang bagaimana keberanian dan integritas dapat mengalahkan ketakutan dan kelemahan.
Renungan hari ini mengajak kita untuk mengevaluasi kembali hidup kita. Apakah kita memiliki pendirian yang teguh dalam iman kita, ataukah kita mudah terombang-ambing oleh tekanan dunia? Marilah kita belajar dari Yohanes Pembaptis untuk tidak pernah takut menegakkan kebenaran dan hidup dalam integritas, bahkan ketika itu sulit. Mintalah kepada Tuhan kekuatan untuk selalu setia kepada-Nya, agar hati kita tidak mudah goyah. Dengan demikian, kita dapat menjadi saksi kebenaran yang sejati di tengah dunia yang penuh dengan kompromi.
Penulis

